POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Jejak di Kepala

RedaksiOleh Redaksi
January 30, 2026
Jejak di Kepala
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh :  Aura  Serene *

Abu-abu di atas langit merangkul raga di bawah sana. Kelompak bunga menumpahkan putik, menawar madu. Katanya hari ini akan sebaik matahari minggu lalu. Namun lembutnya sutra seolah lupa, termakan waktu.

Aliran sungai tak lagi setenang dulu, tanah pun enggan berbaik hati pada pijakan. Burung-burung di atas langit memisahkan diri, katanya, gelap sedang mengendap di pojok sana.

Aku duduk menatap semuanya—apa bumi sibuk menanggung beratnya sendiri? Bisa saja manusia kelelahan berdiri di sini.Tak ada yang tahu bagaimana akhirnya, tapi satu hal terasa pasti:hari ini, mereka tidak sedang berjalan bersama.

Aku mengambil alih selebaran itu—katanya, tulisan di sana suatu hari akan jadi ranahku. Saat itu aku hanya tersenyum, menyimpan harap dalam sikap yang kaku.

Mungkin kertasnya tak lebih dari abu, habis ditelan waktu, dan aku mengakuinya dengan ragu tanpa kepergian.

Jendelaku terbuka, sebagian—namun semilir itu penuh tipuan.

Semoga, semua baik saja. Meriksa tanpa memaksa.

📚 Artikel Terkait

Sabang International Freediving Competition (SIFC) 2018 Melibatkan 4 Juri Internasional

DPK Blora, Pusat Literasi untuk Masyarakat yang Berdaya

FAJAR SYAWAL TERSENYUM SI JELITA BIDADARI SYURGA DI JENDELA

BrainScience Academy Malaysia dan UMMAH Dirikan Laboratorium Terapi Berteknologi Tinggi untuk Disabilitas

Aku berada di seberang, meraup bungkusan kusut yang tertinggal. Mereka bilang, ini bukan kesalahan besar—padahal yang dimainkan adalah pikiran orang-orang penakut.

Andai rintik telah berhenti, andai tanah benar-benar terdiam, mungkin siang ini tetap cerah menyambut kami, mungkin kami masih sempat merasa segar.

Hijau yang kukenal bukan rekayasa paling rakus. Keindahan yang kulihat, bukan jejak para penjilat. Sudut pandang yang kudengar tak lebih dari bujuk rayu para penjelajah—manis yang disusun rapi untuk penenang suatu hari.

Aku menyusuri jalanan itu, tepat di hadapan mereka yang menggelegar meski tak terlihat. Tujuan yang sementara, bagi kerusakan yang terlelap.

Penerimaan kerap datang setelah segalanya selesai. Cinta yang tumbuh perlahan beterbangan, disapu hujan.

Tak ada yang benar-benar utuh, yang tertinggal hanyalah seberkas sinar di dalam gelap.

Alunan pita suaranya mengendap di telingaku. Roda berputar semakin cepat, melintasi lorong waktu. Semakin kubuka kulitnya, manis itu kian terasa, melebihi gula.

Bisa saja ini hanya angin lalu, namun hatiku tahu—ini bukan musik sewajarnya.

*Penulis adalah peserta kelas menulis 7 hari di Instagram Sigupai Mambaco

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
#Pendidikan

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
POTRET Budaya

Perjalanan Suci Sang Mentari

Oleh Tabrani YunisFebruary 20, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
136
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
206
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Aceh di Persimpangan Kuasa Global

Aceh di Persimpangan Kuasa Global

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00