POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dinamika Gerakan Mahasiswa, Represi Negara, dan Kebebasan Akademik di Indonesia

Novita Sari YahyaOleh Novita Sari Yahya
February 25, 2026
Dinamika Gerakan Mahasiswa, Represi Negara, dan Kebebasan Akademik di Indonesia
🔊

Dengarkan Artikel

Sejarah, Konsep, dan Pembelajaran bagi Masa Kini

Oleh: Novita Sari Yahya

Tulisan ini ditulis berdasarkan istilah yang disampaikan oleh Rocky Gerung tentang “profesor dungu”. Pembahasan akan lebih mendalam jika kita masuk ke dalam kondisi yang menjelaskan mengapa intelektual berbeda dengan pihak yang hanya mengandalkan otot, termasuk dalam praktik di jalanan (politik jatah preman dan kuasa preman jalanan oleh Ian Wilson).

Pendahuluan

Gerakan mahasiswa di Indonesia memiliki posisi historis yang unik. Ia tidak sekadar menjadi ekspresi keresahan generasi muda, tetapi juga kerap berfungsi sebagai motor perubahan politik dan sosial. Dalam berbagai periode, mahasiswa tampil sebagai kekuatan moral yang mengingatkan negara ketika kekuasaan dinilai menyimpang dari kepentingan rakyat. Namun, peran ini tidak pernah berdiri di ruang yang sepenuhnya bebas. Relasi antara negara, kampus, dan masyarakat selalu dipenuhi ketegangan, negosiasi, serta, pada masa tertentu, represi.

Tulisan ini mengulas kronologi gerakan mahasiswa Indonesia, konsep represi dan kebebasan akademik, serta konteks historis yang berkaitan dengan tokoh Hariman Siregar.

Bagian I

Kronologi Gerakan Mahasiswa di Indonesia

1. Era 1960-an: Mahasiswa sebagai Kekuatan Politik

Pada pertengahan 1960-an, mahasiswa tampil sebagai aktor politik yang sangat berpengaruh. Ketika krisis ekonomi dan ketegangan politik memuncak, organisasi mahasiswa turun ke jalan menuntut perubahan arah pemerintahan. Demonstrasi besar pada masa ini berkontribusi pada pergeseran kekuasaan nasional dan membentuk citra mahasiswa sebagai kekuatan moral bangsa.

2. Tahun 1974: Peristiwa Malari

Awal 1970-an ditandai meningkatnya kritik mahasiswa terhadap kebijakan ekonomi dan ketimpangan sosial. Demonstrasi besar pada Januari 1974 berujung kerusuhan yang kemudian dikenal sebagai Peristiwa Malari. Setelah peristiwa ini, negara menerapkan kontrol lebih ketat terhadap aktivitas politik di kampus.

3. Normalisasi Kampus

Kebijakan pembatasan aktivitas politik mahasiswa mengubah bentuk gerakan. Diskusi intelektual, penerbitan alternatif, dan forum kajian menjadi ruang baru untuk menyampaikan kritik. Gerakan tidak hilang, tetapi bertransformasi menjadi lebih intelektual dan tersembunyi.

4. Reformasi 1998

Krisis ekonomi dan krisis legitimasi politik mendorong mobilisasi mahasiswa secara nasional. Demonstrasi besar pada 1998 berkontribusi pada perubahan politik mendasar dan membuka era reformasi.

5. Era Reformasi hingga Kini

Gerakan mahasiswa tetap hadir dengan pola yang lebih beragam, mulai dari aksi massa hingga advokasi berbasis riset dan kampanye digital.

Bagian II

Represi dan Kebebasan Akademik

1. Definisi Represi

Dalam kajian politik, represi merujuk pada upaya pembatasan ekspresi politik melalui regulasi, tekanan, atau penggunaan kekuasaan. Ia bisa bersifat fisik maupun struktural.

2. Chilling Effect

Tekanan politik dapat memunculkan rasa takut kolektif yang membuat individu menahan diri untuk berbicara. Dalam konteks kampus, efek ini dapat mengurangi kualitas diskursus akademik.

3. Kebebasan Akademik

Kebebasan akademik adalah hak dosen dan mahasiswa untuk berpikir, meneliti, dan menyampaikan pendapat secara bebas. Ia menjadi fondasi penting bagi demokrasi karena memungkinkan kritik berbasis pengetahuan.

4. Dilema Institusi

Perguruan tinggi harus menyeimbangkan kebebasan akademik dengan stabilitas organisasi. Karena itu, strategi kritik akademisi sering berbeda dengan aktivisme jalanan.

📚 Artikel Terkait

Menjalani Takdir dengan Kelapangan Hati

Budaya Ngopi Dalam Perspektif Anak Muda

SLB YBSM Banda Aceh Peringati Hari Disabilitas Internasional

Dihadiri Duta Besar Kuwait, Pertunjukkan Mahakarya Randai III Siti Manggopoh Sukses dan Memukau

Bagian III

Konteks Historis Hariman Siregar

Nama Hariman Siregar erat kaitannya dengan gerakan mahasiswa era 1970-an. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam Peristiwa Malari.

Penangkapan aktivis pasca-peristiwa tersebut menjadi simbol kuat pembatasan ruang politik pada masa itu dan berdampak panjang pada kultur kampus. Kisah generasi ini menjadi pengingat bahwa kebebasan politik selalu lahir dari proses panjang dan penuh risiko.

Bagian IV

Relasi Negara, Kampus, dan Masyarakat

Hubungan antara negara dan kampus berada dalam spektrum antara kolaborasi dan ketegangan. Kampus berperan sebagai sumber kritik dan pengetahuan, sementara negara menjadi aktor kebijakan.

Ketika hubungan ini berjalan sehat, kritik akademik menjadi masukan konstruktif. Sebaliknya, ketika kritik dianggap ancaman, ruang kebebasan dapat menyempit.

Bagian V

Pembelajaran

1. Dialog terbuka penting untuk mencegah konflik antara negara dan gerakan mahasiswa.

2. Literasi politik membantu menjaga kualitas kritik publik.

3. Kebebasan akademik perlu dijaga sebagai fondasi inovasi dan demokrasi.

Penutup

Sejarah menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa merupakan bagian penting dari dinamika demokrasi Indonesia. Dari masa ke masa, hubungan antara negara, kampus, dan masyarakat terus berubah mengikuti konteks politik dan sosial.

Konsep represi membantu memahami bagaimana kekuasaan dapat memengaruhi ruang ekspresi, sementara kebebasan akademik menegaskan pentingnya menjaga kampus sebagai ruang berpikir bebas. Pengalaman tokoh seperti Hariman Siregar memperlihatkan bahwa dinamika tersebut bukan sekadar teori, melainkan pengalaman historis yang membentuk perjalanan bangsa.

Daftar Pustaka 

Anderson, Benedict R. O’G. Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance, 1944–1946. Ithaca: Cornell University Press, 1972.

Aspinall, Edward. Opposing Suharto: Compromise, Resistance, and Regime Change in Indonesia. Stanford: Stanford University Press, 2005.

Budiman, Arief, ed. State and Civil Society in Indonesia. Clayton: Monash University Centre of Southeast Asian Studies, 1990.

Crouch, Harold. The Army and Politics in Indonesia. Revised ed. Ithaca: Cornell University Press, 1988.

Heryanto, Ariel. Identity and Pleasure: The Politics of Indonesian Screen Culture. Singapore: NUS Press, 2014.

Lane, Max. Unfinished Nation: Indonesia Before and After Suharto. London: Verso, 2008.

Mietzner, Marcus. Military Politics, Islam, and the State in Indonesia: From Failed Democratic Transition to Militarist Democracy. Singapore: ISEAS Publishing, 2009.

Siregar, Hariman. Catatan Seorang Demonstran. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1995.

Sulistyo, Hermawan. Palu Arit di Ladang Tebu: Sejarah Pembantaian Massal yang Terlupakan (1965–1966). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2000.

Vatikiotis, Michael R. J. Indonesian Politics Under Suharto: Order, Development and Pressure for Change. London: Routledge, 1993.

Profil Novita Sari Yahya

Penulis dan Peneliti

Buku yang Diterbitkan:

1. Romansa Cinta Antologi 23 Cerpen

2. Padusi: Alam Takambang Jadi Guru

3. Novita & Kebangsaan

4. Ibu Bangsa, Wajah Bangsa

5. Perempuan Indonesia, Zamrud Khatulistiwa

6. Self Love: Rumah Perlindungan Diri

7. Makna di Setiap Rasa: Antologi Puisi

8. Siluet Cinta, Pelangi Rindu

Pemesanan Buku: 089520018812

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 86x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 78x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 75x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 69x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya

Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone

Please login to join discussion
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
#Pendidikan

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
POTRET Budaya

Perjalanan Suci Sang Mentari

Oleh Tabrani YunisFebruary 20, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
136
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
206
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Bedah Buku - The Art of Thinking Clearly

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00