Dengarkan Artikel
Di episode kali ini, kita akan membahas sebuah buku yang sering disebut sebagai salah satu karya paling “aneh”, paling puitis, tapi juga paling berpengaruh dalam sejarah filsafat: Also sprach Zarathustra atau Thus Spoke Zarathustra.
Ini bukan buku filsafat yang enak dibaca sambil buru-buru. Bahkan, banyak orang yang berhenti di tengah jalan karena bingung, ini sebenarnya novel, kitab spiritual, atau ceramah filsafat? Nietzsche menulisnya seperti kisah seorang pertapa bernama Zarathustra yang turun dari gunung untuk berbicara kepada manusia tentang hidup, nilai, kebebasan, dan tentang kemungkinan manusia menjadi sesuatu yang lebih dari dirinya sekarang.
Masalahnya, buku ini juga termasuk yang paling sering disalahpahami. Ada yang mengira Nietzsche mengajarkan kesombongan. Ada yang menganggapnya anti moral. Bahkan ada yang membaca sepintas lalu merasa pesannya terlalu gelap. Padahal, di balik gaya bahasanya yang simbolik dan kadang terasa “liar”, ada pertanyaan besar yang sangat dekat dengan kehidupan kita hari ini: bagaimana kita hidup tanpa sekadar mengikuti nilai yang diwariskan begitu saja?
Di episode ini, kita akan membedah buku ini pelan-pelan, bab demi bab. Kita akan mencoba memahami ide-ide besar di dalamnya, mulai dari konsep Übermensch, tiga metamorfosis manusia, sampai pertanyaan paling mendasar: apakah manusia benar-benar bebas menentukan makna hidupnya sendiri?
Jadi, siapkan kopi atau teh kalian, tarik napas sebentar, dan mari kita mulai perjalanan membaca salah satu buku paling mengguncang dalam sejarah pemikiran manusia.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





