HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    870 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    870 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Struktur Politik Republik Islam Iran

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si by Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
Maret 2, 2026
in Artikel, Iran
Reading Time: 4 mins read
0
Struktur Politik Republik Islam Iran
594
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh

ADVERTISEMENT


Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Baca Juga

Ketika Anak Luput dari Kebijakan

Maret 23, 2026
Halal bi Halal: Saat Seluruh Negeri “Menghalalkan” Satu Sama Lain

Halal bi Halal: Saat Seluruh Negeri “Menghalalkan” Satu Sama Lain

Maret 23, 2026
Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

Maret 23, 2026

Struktur politik Republik Islam Iran dibangun sebagai hibrida antara teokrasi dan republik, di mana lembaga-lembaga agama memiliki posisi tertinggi, sementara lembaga-lembaga elektoral tetap berfungsi tetapi berada di bawah pengawasan ulama senior.

Sistem ini sering digambarkan sebagai “teokrasi elektoral”—ada pemilu, tetapi semua proses politik berada dalam kerangka ideologi Islam revolusioner dan otoritas ulama.
Di bawah ini adalah penjelasan lengkap mengenai struktur politik Iran, posisi setiap lembaga, serta keberadaan partai politik.

Kerangka Besar Sistem Politik Iran
Sistem politik Iran terdiri dari dua pilar utama: Pilar religius (teokratis) dan Pilar republik (elektoral). Pilar religius (teokratis): dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi dan lembaga-lembaga ulama seperti Majelis Ahli, Dewan Penjaga, dan Dewan Kebijaksanaan (Expediency Council). Pilar republik (elektoral): terdiri dari Presiden, Parlemen (Majelis Syura Islam), dan pemerintah daerah. Kedua pilar ini saling terkait, tetapi pilar religius selalu berada di atas pilar republik.

Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader / Rahbar)


Pemimpin Tertinggi adalah otoritas tertinggi negara, jauh di atas presiden. Ia memegang kendali atas Militer dan Garda Revolusi, Kebijakan luar negeri, Media negara, Pengangkatan kepala kehakiman, Pengangkatan setengah anggota Dewan Penjaga, dan Pengawasan atas semua lembaga negara. Pemimpin Tertinggi memegang “otoritas tertinggi atas angkatan bersenjata, kehakiman, penyiaran negara, dan keputusan kebijakan kunci”
Setelah wafatnya Ali Khamenei pada 2026, posisi ini kosong dan dijalankan oleh Dewan Kepemimpinan Sementara sesuai Pasal 111 Konstitusi, yang terdiri dari Presiden, Kepala Kehakiman, dan seorang ulama yang ditunjuk melalui Dewan Kebijaksanaan .

Wilayat-e-Faqih (Velayat-e Faqih) — Doktrin Dasar Sistem


Ini adalah konsep inti Republik Islam: “Kepemimpinan oleh ahli hukum Islam (faqih)”. Neagara ini menganut sistem teokrasi atau teo-demokrasi. Berbeda sekali dengan nomokrasi.
Doktrin ini menyatakan bahwa dalam ketiadaan Imam Mahdi (dalam teologi Syiah), seorang ulama yang paling berpengetahuan dan saleh harus memimpin negara untuk memastikan hukum Islam ditegakkan. Wilayat-e-Faqih menjadi dasar legitimasi Pemimpin Tertinggi dan seluruh struktur teokratis Iran.

Majelis Ahli (Assembly of Experts / Majles-e Khobregan)


Majelis Ahli adalah lembaga ulama beranggotakan 88 orang yang Memilih Pemimpin Tertinggi, Mengawasi kinerjanya, Secara teoritis dapat memberhentikannya.
Anggota Majelis Ahli dipilih melalui pemilu, tetapi hanya kandidat yang disetujui Dewan Penjaga yang boleh maju. Karena itu, lembaga ini tetap berada dalam orbit kekuasaan ulama konservatif.
Majelis Ahli juga berperan dalam menentukan anggota dewan sementara ketika Pemimpin Tertinggi wafat, sebagaimana terlihat pada 2026.

Dewan Penjaga (Guardian Council)
Dewan Penjaga adalah lembaga paling berpengaruh setelah Pemimpin Tertinggi. Terdiri dari 12 anggota: 6 ulama ditunjuk Pemimpin Tertinggi, 6 ahli hukum yang dipilih Parlemen dari kandidat yang diajukan Kepala Kehakiman.


Fungsi utamanya adalahMenyaring calon presiden, calon parlemen, dan calon Majelis Ahli, Mengawasi kesesuaian undang-undang dengan syariat Islam dan konstitusi, Dewan Penjaga adalah “gerbang ideologis” sistem politik Iran.

Dewan Kebijaksanaan (Expediency Council)
Dewan ini Menyelesaikan perselisihan antara Parlemen dan Dewan Penjaga, Memberi nasihat kepada Pemimpin Tertinggi, Kadang berperan sebagai lembaga penentu kebijakan strategis.
Dalam situasi darurat, Dewan Kebijaksanaan juga berperan dalam penunjukan ulama untuk dewan kepemimpinan sementara (Pasal 111) .

Presiden Iran


Presiden adalah kepala pemerintahan, tetapi bukan kepala negara. Ia Dipilih langsung oleh rakyat, Mengelola pemerintahan sehari-hari, Mengawasi ekonomi, kementerian, dan kebijakan domestik, Tidak memiliki kendali atas militer atau kebijakan luar negeri strategis Presiden adalah kepala pemerintahan yang dipilih melalui pemilu langsung, tetapi tetap berada di bawah Pemimpin Tertinggi dalam hierarki negara .

Parlemen (Majelis Syura Islam / Islamic Consultative Assembly)


Parlemen Iran adalah lembaga legislatif yang Anggotanya dipilih melalui pemilu. Perlemen bertugas Membuat undang-undang, Menyetujui anggaran dan perjanjian internasional, Mengawasi kinerja pemerintah. Namun semua undang-undang harus disetujui oleh Dewan Penjaga.

Kehakiman
Kepala Kehakiman ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi. Ia bertugas Mengawasi sistem peradilan, Mengajukan kandidat ahli hukum untuk Dewan Penjaga, Mengontrol jaksa agung dan pengadilan tinggi. Kehakiman adalah salah satu alat utama Pemimpin Tertinggi untuk mempertahankan kontrol.

Militer dan Garda Revolusi (IRGC)
Iran memiliki dua struktur militer: Tentara reguler (Artesh) dan Garda Revolusi (IRGC). Garda Revolusi (IRGC) — jauh lebih berpengaruh secara politik dan ekonomi. IRGC berada langsung di bawah Pemimpin Tertinggi dan memainkan peran besar dalam kebijakan luar negeri, terutama melalui operasi regional.


Apakah Ada Partai Politik di Iran? Ada, tetapi tidak seperti partai politik di negara demokrasi liberal. Karakteristik partai politik Iran adalah Tidak berbasis ideologi kiri–kanan, tetapi berbasis faksi: konservatif, reformis, pragmatis. Semua partai harus beroperasi dalam kerangka Republik Islam dan menerima Wilayat-e-Faqih. Kandidat partai harus lolos seleksi Dewan Penjaga. Jadi, partai politik ada, tetapi ruang geraknya sangat dibatasi.


Bagaimana Semua Lembaga Ini Berinteraksi? Struktur Iran dapat dibayangkan sebagai piramida: Pemimpin Tertinggi (puncak), Majelis Ahli, Dewan Penjaga, Dewan Kebijaksanaan, IRGC, Presiden, Parlemen, Kehakiman, Pemerintah daerah, partai politik, masyarakat sipil. Piramida ini tidak mencerminkan trias-politika. Pilar teokratis mengawasi dan membatasi pilar republik, memastikan negara tetap berada dalam jalur ideologi Islam revolusioner. []

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 180x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 157x dibaca (7 hari)
Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh
Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh
17 Mar 2026 • 139x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 135x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare238
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Baca Juga

Cerita Perjalanan

Batu Gajah Hilang di Bate Iliek

Maret 23, 2026
Artikel

Ketika Anak Luput dari Kebijakan

Maret 23, 2026
Halal bi Halal: Saat Seluruh Negeri “Menghalalkan” Satu Sama Lain
Artikel

Halal bi Halal: Saat Seluruh Negeri “Menghalalkan” Satu Sama Lain

Maret 23, 2026
Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli
Iran

Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

Maret 23, 2026
Next Post
Kavling Surga Harga Grosir

Kavling Surga Harga Grosir

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Login

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com