• Latest
Jendela Istana Hamatisa

Jendela Istana Hamatisa

Mei 3, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Jendela Istana Hamatisa

Teuku Masrizarby Teuku Masrizar
Mei 3, 2025
Reading Time: 4 mins read
Jendela Istana Hamatisa
599
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Teuku Masrizar

Di negeri Hamatisa, jendela rumah hanya satu, berada pada di sudut kanan atau kiri bangunan rumah. Sesuai dengan letak strategis dan selera empunya rumah. Pun Istana Hamatisa tempat kediaman raja juga berjendela satu. Maka istana yang besar dengan ruangan luas terasa pengap dan kurang menarik, walau di beberapa sudut ada AC.

Satu jendela satu bangunan, merupakan tradisi warisan dari moyang mereka. Raja dan warganya takut kualat merubah budaya ini, sehingga sampai sekarang budaya “rumah satu jendela” masih lestari di negeri Hamatisa.

Lazimnya di negeri lain, jendela berfungsi untuk keluar masuk udara, namun di negeri Hamatisa jendela memiliki multifungsi selain ventilasi juga sebagai tempat santai sambil memantau diluar rumah.

Di sore hari terlihat para gadis duduk di jendela sambil bercanda dan bercengkrama dengan teman-temannya. Pemandangan ini dapat dilihat dari luar rumah. Sesekali dalam riang tawa dan candaannya menampakkan gigi putih dan rapi. Gadis Hamatisa terkenal dengan kecantikannya berhidung mancung dan kulit halus. Rata-rata bepostur langsing dan tinggi dengan rambutnya yang panjang terbungkus kerudung. Sesuatu yang menarik bagi yang berkunjung ke negeri Hamatisa.

Hanya dilihat, sulit memiliki gadis-gadis cantik Hamatisa karena syaratnya ketat dan banyak dalam tradisi yang kuat berlaku turun-temurun. Sehingga hanya satu dua pemuda luar saja yang mampu melewati syarat mempersunting gadis Hamatisa.

Baca Juga

b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026
ChatGPT Image 27 Mar 2026, 08.43.09

Pelayanan Akses Kesehatan di Nabire Provinsi Papua Tengah Masih Minim

Maret 27, 2026

Raja Kreobot yang gagah dan tegas dengan perwakan tinggi besar, berjambang dan perut besar sering duduk di jendela istana sambil menatap keluar. Terlihat rokok produk negerinya, Marborok, sambung menyambung menyulut mulutnya. Lengan kanannya terlihat bekas luka besar dan menghitam, bekas panah saat mempertahankan integritas negerinya dari ekspansi serangan musuh. Walau perawakannya sangar, namun Kreobot berhati lembut dan peduli dengan rakyatnya.

Jendela menjadi tempat yang menginspirasi bagi Raja Kreobot. Saban pagi dia seruput kopi dan menghisap Marborok di tempat ini, merenung, berfikir, berencana dan bertindak selalu didapatkan dari jendela istana.

Hamparan padi dan tembakau yang luas, menyegarkan mata dan memantik munculnya banyak ide gagasan brilyan untuk membangun negeri. Yang tentu saja penting dalam menjalankan tugas sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala negeri.

Padi dan tembakau menjadi dua komoditi unggulan, sekaligus andalan bagi negeri Hamatisa. Memilih padi sangat beralasan karena kebutuhan dasar. Rakyat harus makan, tidak boleh lapar, harus kuat tidak sakit. Padi harus surplus, tidak saja untuk kebutuhan dalam negeri Hamatisa, tetapi eksport. Sehingga menambah income negeri.

Demikian juga dengan tembakau. Kebijakan memilih tembakau atas dasar analisis ekonom Hamatisa dapat meningkatkan pendapatan negeri.Tembakau bagi warga Hamatisa tidak saja untuk rokok, namun juga sebagian warga menguyah bagian tradisi dalam masyarakat Hamatusa.

Permintaan dalam negeri cukup tinggi, di samping memenuhi kebutuhan luar negeri. Alhasil kebijakan Negeri Hamatisa mewajibkan seluruh kepala keluarga untuk menanam padi dan tembakau, selanjutnya seluruh produk dibeli dan ditampung oleh Badan Usaha Negeri Himatisa (BUNH) dengan harga stabil.

Permintaan ekspor terhadap tembakau Hamatisa cukup tinggi karena kualitas tembakau terbaik dunia. untuk meningkatkan nilai tambah komoditi tembakau, Kreobot melalui kementerian ekonomi mendirikan pabrik rokok dengan merek Marborok.

Negeri Hamatisa cukup makmur dan maju pada masanya, layanan publik berjalan dengan baik. Memperbaiki sektor Kesehatan, pendidikan dan ekonomi menjadi pondasi awal dalam pemenuhan layanan publik lainnya.

Namun dalam kemakmuran masyarakatnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, mulai terjadi kebocoran anggaran. Korupsi dan perebutan jabatan dalam pemerintahan semakin mempengaruhi roda pembangunan. Kasak kusuk untuk dapat jabatan dengan beragam cara dilakukan. Pendekatan jalur istana, kerabat dan keluarga untuk mendapatkan kedudukan yang diinginkan.

Beberapa orang yang tahu dengan kebiasaan Raja Kreobot yang setiap pagi seruput kopi dan merokok di jendela istana, situasi ini dapat digunakan untuk mencari jabatan. Setiap pagi dia duduk di bangku luar istana untuk dapat dilihat langsung oleh raja. Setiap pagi juga sembari berfikir dan melihat keluar jendela Raja Kreobot dapat melihat siapa saja yang ada dekat jendela istana.

Kondisi ekonomi negeri yang sulit dipengaruhi oleh hasil panen padi dan tembakau yang menurun, akibat sarana produksi serta alat dan mesin pengolah pertanian yang usang, kekurangan pupuk dan obat. Namun belum ada anggaran akibat kebocoran dan korupsi. Dalam kegalauan itu Kreobot berfikir harus mengambil langkah cepat untuk restrukturisasi kelembagaan melalui pengurangan jumlah jabatan dan penggantian pejabat, strategi efesiensi.

Dalam kebingungan atas keterpurukan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan, Kreobot dalam setiap kesempatan memandang keluar jendela dia selalu melihat orang-orang itu saja yang duduk di bangku bawah jendela pada setiap paginya. Sepertinya mereka menunjukkan kesetiaan dan mungkin mereka mampu merubah keadaan ini, gumam Kreobot dalam hati.

Tak lama, kreobot menggantikan beberapa pejabat penting yang membidangi ekonomi dengan orang-orang yang setiap paginya duduk di bawah jendela istana.

ADVERTISEMENT

Tiga bulan berlalu, kondisi yang diharapkan belum berubah. Justru tambah sulit, beberapa negara memutuskan hubungan dagang dengan Hamatisa, pendapatan negeri semakin sulit. Kreobot panik.

Seperti biasa, pagi ini Raja Kreobot kembali menikmati Kopi dan Marborok. Satu gelas habis dan sebungkus Marborok putus. Dia memanggil pelayan untuk minta kopi dan rokok lagi. Pusing dalam menata negeri yang sedang kacau ekonominya. Di luar jendela duduk beberapa orang yang juga sambil ngopi dan berbicara setengah berbisik, takut terusik raja yang sedang kalut pikirannya.

Keesokan harinya kreobot membongkar kembali pejabat bidang ekonomi yang dinilai gagal mengembalikan konsep kemakmuran Hamatisa, dan menggantikan dengan orang-orang yang duduk di luar jendela. Raja Kreobot penuh harap menunggu langkah-langkah teknis dan aplikatif untuk kejayaan Hamatisa. Demikian mutifungsi Jendela Istana Hamatisa@

Catatan :
HAMATISA (Hana Maju Tinggai Sabee)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Kebakaran di Israel: Antara Fenomena Ekologi dan Makna Spiritualitas dalam Tradisi Abrahamik

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com