Dengarkan Artikel
Oleh NA Riya Ison
Sebenarnya, tugas sebagai LO pada awal bencana dapat dikatakan tidak terlalu berat. Boleh saja tidak ikut angkut dan angkat barang secara ekstra. Tetapi, faktor setia kawan dan saling membantu, maka saya pun ingin juga merebut pahala ganda, ikut mengangkat dan menurunkan logistik baik di LANUD SIM dan Bandara SIM yang benar-benar menguras tenaga dan waktu.
Banyak yang menyebutkan, kenapa bekerja tak kenal lelah? Ada beberapa kawan baru yang terlibat aksi kemanusiaan itu menjawab, sebab saudara kami sangat butuh segera sembako dan logistik tersebut.
Untuk mengumpulkan dan memastikan kiriman logistik dari PMI Pusat yang diturunkan di LANUD SIM, mata mesti jeli untuk menandai milik PMI di antara begitu banyak barang lainnya. Pada awal pasca-bencana, kebutuhan darah, bahan pokok atau sembako lebih mendominasi seperti beras, gula, minyak makan, air mineral, biskuit, mie instant, dan lainnya.
Ada juga peralatan listrik beserta para-teknisi dari PLN Pusat. Beberapa pekan pasca-bencana, lebih variasi, sampai tandon air, pipa, tenda, dan lainnya.
Pada awalnya, barang-barang itu sering dikirim menggunakan air Bush A400M dan Hercules yang disediakan TNI AU untuk penanganan bencana banjir dan longsor tersebut.
Sesekali, pengiriman barang bantuan juga dilakukan melalui pesawat komersial. Begitu juga dengan barang kiriman PMI Pusat dari bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta yang memanfaatkan pelayanan kemanusiaan tersebut melalui pesawat berlambang besar seperti Air Bush A400M dan Hercules.
📚 Artikel Terkait
Selama tugas, dua kali saya ikut membongkar logistik dari lambung Air Bush A400. Menurunkannya menggunakan lori, menaikkan kembali ke dalam truk-truk, serta menurunkan kembali dengan rapi sesuai jenis barang di Shelter Galaxy Lanud SIM. Saat membongkar muatannya, dibutuhkan banyak personal maupun fisik yang prima. Sebab, jenis pesawat transportasi militer jarak jauh ini berbadan sangat besar denganmuatan mencapai 50 ton.
Suatu saat, saya ditemani beberapa Tenaga Sukarela (TSR) PMI dari kampus, pernah akan menjemput beberapa boks kantong darah dan barang lainnya. Barang-barang itu saat diturunkan secara acak, apabila kita tidak segera menjump, nantinya akan tercampur atau tertindih barang lainnya. Tentu, untuk menemukannya akan lebih sulit dan memakan waktu lebih lama.
Saat itu, seorang anggota TNI berkata, kita saling bantu. Kami akan angkut juga barang milik PMI, tetapi nanti kami juga tolong dibantu untuk mengangkat barang lainnya. Waktu untuk menurunkan muatan Air Bush A400M dimulai pukul 17.00 WIB dan baru selesai menaikkan kembali ke truk-truk milik PMI atauTNI pada pukul 21.00 WIB. Tugas ini belum selesai, karena nantinya relawan akan menurunkannya kembali di Shelter Galaxy.
Sejumlah anggota TNI, BNPB, relawan Tagana, Satpol PP/WH, dan lainnya, terlihat bekerja ekstra karena barang berbagai bentuk, ukuran, berat pada awal bencana itu berdatangan dengan intensitas tinggi. Perlu kerja cepat, sebab pesawat biasanya akan diisi logistik lainnya untuk melanjutkan penerbangan ke Bandara lain.
Maka, dibutuhkan kerja sama tim yang solid dan koordinasi yang baik antar petugas dan relawan. Sebagai LO di Lanud/Bandara SIM, lebih sering menerima kiriman kantong darah dari berbagai provinsi di Pulau Jawa dan Provinsi Lampung. Beberapa boks berisikan ratusan kantong darah tersebut juga saya pastikan aman sampai ke pihak UTD PMI Banda Aceh. Dan saya pun akan berusaha membantu dropping kembali via Hercules menuju Bandara Malikus Saleh di Lhokseumawe.
Selain itu, mengirimkan obat-obatan, handscoon atau sarung tangan, bahkan sarung, rompi, dan pengiriman sesuai pesanan khusus dari pengurus dan relawan PMI di Bener Meriah/Aceh Tengah dan Gayo Lues. Semua dapat berjalan atas pelayanan kemanusiaan yang diberikan TNI AU dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Perlu disampaikan, bahwa apabila pengiriman barang tercatat dengan rapi, apalagi dikemas beda dengan barang lain, serta diberi stiker lambang yang besar, maka pencarian barang milik kita akan mudah didapatkan. Tetapi, apabila tidak rapi administrasi pencatatan, dikuatirkan barang sulit didapatkan, bahkan bisa terkirim ke tempat lainnya.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






