POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan Jalan-jalan

Malam dan Rindu yang Basah

Redaksi by Redaksi
April 29, 2025
in Jalan-jalan
0
Malam dan Rindu yang Basah - 2025 04 29 06 28 36 | Jalan-jalan | Potret Online

Oleh Luhur Susilo
Guru SMPN 1 Sambong, Blora.

Rintik terakhir mengetuk genting seperti bisikan lama,
lagu tua mengalun pelan, “Leaving on a Jet Plane” dari jendela tetangga.

Kampung terpejam dalam dekap sunyi yang panjang,
lampu jalan tinggal berkas cahaya, seperti kenangan menggantung.

Baca Juga
  • Malam dan Rindu yang Basah - 1000459282_11zon | Jalan-jalan | Potret Online
    Artikel
    Menggali Makna Laylatul Qadr Dengan Filsafat (11)
    27 Mar 2025
  • Malam dan Rindu yang Basah - BDC4BCE6 9DAB 4468 AF81 374184DF0CF7 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Dandim Galus Hadiri Penyaluran Bantuan Ketahanan Pangan di Ulun Tanoh
    13 Des 2022

Orang-orang telah memeluk hangat obrolan dan cerita,
aku memeluk sepi, memeluk bayangmu yang tak juga reda.

Hujan memang hanya air, tapi bagiku ia rindu yang turun,
setiap tetesnya menyebut namamu tanpa suara.

Baca Juga
  • Malam dan Rindu yang Basah - A wide and long river divided by a dam next to a city center | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Sungai Yang Meminta Kedatangan
    20 Feb 2025
  • Malam dan Rindu yang Basah - fd8981b5 8b25 47d0 9cf8 38d841597b90 | Jalan-jalan | Potret Online
    Aceh
    Badut Kecil di Sudut Kota,Sebuah Potret Kehidupan Anak yang Terabaikan
    17 Des 2024

Udara malam ini lembab oleh kenangan,
dingin oleh jarak yang tak dapat kusentuh.

Dedaunan menampung sisa hujan seperti aku menampung waktu,
waktu yang hening, waktu yang hanya berisi kamu.

Baca Juga
  • 01
    Jalan-jalan
    Seni, Kerukunan, dan Tanggung Jawab Pekerja Kreatif
    27 Apr 2025
  • 02
    HABA Si PATok
    HABA Si PATok
    18 Mar 2025

Kesunyianku basah oleh rindu yang tak berkesudahan,
bagai lukisan malam yang tak selesai-selesai.

Kadang rintik turun lagi, seperti petikan gitar yang halus,
mengingatkanku pada malam terakhir kita bicara diam-diam.

Malam punya wajah seribu—dan semua tentang kamu,
kadang samar, kadang jelas, tapi selalu kamu.

Rindu ini memanggul malam di pundaknya,
lalu duduk tenang di pelataran hatiku.

Kepada malam aku bisikkan doa paling pelan,
untukmu yang jauh, tapi tak pernah benar-benar pergi.

Di kejauhan, lampu-lampu kecil menari di genangan,
seperti harapan yang masih menyala dalam dingin.

Langit mendung tapi tak gelap,
seperti aku yang sendiri tapi tak hampa.

Ada ketenangan dalam diam,
seperti pelukan yang tertinggal dalam kenangan.

Dan aku tahu, pagi akan tiba dengan matahari yang baru,
dan hidup, meski pelan, tetap berjalan ke arahmu.

Karena meski malam ini penuh kontemplasi dan kelam,
aku adalah doa yang tak lelah memanggil namamu dalam diam.

Mungkin esok kita tidak bertemu,
tapi malam ini, kau begitu dekat, begitu nyata.

Hujan reda, lagu usai, tapi rinduku belum,
dan aku masih menuliskan namamu di kaca yang berembun.


Rumah Tua, 22 April 2025

Previous Post

Siapa yang Ditersangkakan KPK?

Next Post

Mengenal Amien Rais, Politisi Gaek yang Dilaporkan Pendukung Jokowi ke Polisi

Next Post
Malam dan Rindu yang Basah - IMG 20250429 WA0009 | Jalan-jalan | Potret Online

Mengenal Amien Rais, Politisi Gaek yang Dilaporkan Pendukung Jokowi ke Polisi

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah