HABA Mangat

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Nu’aiman, Pejuang Badar yang Membuat Nabi Tertawa

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Februari 24, 2026
in Artikel, Tokoh Islam
Reading Time: 3 mins read
0
Nu’aiman, Pejuang Badar yang Membuat Nabi Tertawa
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Tulisan ke-13 Edisi Ramadan. Sering kita membayangkan, kehidupan nabi dan sahabat itu sangat serius. Seperti tidak ada bercandanya. Ternyata, bayangkan itu salah. Kehidupan Nabi mirip seperti kehidupan kita juga, pasti ada yang suka ngebanyol, ngelabak, atau membuat suasana penuh humor. Siapakah sahabat nabi itu? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Baca Juga

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

Madinah abad ke-7 itu seperti markas besar revolusi. Wahyu turun, perang meletus, strategi disusun, munafik bikin drama. Suasananya tegang bukan main. Namun di tengah atmosfer serius level sidang kabinet darurat itu, muncul satu manusia dengan energi “stand-up comedy syar’i”. Namanya Nu’aiman bin Amr.

Ia bukan buzzer, bukan konten kreator receh. Ia veteran Badar. Ikut Bai’at Aqabah Kedua bersama 70–73 Anshar sebelum hijrah. Artinya, ia tanda tangan kontrak iman ketika Islam belum punya kantor pusat. Ia bertempur di Perang Badar (2 H), Uhud, Khandaq, dan hampir semua pertempuran besar. Jangan bayangkan ia cuma tukang ketawa. Pedangnya asli, bukan properti.

Namun yang membuat namanya abadi bukan tebasan pedang, melainkan tebasan humornya.

ADVERTISEMENT

Konon Rasulullah SAW sampai tertawa lepas karena ulahnya, sampai terlihat gigi geraham beliau. Itu pencapaian yang kalau hari ini mungkin setara membuat presiden tertawa di tengah rapat krisis. Ada riwayat yang memaknai, ia akan masuk surga sambil tertawa karena sering membuat Nabi tertawa. Nuan bayangkan, tiket surga lewat jalur “membahagiakan Rasul”.

Kisah pertama, madu dan minyak samin. Seorang sahabat membawa hadiah ke rumah Nabi. Nu’aiman ikut makan dengan muka polos seperti bayi baru bangun tidur. Ketika pedagang datang menagih, ia dengan santai menunjuk Nabi, “Kami makan bersama.” Itu level percaya diri yang kalau dipakai hari ini bisa bikin grup WhatsApp keluarga meledak. Rasulullah SAW tidak marah. Beliau tertawa dan membayar. Cinta itu memang sabar, bahkan terhadap sahabat superusil.

Kisah kedua lebih absurd lagi. Dalam perjalanan, Nu’aiman “menjual” temannya sebagai budak ke suatu kabilah. Temannya protes, pembeli serius, situasi makin kacau. Akhirnya ditebus. Ketika cerita itu sampai ke Nabi, beliau tertawa setiap kali mengingatnya. Ummu Salamah RA menyebut kisah itu jadi bahan canda berbulan-bulan. Ini bukan prank jahat. Ini prank penuh persahabatan, yang akhirnya menjadi legenda.

Namun hidupnya bukan cuma komedi. Ia pernah tergelincir dalam perkara khamar sebelum pengharaman tegas berlaku. Ia dibawa untuk dihukum. Ada sahabat yang kesal dan mengutuknya. Rasulullah SAW langsung menegur, “Jangan kalian mencelanya. Demi Allah, aku tahu ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Riwayat ini tercatat dalam Shahih al-Bukhari. Jadi, bahkan ketika salah, hatinya tetap bersih. Itu bukan pembelaan buta. Itu pengakuan atas cinta yang tulus.

Nu’aiman juga terhubung dengan keluarga besar sahabat melalui pernikahan. Ia hidup panjang hingga sekitar tahun 60 H pada masa Muawiyah bin Abi Sufyan menurut sebagian riwayat. Usianya tidak pasti, tetapi cukup lama untuk membuktikan bahwa Islam bukan agama yang alergi humor.

Coba renungkan. Rasulullah SAW memikul beban umat, menerima wahyu, memimpin negara, menghadapi ancaman eksternal dan internal. Lalu datang Nu’aiman dengan kelakuan jahil level dewa, membuat beliau tertawa. Itu bukan sekadar lucu. Itu terapi jiwa.

Humor Nu’aiman tidak pernah menghina. Tidak merendahkan. Tidak menusuk harga diri orang. Ia bercanda dengan cinta, bukan dengan racun. Itu beda tipis tapi dampaknya seluas samudra. Di zaman sekarang, satu meme bisa memicu perang komentar tujuh turunan. Nu’aiman justru menyatukan suasana.

Ia pejuang di Badar, tetapi juga “komedian resmi” Madinah. Ia pernah dihukum, tetapi dibela karena imannya. Ia jahil, tetapi dicintai. Kombinasi seperti ini jarang sekali muncul dalam sejarah.

Mungkin pesan terbesarnya sederhana. Kesalehan tidak identik dengan wajah tegang. Iman bisa tersenyum. Surga tidak hanya diisi tangisan taubat, tetapi juga tawa yang jujur.

Ente bayangkan nanti di akhirat, ketika manusia tegang menunggu hisab, tiba-tiba terdengar tawa ringan dari seseorang yang masuk surga sambil tersenyum. Bisa jadi itu Nu’aiman. Kita yang membaca kisahnya hari ini, minimal sudah senyam-senyum, sambil berpikir, ternyata agama ini indah, hangat, dan penuh rahmat.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 209x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 176x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 143x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Baca Juga

#Ekonomi

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis
#Korban Bencana

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026
Next Post

Bedah Buku - An Introduction to Logic

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com