Dengarkan Artikel
Berapa banyak kebenaran yang kita telan tanpa pernah kita bedah? Berapa sering kita mengutip “makna asli”, “tafsir murni”, “suara rakyat”, seolah kata-kata itu turun dari langit tanpa sejarah, tanpa kepentingan, tanpa retakan?
Di episode Bedah Buku POTRET kali ini, kita tidak datang untuk menenangkan. Kita datang untuk membongkar. Kita menyelami Of Grammatology, karya provokatif dari Jacques Derrida—seorang pemikir yang berani mengatakan bahwa apa yang kita anggap “hadir”, “asli”, dan “pasti” ternyata berdiri di atas permainan tanda.
Derrida menantang fondasi peradaban Barat: bahwa makna itu stabil. bahwa ujaran lebih murni dari tulisan. bahwa ada pusat kebenaran yang tak tergoyahkan.
Jika makna selalu bergeser, jika bahasa selalu membawa kepentingan, jika setiap klaim kebenaran punya retakan—lalu apa yang sebenarnya sedang kita bela ketika kita berdebat?
📚 Artikel Terkait
Di tengah politik yang gemar mengklaim kebenaran tunggal, di tengah media sosial yang memotong realitas menjadi fragmen-fragmen viral, di tengah budaya akademik yang sering berlindung di balik nama besar—dekonstruksi menjadi pisau.
Bukan untuk menghancurkan makna. Tetapi untuk memperlihatkan bagaimana makna dibangun. Siapa yang diuntungkan. Siapa yang disisihkan. Episode ini bukan untuk mereka yang mencari kepastian nyaman.
Ini untuk mereka yang siap berpikir tanpa pegangan palsu. Siap mempertanyakan kata-kata yang selama ini terasa suci. Jika Anda percaya bahwa kebenaran harus tahan terhadap pembacaan kritis, maka mari masuk lebih dalam.
Selamat menyimak. Dan bersiaplah—bukan untuk diyakinkan, tetapi untuk diguncang.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






