POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Tradisi Buka Puasa Bersama Semakin Membumi

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
March 4, 2026
Tradisi Buka Puasa Bersama Semakin Membumi
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Ramadan itu unik. Siangnya kita menahan lapar, haus, dan godaan. Malamnya kita menahan diri untuk tidak menambah dua piring lagi. Di antara dua kutub itu, lahirlah satu tradisi yang makin hari makin sakral, buka puasa bersama. Bukber. Sebuah ritual sosial yang kadang lebih heboh dari rapat paripurna, lebih ramai dari seminar nasional, dan lebih strategis dari lobi politik kelas kakap.

Dalam dua hari terakhir, saya ikut dua episode “drama kolosal” itu.

Pertama, di Hotel Orchardz Pontianak. Diundang oleh H. Ahmad Kholil, bos Muzdalifah Tour and Travel. Saya melangkah masuk dengan perasaan seperti mahasiswa baru nyasar ke ruang dosen besar. Di ruangan itu berkumpul para pemilik travel umrah ternama. Orang-orang yang tiap musim bisa memberangkatkan ribuan jamaah ke Tanah Suci. Mereka berbicara tentang kuota, visa, tiket, hotel, regulasi. Bukan obrolan receh. Itu obrolan yang kalau dikonversi ke rupiah, mungkin bunyinya bisa bikin dompet saya minta perlindungan saksi.

Saya? Kang ngopi. Duduk manis. Nyempil di belakang. Berada di tengah orang-orang tajir yang mungkin omzetnya bisa bikin grafik ekonomi naik sendiri tanpa bantuan doa qunut. Tapi di situlah letak keindahannya. Saya belajar, bisnis umrah bukan sekadar spanduk pelepasan dan koper seragam. Di baliknya ada manajemen rapi, kalkulasi kurs dolar yang bisa naik-turun seperti emosi netizen, ada strategi menghadapi regulasi, ada seni menjaga kepercayaan jamaah. Mengantar orang beribadah ternyata butuh kecerdasan finansial, kecermatan hukum, dan ketahanan mental. Saya kagum. Ternyata dunia ini digerakkan oleh orang-orang yang bekerja dalam sunyi, tapi dampaknya sampai ke langit.

Bukber kedua tak kalah mengguncang batin. Undangan datang dari jajaran Kementerian Kehutanan yang menjalankan Forest Programme di Kabupaten Sanggau, Kalbar. Lokasinya di Kafe Periok, Jalan Sungai Raya Dalam, Kubu Raya. Awalnya saya tak kenal siapa-siapa. Saya datang dengan niat sederhana, silaturahmi dan jangan salah ambil minuman orang.

Ternyata yang mengundang adalah Pak Julmansyah. Beliau ingin kenalan. Katanya, beliau penggemar tulisan-tulisan saya. Saya senyum, antara terharu dan takut geer. Lebih mengejutkan lagi, ada anak buahnya yang hafal istilah “Koptagul”. Saya pikir istilah itu cuma berseliweran di kepala pembaca setia. Ternyata sudah menembus dinding kantor kementerian. Dunia literasi memang tak kenal sekat.

📚 Artikel Terkait

Agama

APRIL DAN LIONTIN

Disaksikan Presiden Jokowi, Zubaidah T Guru Honorer Terima Penghargaan Hari Kartini

Disdikbud Aceh Selatan Gelar Pentas PAI Jenjang SMP, Berikut Juaranya

Pak Julmansyah sendiri seorang penulis buku. Di momen itu beliau menghadiahi saya buku tebal berjudul Sumbawa-Masyarakat dan Budaya. Tebalnya seperti skripsi yang tidak mengenal kata ringkas. Isinya tentang masyarakat dan budaya, tentang denyut kehidupan yang sering luput dari headline. Saya menerimanya dengan rasa hormat. Di meja bukber itu, ilmu pengetahuan duduk berdampingan dengan es buah dan gorengan. Peradaban memang sering lahir di antara remah-remah makanan.

Lalu ada Dr. Desy Ekawati, S.Hut., M.Sc., yang menjalankan Forest Programme. Ia dan Pak Jul menginginkan saya menuliskan proyek perhutanan sosial dalam bentuk buku, dengan gaya camanewak. Ringan, renyah, asyik. Nuan bayangkan, hutan yang biasanya dibahas dengan bahasa teknis penuh terminologi, ingin diterjemahkan menjadi bacaan yang bisa dipahami orang kampung sampai profesor. Saya langsung berpikir, ini bukan sekadar proyek menulis. Ini jembatan. Menghubungkan kebijakan dengan rakyat, teori dengan dapur rumah tangga, karbon dengan kehidupan sehari-hari.

Mereka mengenal saya lewat Pak Jumtani, sesama anggota Pokja REDD+ Kalbar. Lagi-lagi terbukti, rezeki sering datang lewat kawan. Bukan lewat status galak, bukan lewat sindiran tajam, tapi lewat jaringan persahabatan. Dalam satu meja bukber, bisa lahir kolaborasi. Dalam satu gelas jeruk hangat, bisa muncul gagasan buku. Dalam satu undangan sederhana, bisa terbuka pintu masa depan.

Orang boleh saja menyindir bukber sebagai ajang pamer outfit atau lomba foto paling estetik. Silakan. Tapi bagi yang mau melihat lebih dalam, bukber adalah ruang belajar sosial. Tempat ekonomi, budaya, kehutanan, literasi, dan spiritualitas berpelukan tanpa canggung. Ia bukan sekadar makan setelah azan. Ia adalah simpul pertemuan takdir.

Sudah dua kali saya bukber. Biasanya menjelang Idulfitri, jadwal makin padat. Kafe, hotel, rumah makan penuh. Orang-orang datang membawa lapar dan pulang membawa cerita. Saya semakin yakin, di balik riuh sendok beradu dan suara azan magrib, Tuhan sedang menulis skenario yang jauh lebih indah dari yang kita rencanakan.

Bukber bukan cuma tradisi. Ia adalah laboratorium kehidupan. Kadang, di sanalah kita sadar, yang membuat kita besar bukan hanya apa yang kita makan, tapi siapa yang duduk semeja dengan kita.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

BENGKEL OPINI RAKyat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00