HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Salat Tarawih di Sumenep Madura Dikasih Uang Rp300 Ribu per Jamaah

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Februari 23, 2026
in Artikel, Ibadah, Mozaik Ramadan, Ramadan
Reading Time: 3 mins read
0
Salat Tarawih di Sumenep Madura Dikasih Uang Rp300 Ribu per Jamaah
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Definisi tajir melintir inilah dia. Sampeyan bayangkan ribuan jamaah salat tarawih dikasih uang masing-masing Rp300 ribu. Luar biasa. Simak narasinya sambil membayangkan seruput Koptagul, wak!

Baca Juga

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

Ramadan baru buka gerbang. Matahari masih panas macam dipanggang di tepi garam Madura. Tapi di Sumenep, suasana sudah seperti musim liburan di Pulau Gili Labak. Bedanya, yang datang bukan turis bawa snorkel, tapi jamaah bawa sajadah. Ribuan orang. Iya, ribuan. Dari siang sudah parkir badan di pelataran masjid sampai meluber ke jalan raya. Polisi? Turun 193 personel. Seratus sembilan puluh tiga! Ini tarawih apa pengamanan KTT?

Drone terbang. Video viral. Dari atas, barisan manusia itu melengkung seperti garis pasir di Pantai Sembilan. Warna mukena dan sarung seperti karang-karang hidup. Indah. Epik. Sinematik. Netflix lewat.

Orang mungkin berpikir, “Masyaallah, oksigen spiritual Sumenep lagi tinggi-tingginya!” Memang, kalau mau metafora, semangatnya setinggi kadar udara di Pulau Gili Iyang yang disebut-sebut paling segar sedunia. Tapi jangan naif dulu, cak. Ada faktor X yang bikin jamaah menumpuk macam akar di Wisata Mangrove Kedatim, rapat, berlapis, tak terpisahkan.

Faktor itu bernama Rp300.000 per kepala. Tunai. Cash. Amplop putih polos. Tanpa logo, tanpa watermark, tanpa “ingat 2029”. Distribusi dilakukan usai tarawih malam pertama, 18 Februari 2026, di delapan titik, Musala Wakaf Abdullah Kepanjen, Masjid Laju, Masjid Fathimah binti Said Gauzan Manding, Masjid Naqsabandiyah, Mushala Habib Muhsin, Mushala Zainab, Mushala Ba’antar, dan Mushala Bahrez.

Estimasi jamaah? 10.000–15.000 orang. Kali Rp300 ribu. Hasilnya? Rp3 miliar sampai Rp4,5 miliar beredar dalam satu malam. Satu malam, cak! Itu bukan lagi sedekah skala RT. Itu injeksi ekonomi setara festival daerah. Kalau uangnya ditumpuk mungkin bisa jadi menara baru di halaman Masjid Agung Sumenep.

Tokoh di balik layar? MH Said Abdullah, anggota DPR RI, Ketua Banggar DPR, orang yang sehari-hari main angka triliunan. Tapi malam itu, angka yang paling ditunggu jamaah cuma enam digit, 300.000.

Secara budaya, Sumenep ini kota kerajaan. Di Museum Keraton Sumenep tersimpan jejak para sultan. Tapi malam itu, yang terasa seperti “keraton modern” justru sistem distribusi amplopnya, rapi, terstruktur, dikawal aparat. Khidmatnya hampir setara ziarah ke Kompleks Pemakaman Raja-Raja Sumenep, hanya saja bedanya jamaah pulang bukan cuma dengan doa, tapi juga isi dompet bertambah.

ADVERTISEMENT

Fenomena ini unik. Seunik tengara Tulang Ikan Paus yang bikin orang berhenti dan bertanya, “Ini beneran?” Tarawih berubah rasa jadi “event Ramadan edition”. Rebutan tempat seperti rebut tiket konser. Booking sejak siang. Full 20 rakaat? Insyaallah kuat, wong hadiahnya jelas.

Apakah ini salah? Tidak ada yang bilang begitu. Zakat mal memang kewajiban. Berbagi itu indah. Uang berputar, ekonomi hidup, dapur mengepul. Tapi pertanyaan nakal tetap mengambang di udara Sumenep yang segar, kalau tidak ada Rp300 ribu itu, apakah jamaah tetap meluber sampai jalan? Apakah perlu 193 polisi? Apakah drone harus terbang?

Sumenep memang negeri gili, banyak pulau kecil yang eksotis, termasuk Giliyang dan kawan-kawannya. Tapi malam itu, masjid-masjid berubah jadi pulau harapan dadakan. Orang datang dengan niat ibadah, pulang dengan niat belanja.

Inilah Ramadan versi Sumenep, iman dan amplop berjalan bergandengan tangan seperti laut dan pasir. Kadang sulit dibedakan, mana yang lebih dulu bikin orang datang, panggilan langit atau panggilan dompet.

Subhanallah… subhanadompet… yang penting antre tertib, cak.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 209x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 176x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 143x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare237
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Baca Juga

#Ekonomi

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis
#Korban Bencana

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026
Next Post
Esensi Warung Kopi Aceh: Dari Tempat Nongkrong Menjadi Lahan Bisnis Modern.

Esensi Warung Kopi Aceh: Dari Tempat Nongkrong Menjadi Lahan Bisnis Modern.

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com