• Latest
149325e4-773e-48dc-8fba-3df68e46d0c8

Perkembangan Terkini Qatar dan UEA Terkena Imbas Perang

April 5, 2026
af88e5b9-3501-4639-8dab-86a298c8317f

Sang Penegak Amanah: Potret Karakter Muslim yang Kuat

April 5, 2026
a94b2e7b-9a15-4874-921b-98e123348821

Antara Kafe dan Kelas: Saatnya Kampus Aceh Keluar dari Kekakuan

April 5, 2026
IMG_0641

Madilog : Antivirus Lawas Buat Gen Z Yang Pusing Sama Hoaks

April 5, 2026
Hari-Bumi

Predator-Predator Bumi

April 5, 2026
Pendidikan SD

Siswa Berkarakter

April 5, 2026
35649d3e-a5c1-4018-88d0-04d5c7b706ed

Pengaruh Kecemasan dan Self-Control Terhadap Kebiasaan Konsumsi Junk Food Pada Remaja

April 5, 2026
Perkembangan Terkini Qatar dan UEA Terkena Imbas Perang - 2B796ED3 1A00 4405 9B5B 58805F7FC8A1 | #Dubai | Potret Online

Dreaming To Be a Business Owner

April 5, 2026
file_00000000c070720884960b41368b4c14

Parenting Berbasis Fitrah: Solusi Mengatasi Kenakalan Remaja di Era Globalisasi

April 5, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Senin, April 6, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
149325e4-773e-48dc-8fba-3df68e46d0c8

Perkembangan Terkini Qatar dan UEA Terkena Imbas Perang

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
April 5, 2026
in #Dubai, # Ironi, #Amerika, #Perang, Iran, Israel, Qatar
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Ada dua tulisan saya terkait UEA yang mulai suram. Namun, selalu ada counter narasi begini, “Ah, di sini normal aja kok. Kamu emang ada di Dubai?” Seolah-olah imbas perang Iran vs Israel-AS itu tidak ada. Semua hidup seperti biasa. Baik saya coba ulas lagi lebih dalam, tidak hanya di UEA, tapi juga tetangganya, Qatar. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Real Madrid tumbang 1–2 dari RCD Mallorca di La Liga. Bukan sekadar kalah, tapi runtuhnya aura tak terkalahkan. Itulah vibe yang sekarang menyelimuti Teluk. Dua raksasa pasir, UEA dan Qatar, yang dulu main di level dewa ekonomi. Kini seperti tim besar yang lupa cara menang setelah dihantam realitas bernama perang.

Baca Juga:
  • Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu
  • DARI GURUN PASIR KE PUSAT DUNIA

Dulu, UEA tampil seperti galacticos versi Timur Tengah. Burj Khalifa berdiri bak trofi abadi. Sementara Dubai jadi panggung pertunjukan kapitalisme tanpa rem. Tapi sejak badai rudal Iran akhir Februari 2026, permainan mereka berubah total. Bukan lagi tiki-taka ekonomi, tapi bertahan mati-matian di kotak penalti sendiri.

Baca Juga

Perkembangan Terkini Qatar dan UEA Terkena Imbas Perang - 0fe24566 6737 42e7 bb3b deda43952a5d | #Dubai | Potret Online

Eskalasi Global Dalam Peradaban Umat Manusia

April 5, 2026
6eeb5594-d7a8-483c-adaf-a6783306152a

Gambaran Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timteng Usai Diserang Iran

April 3, 2026
560bc641-222d-47d5-9c36-39283e591af5

Derita Anak Palestina pun Menjadi Lagu

April 3, 2026

Pasar saham? Hancur seperti lini belakang yang kebobolan di menit akhir. Lebih dari 120 miliar dolar lenyap dalam hitungan minggu. Indeks Dubai jatuh sekitar 16 persen, Abu Dhabi 9 persen, angka yang bukan sekadar statistik, tapi jeritan panik yang menggema di setiap lantai bursa. Sektor non-minyak yang dulu jadi andalan, seperti pariwisata, properti, penerbangan, sekarang seperti striker mandul yang tak bisa cetak gol.

Bandara internasional yang dulu riuh kini senyap seperti stadion kosong. Maskapai kebanggaan seperti Emirates dan Etihad Airways terpaksa “memarkir” armadanya. Bukan karena strategi, tapi karena tak ada lagi permainan. Hotel-hotel mewah kosong melompong, pantai kehilangan denyut hidupnya. Bahkan ikon seperti Burj Al Arab dan Jebel Ali Port kini terasa seperti stadion megah tanpa penonton, indah, tapi hampa.

Lalu datang momen paling menyakitkan, eksodus massal. Puluhan ribu ekspatriat seperti banker, entrepreneur, turis Barat, pergi seperti fans yang meninggalkan stadion sebelum laga usai. Mereka angkat koper, naik jet pribadi, atau kabur lewat darat ke Oman dan Saudi. Mall-mall mewah berubah jadi lorong sunyi. Sekolah internasional kehilangan murid dan guru. “Safe haven” yang dibangun puluhan tahun runtuh hanya dalam hitungan minggu. Pemerintah coba menyuntik stimulus. Tapi, rasanya seperti menambal kebobolan dengan plester kecil. Dari “visi 2030” berubah jadi “visi bertahan hidup”.

Kalau UEA seperti tim besar yang kalah dramatis, maka Qatar adalah kapten yang langsung kehilangan jantung permainan. Di Ras Laffan Industrial City, mesin uang terbesar mereka, rudal Iran menghantam tanpa ampun. Hasilnya brutal. Kapasitas ekspor LNG hilang 17 persen, dengan kerugian tahunan mencapai 20 miliar dolar. Perbaikan? Butuh 3 sampai 5 tahun. Itu bukan cedera ringan, itu ACL putus versi ekonomi.

QatarEnergy sampai harus menyatakan force majeure. Mereka menghentikan pengiriman ke Eropa dan Asia. Negara yang menyumbang hampir 20 persen LNG global kini seperti striker utama yang tiba-tiba out semusim. GDP diprediksi menyusut hingga 9 persen sepanjang 2026. Di tengah semua itu, Strait of Hormuz berubah dari jalur emas menjadi lorong maut.

Efeknya menjalar ke mana-mana. Harga energi global melonjak liar. Biaya impor makanan naik 40–120 persen. Bahkan Qatar Airways yang dulu seperti tim elite tak tersentuh, kini harus menghadapi langit yang kosong dan rute yang terganggu. Premi asuransi melambung, biaya hidup naik, dan daya tarik internasional perlahan memudar seperti klub besar yang kehilangan sponsor.

Akhirnya, dua raksasa ini yang dulu saling pamer gedung dan gas, berdiri di lapangan yang sama. Tertunduk, terpukul, dan kehilangan arah. Seperti Madrid yang kalah dari Mallorca, ini bukan sekadar skor. Ini tentang runtuhnya ilusi superioritas.

Dari oasis impian menjadi panggung tragedi. Dari surga ekspatriat menjadi pelajaran mahal. Di April 2026, Teluk bukan lagi cerita kemenangan, tapi highlight kekalahan yang diputar ulang berkali-kali.

Kita cuma bisa menatap, seperti fans di tribun, sambil bergumam pelan, yang paling kaya pun… bisa kalah. Apalagi yang kuat makan.

Foto Ai hanya ilustrasi

ADVERTISEMENT

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

SummarizeShare234Tweet146
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Related Posts

af88e5b9-3501-4639-8dab-86a298c8317f
Kisah

Sang Penegak Amanah: Potret Karakter Muslim yang Kuat

April 5, 2026
a94b2e7b-9a15-4874-921b-98e123348821
Artikel

Antara Kafe dan Kelas: Saatnya Kampus Aceh Keluar dari Kekakuan

April 5, 2026
IMG_0641
Artikel

Madilog : Antivirus Lawas Buat Gen Z Yang Pusing Sama Hoaks

April 5, 2026
Hari-Bumi
Artikel

Predator-Predator Bumi

April 5, 2026
Next Post
af88e5b9-3501-4639-8dab-86a298c8317f

Sang Penegak Amanah: Potret Karakter Muslim yang Kuat

Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com