ilustrasi ist
Anto Narasoma
PADA SECANGKIR CINTA
hanya setitik air
ketika sepuluh hari terakhir kau tiba di sini
maka,
kesucian hatilah
yang mengucap-ucap kebesaran-Mu,
setelah melewati perjalanan haus dan lapar
memang,
bukan sekadar wajib melintasi hari-hari kering setelah janji itu kutunaikan,
namun masa pencarian diriku sendiri belum kutemukan dalam bayang-bayang cahaya bulan
- o, pada secangkir cinta inilah kau suguhkan sepercik kopi susu –setelah adam dan hawa menyatu sehabis berbuka pada hari ke dua puluh
Palembang, 8 Maret 2026
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 288x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 257x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 218x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 205x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 166x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
















