🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Heri Iskandar
Cara Mudah Merawat Logika
–‐————‐————————————
Minggu, 22/2/2026 (Edisi 1655)
"Kalau aku bilang tentang hal satu ini kira-kira kau percaya tidak Bib?"
"Sejauh bukan cerita kurafat seperti dongeng oknum Habib yang bilang mbahnya bisa bolak balik naik ke langit berjumpa dengan Allah Subhanahu Wata'ala ya pastilah."
"Ini tentang isi hatiku!"
"Terhadap hal apa itu..?"
"Orang-orang yang menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dengan menggarong uang negara secara tamak."
"Kok kesannya seperti ada tekanan yang hebat?"
"Memang ya!"
"Apa itu..?"
"Aku benar-benar sakit hati dan dendam."
"Terus?"
"Sekiranya aku bisa menjelma menjadi Malaikat pencabut nyawa maka satu pun dari mereka tidak akan kubiarkan hidup."
"Ngeri kali!"
"Anak dan isterinya akan aku gantung berjejer di tiang-tiang listrik biar rakyat puas. Kekecewaan rakyat Indinesia kepada penegak hukum yang tidak amanah akan terlunaskan."
"Kenapa tiba-tiba ada rasa dendam seperti itu?"
"Semua ini bermula dari bencana alam banjir bandang dahsyat yang menimpa tanah kelahiranku di Sibolga sana."
"Masalahnya apa kok Bang JAGo sangat terluka..?"
"Betapa tidak adil negara ini. Pejabatnya diberi legalitas bersekutu dengan para bangsat serakah untuk merusak alam. Mereka memperkaya diri bersama-sama tapi ketika alam hancur dan rakyat menderita cuma izin usahanya saja yang dicabut. Seluruh kerugian malah ditanggung oleh negara dengan menggunakan uang rakyat."
"Kalau itu iya, aku juga tidak terima tapi kita bisa apa? Orang-orang yang bersuara di Media Sosial seperti di TikTok saja malah diancam dan tanyangan mereka dihapus sepihak."
"Memang itu yang membuat aku dendam."
"Anehnya Pak Pigai tidak pernah bilang itu melanggar HAM. Beda kalau ada yang anti MBG langsung divonis anti negara!"
"Juga yang terjadi di Surabaya dua hari lalu. Betapa hatiku berdarah melihat aparat menyita empat peti berisi emas batangan hasil jarahan atas nama jabatan dan kekuasaan."
"Sebenarnya aku juga ada perasaan geram Bang. Tapi kita bisa apa? KPK yang kita harapkan dapat membersihkan para laknatullah itu dari Bumi Pertiwi ini hanya OTT-OTT saja."
"Itu juga membuat aku muak. Sedang yang sudah dicekal malah dicabut cekalnya dan yang sudah tersangka dibiarkan bebas hidup bermewah-mewah di luar sana."
"Pikir-pikir pantas aja ada penerima LPDP bangga anaknya jadi Warga Negara Inggris."
"Maka kubilang bila saja Allah takdirkan aku sebabagai pencabut nyawa maka akan aku geletakkan mayat mereka satu persatu di jalan-jalan layaknya bangkai Anjing."
"Itulah adilnya Allah Bang!"
"Adil bagaimana..?"
"Tetap menjaga harkat mereka sebagai manusia meski pun AllahbTahu hati dan nafsu mereka seperti Iblis."
"O..!"
“Allah tidak menghinakan mereka seperti itu di dunia. Tapi tempat mereka menyesali segala perbuatannya ada di akhirat nanti..!”
🙏Heri Iskandar
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 83x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 71x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 68x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






