POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Antologi Puisi

Serumpun Puisi ZEIA@1

Redaksi by Redaksi
Februari 4, 2026
in Antologi Puisi, Malaysia, Pemuisi Malaysia
0
Serumpun Puisi ZEIA@1 - c80e37f9 4006 4bb0 9d7b dd5e79d9b4ab | Antologi Puisi | Potret Online

WUJUD DENGAN RASA

Di antara nama dan doa yang disembunyikan,

Cinta berdiri sebagai rahsia setia;

Serumpun Puisi ZEIA@1 - 2025 06 01 07 26 13 | Antologi Puisi | Potret Online
Baca Juga
Antologi Puisi
Puisi-Puisi Al-Azim Effendi
01 Jun 2025
Selengkapnya

Tidak menuntut lidah menyebut janji,

Cukup diam yang mengerti maksud hati.

Serumpun Puisi ZEIA@1 - 30ad2106 7224 44d3 9466 458479e00f29 | Antologi Puisi | Potret Online
Baca Juga
Antologi Puisi
10 Sajak Pilihan Terbaik Pulo Lasman Simanjuntak Jelang Akhir Tahun
24 Des 2025
Selengkapnya

Ia menjelma dalam sabar yang panjang,

Seperti senja menunggu malam;

Serumpun Puisi ZEIA@1 - 7b7f1e83 1a77 4047 a123 942a36aa8a6a | Antologi Puisi | Potret Online
Baca Juga
Antologi Puisi
Puisi-Puisi Nyakman Lamjame
21 Mei 2025
Selengkapnya

Mengajar jiwa tentang menahan,

Bukan tentang memiliki.

Cinta demikian sifatnya—

Hadir tanpa suara,

Pulang tanpa menuntut.

ZÉIA@1

03.02.2026

TIMBANGAN KEMANUSIAAN

Di timbangan dunia yang pincang,

Ada jiwa yang diringankan derita;

Ada nasib yang digalas seorang,

Tanpa bahu untuk bersandar.

Namun tangan yang memberi tetap terbuka,

Walau dirinya juga serba tiada;

Kerana kemanusiaan bukan sekadar kata,

Ia perbuatan yang memuliakan luka.

Di situlah martabat manusia,

Ditegakkan oleh belas dan empati.

ZÉIA@2

03.02.2026

ASMARA  DUNIA

Terlihat kasih pada wajah letih,

Yang menyimpan tabah di balik senyum,

Pada ibu yang menelan tangis,

Agar anaknya belajar erti kuat.

Mahabbah bukan hanya harum mawar,

Ia juga hanyir peluh perjuangan;

Namun dari situlah ia bernyawa,

Menjadi nadi kepada yang hampir rebah.

Mawaddah  dunia bukan milik sepasang,

Ia milik semesta yang mencari sembuh.

ZÉIA@3

04.02.2026

HALAMAN INSAN

Di halaman waktu yang tidak bernama,

Tertera jejak langkah yang dipadam hujan;

Namun bekasnya tinggal di tanah hati,

Menjadi tanda bahawa pernah ada luka.

Tangan-tangan asing saling bersua,

Bukan kerana janji, tetapi kerana perlu;

Satu menghulur, satu menyambut,

Di antara runtuh dan bangkit yang silih berganti.

Di situlah manusia mengenal diri,

Bukan pada kata, tetapi pada perbuatan,

Bukan pada nama, tetapi pada budi.

ZÉIA@4

04.02.2026

BIODATA ZÉIA

ZÉIA, nama pena bagi Zulaika Eliya, lahir di Ipoh, Perak. Lulusan Seni Halus dari UiTM dan kini berkhidmat sebagai guru sekolah menengah di sebuah sekolah swasta.

Sejak 2020, ZÉIA aktif dalam puisi dan penulisan kreatif dengan tumpuan pada tema cinta, kemanusiaan sejagat, dan realiti kehidupan, dengan gaya yang memadukan aroma klasik Melayu dan pendekatan kontemporari.

Beliau juga aktif bersama PEMUISI Negeri Perak dan telah terlibat dalam penerbitan empat (4) buah buku antologi bersama barisan ahli pemuisi.

Previous Post

Elite Jawa Timur Mulai Ketar-ketir Dibuat KPK

Next Post

Sajak- Sajak DK Ashari @1

Next Post
Serumpun Puisi ZEIA@1 - a8bd2e8e d0f6 4150 8328 a075690f8aab | Antologi Puisi | Potret Online

Sajak- Sajak DK Ashari @1

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah