POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Antologi Puisi

Serumpun Puisi ZEIA@1

Redaksi by Redaksi
Februari 4, 2026
in Antologi Puisi, Malaysia, Pemuisi Malaysia
0
Serumpun Puisi ZEIA@1 - c80e37f9 4006 4bb0 9d7b dd5e79d9b4ab | Antologi Puisi | Potret Online

WUJUD DENGAN RASA

Di antara nama dan doa yang disembunyikan,

Cinta berdiri sebagai rahsia setia;

Serumpun Puisi ZEIA@1 - 99b7f7b9 5c4e 4dc7 abf4 c99771e88f3c | Antologi Puisi | Potret Online
Baca Juga
Puisi
Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati
01 Mar 2026

Tidak menuntut lidah menyebut janji,

Cukup diam yang mengerti maksud hati.

Serumpun Puisi ZEIA@1 - f0a89471 fc40 406b 8f31 f221c0908221 | Antologi Puisi | Potret Online
Baca Juga
Antologi Puisi
Serumpun Puisi Yanuar Abdillah Setiadi
03 Feb 2026

Ia menjelma dalam sabar yang panjang,

Seperti senja menunggu malam;

Baca Juga
Antologi Puisi
“Puisi Pagi Ini” Karya D. Zawawi Imron: Refleksi Sosial dan Kemanusiaan
28 Mei 2025

Mengajar jiwa tentang menahan,

Bukan tentang memiliki.

Cinta demikian sifatnya—

Hadir tanpa suara,

Pulang tanpa menuntut.

ZÉIA@1

03.02.2026

TIMBANGAN KEMANUSIAAN

Di timbangan dunia yang pincang,

Ada jiwa yang diringankan derita;

Ada nasib yang digalas seorang,

Tanpa bahu untuk bersandar.

Namun tangan yang memberi tetap terbuka,

Walau dirinya juga serba tiada;

Kerana kemanusiaan bukan sekadar kata,

Ia perbuatan yang memuliakan luka.

Di situlah martabat manusia,

Ditegakkan oleh belas dan empati.

ZÉIA@2

03.02.2026

ASMARA  DUNIA

Terlihat kasih pada wajah letih,

Yang menyimpan tabah di balik senyum,

Pada ibu yang menelan tangis,

Agar anaknya belajar erti kuat.

Mahabbah bukan hanya harum mawar,

Ia juga hanyir peluh perjuangan;

Namun dari situlah ia bernyawa,

Menjadi nadi kepada yang hampir rebah.

Mawaddah  dunia bukan milik sepasang,

Ia milik semesta yang mencari sembuh.

ZÉIA@3

04.02.2026

HALAMAN INSAN

Di halaman waktu yang tidak bernama,

Tertera jejak langkah yang dipadam hujan;

Namun bekasnya tinggal di tanah hati,

Menjadi tanda bahawa pernah ada luka.

Tangan-tangan asing saling bersua,

Bukan kerana janji, tetapi kerana perlu;

Satu menghulur, satu menyambut,

Di antara runtuh dan bangkit yang silih berganti.

Di situlah manusia mengenal diri,

Bukan pada kata, tetapi pada perbuatan,

Bukan pada nama, tetapi pada budi.

ZÉIA@4

04.02.2026

BIODATA ZÉIA

ZÉIA, nama pena bagi Zulaika Eliya, lahir di Ipoh, Perak. Lulusan Seni Halus dari UiTM dan kini berkhidmat sebagai guru sekolah menengah di sebuah sekolah swasta.

Sejak 2020, ZÉIA aktif dalam puisi dan penulisan kreatif dengan tumpuan pada tema cinta, kemanusiaan sejagat, dan realiti kehidupan, dengan gaya yang memadukan aroma klasik Melayu dan pendekatan kontemporari.

Beliau juga aktif bersama PEMUISI Negeri Perak dan telah terlibat dalam penerbitan empat (4) buah buku antologi bersama barisan ahli pemuisi.

Next Post
Serumpun Puisi ZEIA@1 - a8bd2e8e d0f6 4150 8328 a075690f8aab | Antologi Puisi | Potret Online

Sajak- Sajak DK Ashari @1

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah