• Latest
Dinas LHK Aceh; “Antara Gorden dan Sepatu Dinas”

Aceh, Satu Data untuk Siapa?

April 29, 2025
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Aceh, Satu Data untuk Siapa?

Redaksiby Redaksi
April 29, 2025
Reading Time: 2 mins read
Dinas LHK Aceh; “Antara Gorden dan Sepatu Dinas”
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh: TM Zulfikar

Pemerhati Sosial dan Lingkungan Aceh/Dosen Universitas Serambi Mekkah

Dalam kerangka reformasi birokrasi dan percepatan pembangunan berbasis bukti, inisiatif “Satu Data Aceh” sejatinya merupakan langkah progresif. Ia berangkat dari kebutuhan mendesak akan integrasi, sinkronisasi, dan standardisasi data lintas sektor. Namun pertanyaan fundamental yang mesti diajukan adalah: apakah implementasi Satu Data Aceh benar-benar ditujukan untuk kepentingan publik luas, atau justru tersandera dalam ruang elitis birokrasi?

Baca Juga

b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026
ChatGPT Image 27 Mar 2026, 08.43.09

Pelayanan Akses Kesehatan di Nabire Provinsi Papua Tengah Masih Minim

Maret 27, 2026

Teori pembangunan modern menekankan bahwa data yang valid, terbuka, dan dapat diverifikasi adalah prasyarat utama bagi pembuatan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Tanpa data yang inklusif dan akuntabel, proses pengambilan keputusan berisiko menjadi spekulatif, tidak efektif, bahkan kontra-produktif. Di konteks Aceh, kebutuhan akan satu data yang kredibel semakin urgen, mengingat kompleksitas persoalan sosial-ekonomi pasca-konflik dan pasca-tsunami yang masih berlapis hingga hari ini.

Sayangnya, praktik di lapangan menunjukkan bahwa Satu Data Aceh masih jauh dari ideal. Alih-alih mendorong transparansi dan partisipasi publik, data justru kerap dikomodifikasi sebagai aset eksklusif birokrasi. Permintaan terhadap data strategis, mulai dari angka kemiskinan aktual, peta kerentanan bencana, hingga status alih fungsi hutan, sering kali dibatasi dengan alasan “prosedur,” “keamanan data,” atau bahkan “kewenangan sektoral.”

Fenomena ini menciptakan paradoks: mengklaim satu data, namun mempraktikkan banyak kebenaran. Ketidakselarasan antar sumber data resmi mengindikasikan lemahnya mekanisme verifikasi dan harmonisasi. Ketika data kemiskinan dari satu instansi berbeda dengan data hasil sensus nasional, atau ketika data tata ruang pemerintah daerah tidak konsisten dengan peta nasional, publik berhak mempertanyakan integritas dari proyek Satu Data itu sendiri.

Secara epistemologis, data seharusnya menjadi sarana demokratisasi pengetahuan. Di bawah prinsip open government, data publik wajib dapat diakses oleh siapa saja, kecuali yang menyangkut rahasia negara secara ketat. Namun di Aceh, pengelolaan data acapkali dikelola secara oligarkis — menjadi sumber kekuasaan terselubung, bukan alat kontrol sosial.

Konsekuensinya sangat serius. Tanpa keterbukaan data, ruang publik kehilangan instrumen untuk melakukan pengawasan. Tanpa akses data yang utuh, masyarakat sipil, akademisi, jurnalis, hingga legislatif akan lumpuh dalam fungsi kontrolnya. Pembangunan pun berjalan tanpa kritik yang sehat, mengarah pada potensi ketidakadilan distribusi program, pemborosan anggaran, dan kegagalan mencapai target-target kesejahteraan.

Dalam konteks ini, “Satu Data” seharusnya tidak dipahami sekadar sebagai proyek digitalisasi atau portal online. Ia adalah kontrak sosial baru antara negara dan rakyat — di mana negara berkomitmen menyajikan informasi yang benar, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Aceh perlu menyadari bahwa modernitas pemerintahan tidak diukur dari jumlah aplikasi yang dikembangkan atau dashboard yang dipamerkan, melainkan dari sejauh mana data yang dikumpulkan dapat memperbaiki kehidupan masyarakat secara nyata.

Jika Satu Data Aceh gagal menjadi instrumen demokratisasi informasi, maka pada hakikatnya ia hanyalah alat kosmetik administratif — membangun citra tanpa substansi, menutupi defisit kepercayaan publik dengan gincu statistik.

Maka pertanyaan itu tetap sah untuk diajukan, dengan nada yang semakin tajam:
Satu Data untuk siapa? Untuk rakyat, atau untuk membentengi kuasa?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 351x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 254x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Norsan dan Kekuatan Politik Tingkat Dewa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com