• Latest
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 13, 2026
What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

March 12, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

March 12, 2026
Menjadi Insan Bertasawuf

Menjadi Insan Bertasawuf

March 12, 2026
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

March 12, 2026
Aceh Bangkit atau Tertinggal: Saatnya Menata Ulang Arah Pendidikan

Aceh Bangkit atau Tertinggal: Saatnya Menata Ulang Arah Pendidikan

March 12, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Redaksi by Redaksi
March 12, 2026
in Artikel, Sejarah, Teknologi
0
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Nurul Hikmah, S.Pd.I., M.A

Sejarah para nabi dalam Al-Qur’an tidak hanya menceritakan tentang dakwah dan perjuangan mereka dalam menyampaikan risalah Allah, tetapi juga menggambarkan berbagai bentuk kemajuan peradaban pada masa tersebut. Kisah para nabi sering menunjukkan bagaimana manusia memanfaatkan ilmu pengetahuan dan sumber daya alam untuk menciptakan berbagai kemudahan dalam kehidupan.

Baca Juga

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 13, 2026
What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

March 12, 2026

Salah satu contoh yang menarik adalah kisah tentang kecanggihan teknologi pada zaman Nabi Daud dan putranya, Nabi Sulaiman. Kedua nabi ini digambarkan memiliki kemampuan luar biasa dalam memanfaatkan sumber daya alam dan mengembangkan berbagai bentuk teknologi yang bahkan terasa melampaui pemahaman manusia modern.

Nabi Daud dikenal sebagai manusia pertama yang mampu mengolah besi menjadi teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan. Al-Qur’an menyebutkan bahwa Allah melembutkan besi untuk Nabi Daud sehingga beliau dapat membentuknya dengan mudah sesuai kebutuhan. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah pada Surah Saba’ ayat 10–11 yang menyebutkan bahwa Nabi Daud diperintahkan untuk membuat baju besi yang sempurna serta mengukurnya dengan baik.

Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa pada masa Nabi Daud telah berkembang teknologi pengolahan logam yang cukup maju. Kemampuan ini menjadikan Nabi Daud sebagai pelopor dalam pembuatan perlengkapan perlindungan seperti baju zirah yang digunakan dalam peperangan. Pada masa itu, baju besi merupakan teknologi penting yang memberikan perlindungan bagi para prajurit serta meningkatkan kemampuan pertahanan suatu kerajaan.

Selain mewariskan kerajaan yang besar kepada putranya, Nabi Sulaiman, Nabi Daud juga mewariskan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di tangan Nabi Sulaiman, teknologi tersebut berkembang lebih pesat dan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas yang megah dan bermanfaat bagi masyarakat. Al-Qur’an dalam Surah Saba’ ayat 13 menyebutkan bahwa berbagai bangunan tinggi, patung, piring besar seperti kolam, serta periuk-periuk besar dibuat untuk Nabi Sulaiman. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa itu telah berkembang kemampuan konstruksi, arsitektur, dan pengolahan logam yang sangat maju.

Dalam kisah lain disebutkan bahwa terdapat sesuatu yang memiliki kaki dan leher yang pernah membuat Nabi Sulaiman terlena hingga hampir melupakan zikir kepada Allah. Hal ini disebutkan dalam Surah Shad ayat 32. Ayat tersebut menggambarkan bahwa kecintaan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi dapat membuat manusia lalai dari mengingat Tuhannya.

Para penafsir sering mengaitkan ayat ini dengan kuda-kuda yang sangat cepat dan kuat milik Nabi Sulaiman. Namun, ada juga kemungkinan bahwa hal tersebut merujuk pada bentuk teknologi tertentu yang menyerupai hewan atau kendaraan. Kata ganti “-ha” dalam ayat tersebut bersifat muannas sehingga dapat merujuk kepada kuda ataupun sesuatu yang berbentuk lain yang merupakan bentuk dari replika teknologi.

📚 Artikel Terkait

Keunikan Bahasa Aceh

Gercep Sita Aset Rakyat

21 Tahun Majalah POTRET, Impian itu Masih Belum Usai

Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon

Salah satu kisah yang paling menarik adalah kemampuan memindahkan singgasana Ratu Saba dalam waktu yang sangat singkat. Dalam Surah Al-Naml ayat 40 disebutkan bahwa seseorang yang memiliki ilmu dari Al-Kitab mampu membawa singgasana tersebut kepada Nabi Sulaiman sebelum mata berkedip.

Jika dianalogikan dengan zaman sekarang, manusia baru mampu memindahkan data digital dalam waktu yang sangat cepat melalui internet atau jaringan komunikasi modern. Namun dalam kisah tersebut, yang dipindahkan adalah benda fisik yang sangat besar. Hal ini sering dianalogikan sebagai bentuk pemindahan benda secara instan yang dalam ilmu modern sering diibaratkan dengan konsep teleportasi. Sayangnya, kecanggihan tersebut sering disamarkan seolah-olah pemindahan istana dengan jarak 2000 mil dalam waktu sepersekian detik tersebut dilakukan oleh Jin Ifrit bukan manusia.

Selain itu, Nabi Sulaiman juga dikenal memiliki kemampuan mengendalikan angin. Al-Qur’an menyebutkan bahwa angin ditundukkan oleh Allah untuk Nabi Sulaiman sehingga perjalanan pada waktu pagi setara dengan perjalanan satu bulan, dan perjalanan pada waktu sore juga setara dengan perjalanan satu bulan. Hal ini disebutkan dalam Surah Saba’ ayat 12. Gambaran ini menunjukkan bahwa Nabi Sulaiman memiliki sarana transportasi yang sangat cepat.

Jika dianalogikan dengan masa kini, hal tersebut dapat dianggap seperti teknologi transportasi yang memanfaatkan energi angin atau kendaraan yang mampu menempuh jarak sangat jauh dalam waktu singkat melampaui superjet tercanggih.

Kecanggihan lain yang dimiliki Nabi Sulaiman adalah kemampuannya memahami bahasa binatang. Dalam Surah Al-Naml ayat 18–19 diceritakan bahwa ketika pasukan Nabi Sulaiman sampai di lembah semut, seekor semut memperingatkan koloninya agar segera masuk ke sarang agar tidak terinjak oleh pasukan.

Nabi Sulaiman kemudian tersenyum karena mendengar perkataan semut tersebut. Kemampuan memahami komunikasi makhluk lain ini menunjukkan tingkat pengetahuan dan kepekaan yang luar biasa terhadap alam.

Selain memimpin manusia, Nabi Sulaiman juga memimpin pasukan yang terdiri dari burung dan jin. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa para jin bekerja untuk beliau dalam berbagai pekerjaan, seperti membangun bangunan besar dan membuat berbagai peralatan dari logam. Dengan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki, para jin membantu merancang serta membangun berbagai teknologi dan infrastruktur yang megah dari logam peninggalan Nabi Daud.

Jika dirangkum, beberapa kecanggihan pada zaman Nabi Sulaiman antara lain kemampuan mengendalikan angin sebagai sarana transportasi, kemampuan memindahkan benda besar dalam waktu sangat singkat, kemampuan memahami dan berkomunikasi dengan binatang, serta kemampuan mengendalikan jin yang membantu merancang berbagai teknologi. Semua kemampuan ini menunjukkan tingkat peradaban yang sangat tinggi pada masa tersebut.

Kisah-kisah ini juga mengingatkan manusia bahwa kemajuan ilmu dan teknologi pada hakikatnya berasal dari Allah. Dalam Surah Saba’ ayat 45 Allah mengingatkan bahwa apa yang dialami oleh manusia pada masa sekarang bahkan belum mencapai sepersepuluh dari apa yang telah diberikan kepada umat-umat terdahulu.

Oleh karena itu, manusia hendaknya menyadari bahwa segala ilmu, kemampuan, dan teknologi yang dimiliki hanyalah bagian kecil dari karunia Allah. Manusia hanya dapat memanfaatkannya sesuai dengan izin dan kehendak-Nya, serta harus menggunakannya untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia. Wallahu a’lam

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 72x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 62x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Terkait

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

by Dayan Abdurrahman
March 13, 2026
0

Oleh Dayan Abdurrahman Pendahuluan: Sebuah Perubahan yang Tidak Terelakkan Selama lebih dari tujuh dekade setelah Perang Dunia II, kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah telah menjadi semacam...

What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

by Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
March 12, 2026
0

Al Chaidar Abdurrahman PutehDosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh Genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina bukan sekadar tragedi kemanusiaan, melainkan ujian moral dan politik bagi dunia internasional....

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

by Redaksi
March 12, 2026
0

Oleh Masrur Salamuddin Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 menandai titik balik penting dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia, khususnya dalam desain penyelenggaraan pemilihan umum. Mulai 2029, keserentakan Pemilu nasional dan...

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

by Redaksi
March 12, 2026
0

Oleh: Dr. Ir. TM Zulfikar, S.T., M.P., IPU. (Praktisi dan Akademisi Lingkungan Aceh) Aceh sering dipuji sebagai benteng terakhir hutan di Sumatera. Dalam berbagai forum, dari seminar akademik...

Next Post
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Punya tulisan menarik?
Kirim ke Redaksi via WhatsApp
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com