POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menjadi Ratu di Hati Rakyat

Novita Sari YahyaOleh Novita Sari Yahya
February 24, 2026
Menjadi Ratu di Hati Rakyat
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Novita Sari Yahya

Cerpen Menjadi Ratu di Hati Rakyat merupakan salah satu cerpen yang terdapat dalam buku Self Love : Rumah Perlindungan Diri

Pidato Pembekalan dan Percakapan Bersama Novita Sari Yahya

Menjadi finalis ajang pemilihan bukanlah perjalanan yang dibentuk oleh mesin industri kapitalisme yang memoles mimpi seperti kisah Cinderella dengan mahkotanya. Tidak ada tongkat ajaib, tidak ada pesta dansa yang tiba-tiba mengubah hidup dalam semalam. Dunia pageant justru adalah ruang pembelajaran yang penuh tuntutan kedisiplinan, ketahanan mental, dan kematangan karakter.

Di ruang pelatihan yang sederhana namun hangat, puluhan finalis duduk membentuk setengah lingkaran. Di depan mereka berdiri sosok perempuan yang dikenal tegas namun hangat: CEO sekaligus national director Indonesia, Novita Sari Yahya. Hari itu ia memberikan pembekalan yang bukan sekadar arahan teknis, melainkan fondasi nilai tentang makna menjadi finalis di era baru pageant.

Bagian I

Suasana Pembekalan

Ruang itu dipenuhi suara kursi yang digeser pelan. Para finalis mengenakan pakaian rapi, sebagian membawa buku catatan, sebagian lagi menatap penuh harap.

Novita melangkah ke tengah ruangan, tersenyum, lalu membuka pembicaraan.

Novita:
“Selamat pagi, finalis. Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang kompetisi, tetapi tentang perjalanan hidup. Menjadi finalis bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang menjadi bermakna.”

Kalimat itu membuat ruangan hening. Beberapa finalis saling menatap, seolah baru menyadari bahwa mereka sedang memasuki proses yang lebih dalam dari sekadar lomba.

Finalis 1 (Alya):
“Bu, apakah benar dunia pageant selalu menuntut kesempurnaan?”

Novita mengangguk pelan.

Novita:
“Ya, tuntutan kesempurnaan memang ada. Namun di ajang ini, kita tidak menjadikannya tujuan utama. Yang utama adalah kepemimpinan, empati, dan karakter.”

Bagian II

Pidato Pembekalan CEO

Novita kemudian berdiri lebih tegap. Suaranya terdengar jelas, tenang, dan penuh keyakinan.

Pidato Novita Sari Yahya

“Finalis yang saya banggakan,

Banyak orang memandang pageant sebagai panggung glamor. Mereka melihat gaun, mahkota, dan sorotan kamera. Namun saya ingin kalian memahami sesuatu yang lebih mendalam.

Ajang ini adalah ruang pembentukan diri. Tempat di mana kalian belajar memimpin, belajar melayani, dan belajar memahami realitas masyarakat.

Yang membedakan ajang ini sebagai new era pageant adalah fokusnya pada kepemimpinan dan karakter. Kesempurnaan fisik bukanlah prioritas. Yang utama adalah kualitas diri dan kontribusi nyata.

Saya selalu menekankan, jadilah ratu di hati rakyat Indonesia. Mahkota sejati bukan yang berada di kepala, tetapi yang tumbuh dari kepercayaan masyarakat.

Jika niat kalian adalah berkontribusi melalui gerakan pemberdayaan, maka cemoohan dan kritik tidak akan menjadi beban. Sebaliknya, itu akan menjadi bahan bakar untuk terus bertumbuh.

Namun jika tujuan kalian hanya untuk terkenal, haus validasi, dan mengejar pujian, maka perjalanan ini akan terasa berat. Bahkan bisa melukai mental.

Karena itu, niatkan langkah kalian sebagai proses pemberdayaan diri dan pelayanan. Maka tidak ada satu pun komentar negatif yang mampu meruntuhkan kepercayaan diri kalian.

Ingat, kalian bukan hanya peserta. Kalian adalah agen perubahan.”

Pidato itu disambut tepuk tangan panjang. Beberapa finalis terlihat terharu.

Bagian III

Diskusi Interaktif

Setelah pidato, sesi percakapan dimulai. Para finalis diberi kesempatan bertanya.

Finalis 2 (Raissa):
“Bagaimana menghadapi tekanan dari standar kecantikan di luar sana, Bu?”

📚 Artikel Terkait

Inmemoriam Agus Widjojo

IBUKU PAHLAWANKU

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Ternyata Yayasan Sirah program Punya Talas Vokasional

Novita:
“Dengan memahami bahwa standar kecantikan itu relatif. Yang tidak relatif adalah integritas. Fokuslah pada kualitas diri, bukan persepsi orang.”

Finalis 3 (Mira):
“Apakah kritik publik perlu selalu didengar?”

Novita:
“Dengar, tetapi jangan semua disimpan di hati. Ambil yang membangun, lepaskan yang meruntuhkan.”

Bagian IV

Percakapan Personal

Saat istirahat, beberapa finalis mendekati Novita secara personal.

Alya:
“Bu, saya pernah di-bully karena mengikuti pageant. Kadang rasanya ingin mundur.”

Novita tersenyum lembut.
“Kalau kamu mundur, apakah mimpimu akan tetap hidup?”

Alya menggeleng pelan.

Novita:
“Bullying tidak akan berhenti, tapi kamu bisa memilih apakah itu menghentikan langkahmu atau menguatkanmu.”

Alya menghela napas, matanya berkaca-kaca.

Alya:
“Terima kasih, Bu. Saya merasa lebih kuat.”

Bagian V

Nilai New Era Pageant

Dalam sesi berikutnya, Novita menjelaskan filosofi ajang secara lebih mendalam.

  1. Kepemimpinan sebagai inti perjalanan
    Finalis dilatih mengambil keputusan, berbicara di depan publik, dan memimpin program sosial.
  2. Karakter lebih penting dari penampilan
    Integritas, empati, dan tanggung jawab menjadi tolok ukur utama.
  3. Advokasi sebagai aksi nyata
    Setiap finalis wajib memiliki program pemberdayaan masyarakat.
  4. Ketahanan mental sebagai fondasi
    Finalis dilatih menghadapi kritik dan tekanan publik.

Bagian VI

Simulasi Pidato Finalis

Sebagai latihan, Novita meminta beberapa finalis menyampaikan pidato singkat.

Raissa maju ke depan.

“Bagi saya, menjadi finalis bukan tentang tampil sempurna, tetapi tentang belajar melayani. Saya ingin membawa isu pendidikan literasi ke daerah saya.”

Novita tersenyum bangga.

Novita:
“Pidato yang baik adalah yang lahir dari pengalaman. Teruskan.”

Bagian VII

Percakapan Reflektif

Menjelang sore, suasana menjadi lebih santai.

Finalis 4 (Sinta):
“Bu, apa arti sukses menurut Ibu?”

Novita:
“Sukses adalah ketika keberadaan kita bermanfaat bagi orang lain. Bukan ketika kita paling dikenal.”

Sinta:
“Berarti mahkota hanyalah simbol?”

Novita:
“Betul. Simbol dari tanggung jawab, bukan kemewahan.”

Bagian VIII

Penutup Pembekalan

Hari mulai senja. Novita berdiri untuk menutup sesi.

“Finalis yang saya banggakan,

Perjalanan ini mungkin tidak mudah. Akan ada lelah, keraguan, bahkan air mata. Namun jika kalian tetap berpegang pada niat untuk berkontribusi, maka setiap langkah akan terasa ringan.

Jadilah pribadi yang tidak hanya terlihat indah, tetapi juga memberi dampak. Karena pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menilai siapa yang benar-benar layak disebut ratu.”

Tepuk tangan kembali memenuhi ruangan.

Epilog

Makna Menjadi Finalis

Para finalis pulang dengan wajah berbeda. Bukan hanya karena mendapatkan materi pelatihan, tetapi karena memperoleh perspektif baru.

Mereka menyadari bahwa pageant bukan panggung ilusi, melainkan ruang pembelajaran tentang kepemimpinan dan kemanusiaan.

Dan di benak mereka, satu kalimat terus terngiang:

“Jadilah ratu di hati rakyat.”

Profil Novita Sari Yahya
Penulis dan Peneliti
Buku yang Diterbitkan:

  1. Romansa Cinta Antologi 23 Cerpen
  2. Padusi: Alam Takambang Jadi Guru
  3. Novita & Kebangsaan
  4. Ibu Bangsa, Wajah Bangsa
  5. Perempuan Indonesia, Zamrud Khatulistiwa
  6. Self Love: Rumah Perlindungan Diri
  7. Makna di Setiap Rasa: Antologi Puisi
  8. Siluet Cinta, Pelangi Rindu
    Pemesanan Buku: 089520018812

Novita sari yahya
CEO/Founder

  1. Miss & Mister Nusantara Archipelago International
  2. Miss, Mrs. & Mister Zamrud Khatulistiwa
    3.. Miss & Mrs Hijab Heritage International.

Lagu Miss & Mister Nusantara Archipelago International

https://music.youtube.com/watch?v=2kBOAxhCczc&desc_update=1&si=eLjVj0Ado1SiJluZ

Pencipta lagu : Gede Jerson
Berdasarkan puisi karya Novita sari yahya

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 65x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya

Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone

Please login to join discussion
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
#Pendidikan

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
POTRET Budaya

Perjalanan Suci Sang Mentari

Oleh Tabrani YunisFebruary 20, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
128
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
206
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
94
Postingan Selanjutnya
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Ramadan sebagai Titik Balik Peradaban: Dari Empati Spiritual Menuju Sistem Keadilan Berkelanjutan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00