• Latest

Mau Buat Apa?

Oktober 30, 2017
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mau Buat Apa?

Redaksiby Redaksi
Oktober 30, 2017
Reading Time: 5 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh : Lukyana Arsa
Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi, FISIP Unsyiah, Banda Aceh
            “Saya mau jadi apa setelah lulus kuliah?”
            “Bagaimana dengan nasib ijazah saya ya?”
            “Bagaimana jika saya ditolak dan tidak ada lowongan kerja?”
            “Apa saya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak?”
            Ya, sederet pertanyaan seperti di atas sering kali muncul di benak para fresh graduate yang mau mencari pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan. Seperti memiliki sebuah ketakutan yang berarti jika tidak segera mencari dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Benar memang bahwa pekerjaan adalah kebutuhan primer yang harus dicari guna mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang, setidaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
            Seiring berjalannya waktu, pekerjaan tidak hanya dijadikan sebagai alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup, akan tetapi ada kebutuhan sekunder bahkan kebutuhan tersier yang harus dipenuhi oleh setiap orang, seperti kebutuhan untuk jalan-jalan, rekreasi, kebutuhan untuk membeli baju dan sepatu baru, sampai pada kebutuhan untuk membeli barang-barang mewah yang sudah memiliki brand ternama. Sebagai manusia hal seperti ini lumrah, sah-sah saja dan tidak ada salahnya jika ia mampu untuk membelinya, dan sudah menjadi kodrat bahwa manusia selalu ingin lebih dan lebih lagi, artinya, ketika pekerjaan yang didapatnya sudah lebih baik, penghasilan dan pendapatannya menjadi lebih banyak, sudah pasti ia memiliki keinginan-keinginan untuk melakukan atau membeli sesuatu guna memenuhi kepuasan diri, menunjukkan standar gaya hidup bahkan untuk mengejar dan mempertahankan kelas dan prestise.
            Namun sayangnya, kebutuhan dan keinginan seperti itu tidak dibarengi dengan adanya penyediaan lowongan kerja yang cukup. Setiap tahun ribuan bahkan ratusan ribu mahasiswa diwisudakan, setiap tahun ratusan ribu lulusan mencari dan melamar pekerjaan sana-sini. Dari sekian banyak yang melamar hanya sedikit yang diterima di perusahaan atau instansi yang dituju. Sisanya menjadi pengangguran dan memilih untuk menunggu kapan akan dibuka kembali lowongan pekerjaan. Cerita lainnya, lowongan pekerjaan terbuka lebar hanya saja tidak ada kriteria yang cocok dengan spesifikasi yang dimiliki calon pelamar yang membuat pelamar enggan untuk mencoba-coba, dan ujung-ujungnya juga akan menganggur dan menunggu mendapatkan panggilan pekerjaan.
            Menunggu berhari-hari, berminggu, berbulan bahkan bertahun tentu tidak akan menghasilkan apapun jika kita mencoba untuk melakukan sesuatu. Sebagian dari lulusan tentu akan berpikir daripada menunggu lebih baik mencari jalan lain untuk mendapatkan penghasilan.
Setiap ada kemauan, pasti ada jalan. Ungkapan seperti ini tentu tidak asing lagi di telinga kita, dan sesuai dengan isinya bahwa jika kita ingin berubah, ingin berbuat dan kita ingin melakukan sesuatu tentu selalu akan ada jalan yang terbuka untuk kita di dalam menjemput rezeki. Ada banyak jalan dan cara yang bisa kita lakukan daripada hanya menunggu panggilan pekerjaan yang tak kunjung datang.
Tak perlu ribet untuk mulai melakukannya. Mulai saja dari hal-hal kecil yang bisa dan sering kita lakukan. Saat kuliah kita sering menulis berbagai artikel, cerpen, puisi dan kemampuan menulis kita terbilang mumpuni, kenapa tidak mencoba saja menjadi penulis. Mula-mula coba untuk mengirim tulisan ke media online, lalu ke media cetak dan jika ingin lebih kita bisa mencoba menulis buku, novel dan dikirimkan ke penerbit mayor untuk diterbitkan secara nasional.
Untuk pecinta fotografi, cobalah mulai menekuni dunia foto lebih dalam lagi, ikut bergabung dengan komunitas-komunitas fotografer guna mendapatkan ilmu dan linkpekerjaan yang lebih banyak, ikuti kompetisi dan pameran-pameran foto sampai benar-benar menjadi forografer yang profesional. Sama halnya untuk pegiat film, pengalaman, ilmu dan link-link yang sudah didapatkan di bangku tidak berhenti sampai disitu saja dan harus terus berlanjut untuk berkarya sampai menjadi seorang film maker yang hebat. Demikian juga untuk seniman musik, tari, dan lainnya semuanya bisa dimulai dari hal-hal yang dekat dari diri sendiri.
Lalu bagaimana dengan jiwa-jiwa akademis yang tidak memiliki hobi seperti itu? Tidak perlu khawatir, semua punya jalan. Kita bisa membuka les, menjadi guru privat, walaupun hanya beberapa orang saja yang diajari bukankah cukup untuk beberapa waktu sampai ada lowongan yang cocok dengan dirinya.
Bagi Mereka yang bisa berkreasi dengan kerajinan tangan, bisa membuat kue, dan lain sebagainya bisa lebih menekuninya dan mencoba membuatnya lebih banyak, kemudian bisa dijual ke warung, toko-toko atau bisa dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi internet yang ada sekarang dengan berjualan secara online.
Nah, mudah bukan? Ya, mudah jika niat tersebut terwujud dengan perbuatan yang nyata. Daripada menunggu panggilan kerja  yang tak kunjung datang, lebih baik kita melakukan hal-hal yang dekat dengan dengan kita, bisa dan sering kita lakukan. Walaupun kadang penghasilannya tidak seberapa, setidaknya ada sesuatu yang kita kerjakan, tidak terduduk terpaku di rumah. Hal-hal positif tersebut harus terus ditekuni dan dikembangkan karena bisa saja rezeki yang kita jemput berasal dari sesuatu hal yang sering kita lakukan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
img-0531_11zon

Mengingat Masa Lalu, Menentukan Arah Masa Depan

Maret 29, 2026

Discussion about this post

Next Post

From Local Brand to Smart Entrepreneur

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com