Dengarkan Artikel
Oleh Teuku Masrizar
Pagi Jum’at, 13 Maret 2026 tepat 23 ramadan 1447 H, Saya berkemas pakai Baju Korpri menuju Lapangan Naga, dalam rangka menghadiri pelantikan dan pengukuhan tenaga paruh waktu pada pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. Lapangan ini menjadi tempat serbaguna bagi pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan instansi vertikal serta masyarakat untuk berbagai aktifitas di tapaktuan ibukota Aceh Selatan.
Jelang 1 Km akan sampai ke Lapangan Naga terlihat berjejer kenderaan roda dua dan roda empat parkir disepanjang kiri dan kanan jalan. Macet dengan kenderaan dan pejalan kaki kebanyakan orang berseragam korpri biru. Akhirnya saya harus jalan kaki sampai di Lapangan Naga.
Pandangan kontras biru dan hitam perpaduan celana dan rok hitam dengan peci dan jelbab hitam kontras dengan warna biru Korpri. Lapangan Naga bergertar hampir 5000 orang berkupul didalamnya, semuanya kelihatan gaga-gagah dan cantik-cantik serta berwibawa. Selain setelan yang sama ada banyak terlihat ibu-ibu yang bermake-up sebagaian lagi tapil biasa saja. Tapi yang tak kalah menarik untuk menggambarkan suasana peserta upacara pelantikan dan pengukuhan Paruh Waktu sebanyak 4.053 orang terlihat semuanya senang, bersemangat dan ceria.
Hari ini meruoakan moment terbaik bagi peserta pelantikan dan keluarga mereka. Mereka telah menantikannya sudah sangat lama, dapat disebut penantian panjang. Bagaimana tidak, banyak yang dilantik telah mengabdi jadi honorer lebih dari 20 tahun, waktu yang terlalu panjang untuk pengabdian sebagai honorer dengan gaji yang diterima sangat kecil bahkan dibawah standar UMR. Namun pelantikan ini dapat dikatakan telah terbuka pintu rezeki untuk lompatan lebih jauh kedepan
Kebahagian hari ini juga diekspresikan oleh keluarga masing-masing peserta yang menghadiri pelantikan. Banyak keluarga yang dilantik memegang buket bunga kertas yang akan diserahkan kepada keluarga yang dilantik sebagai wujud ekspresi kebahagian.
Saya bertemu dengan salah satu rekan kerja saat sama-sama bertugas di sekretariat kecamatan Trumon Timur, Syafruddin namanya. Tentu saya memberikan ucapan selamat dan apresiasi atas pelantikannya.
Dulu Syafruddin, saya memanggilnya Bang Din, beliau sering sekali menemani saya sampai sore hari sebelum beliau menyelesaikan tugasnya di Kantor. Rajin dan ulet kerikan mendapatkan tugas dan sangat bertanggung jawab dalam menyelesaikannya. Lebih 4 tahun kami bersama, bang Din benar-benar berintegritas dan dapat dipercaya.
Selain dengan aktivitasnya di kantor kecamatan kala itu, dan melaksanakan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, bang din juga menjadi aparatur desa dengan semua kesibukannya tersendiri. Menariknya bang din mampu mengelola waktu dengan baik dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Cukup panjang perjalanan bang din sebagai honorer, berkali-kali dia mengajukan pumutihan untuk jadi PNS namun selalu saja belum beruntung. Saya membantu dan terus mendorongnya agar setiap mengikuti proses dengan baik.
Dengan baju korpri tambah peci dan atribut lainnya, kalihatan beda dari tampilan biasanya, gagah dan berwibawa. Namun memasuki usia genap 58 tahun pada Agustus 2026, dia hanya tersenyum sinis, hampir separuh nafas yang saya dapat hanya separuh waktu, dengan tangan kirinya memegang segenggam buket. Saya hanya tersenyum sembari memegang kedua bahunya, berujar sabar, pintu rezeki itu luas. @
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini










