• Latest
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang

Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang

Januari 26, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
IMG_0532

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026

Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Januari 26, 2026
in # Ironi, #Anggaran Pendidikan, #Pendidikan, Artikel, Guru Honorer, organisasi guru, Pendidikan, Politik Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
0
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
596
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Banyak guru honorer mengeluh, merasa diperlakukan tidak adil oleh negara. Mereka mengabdi bertahun-tahun dengan berlinang air mata, begitu sulitnya diangkat menjadi pegawai PPPK. Sementara pegawai SPPG yang baru seumur jagung, begitu cepat diangkat sebagai ASN. Benarkah demikian? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Di sebuah negeri yang gemar berpidato tentang masa depan, lahirlah sebuah program yang diperlakukan seperti anak mahkota kerajaan. Namanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia dikawal jenderal, dielus regulasi, dipamerkan ke luar negeri, dan disanjung sebagai fondasi generasi emas. Negara menunduk hormat padanya. Tapi jauh dari panggung megah itu, di ruang-ruang kelas yang catnya mengelupas, tragedi sunyi sedang berlangsung, tanpa kamera, tanpa karpet merah, tanpa tepuk tangan.

Ada 4,21 juta guru di Indonesia pada tahun ajaran 2024/2025. Dari jumlah itu, sekitar 1,6 hingga 1,7 juta masih berstatus honorer. Mereka datang paling pagi dan pulang paling sore. Mereka menulis di papan tulis sambil menghitung sisa beras di rumah. Gaji mereka sering kali hanya Rp300 ribu sampai Rp1 juta per bulan. Ada yang lebih kecil dari uang parkir pejabat dalam sebulan. Namun mereka bertahan, karena di negeri ini, mengajar selalu disebut sebagai pengabdian, kata indah yang sering dipakai untuk menutupi ketidakadilan.

Lalu datanglah SPPG, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, tulang punggung MBG. Lewat Perpres Nomor 115 Tahun 2025, negara membuka jalur cepat menuju surga bernama PPPK. Masa kerja bisa kurang dari satu tahun. Seleksi cukup CAT sederhana. Sekitar 32.000 pegawai inti, kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, diproyeksikan langsung menjadi PPPK. Total ekosistemnya bahkan mencapai 741.985 orang. Negara bergerak cepat, secepat tangan ibu menyuapi anak kesayangannya.

Begitu status PPPK disematkan, angka-angka pun berubah drastis. Berdasarkan Perpres Nomor 11 Tahun 2024, gaji PPPK 2025 dimulai dari Rp1,79 juta hingga Rp5,77 juta per bulan, tergantung golongan. Pegawai inti SPPG umumnya berada di kisaran Rp3 sampai Rp5 juta. Angka-angka itu terdengar seperti dongeng bagi guru honorer yang sudah mengabdi lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun. Mereka mengajar anak-anak yang kini makan bergizi gratis, sambil menahan lapar struktural yang tak pernah masuk laporan resmi.

Ironi ini makin pedih ketika dibandingkan dengan perangkat desa. Kepala desa digaji Rp2,42 juta per bulan, sekretaris desa Rp2,22 juta, perangkat lain Rp2,02 juta. Stabil, tapi tak melonjak. Guru honorer? Masih menggantung di langit-langit kebijakan. Negara seperti berkata, mengurus dapur lebih cepat dihargai dari membangun akal.

Baca Juga

IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026

Organisasi guru, PGRI dan forum honorer, telah lama bersuara. Mereka menuntut keadilan, bukan belas kasihan. Mereka tidak menolak MBG, tapi bertanya dengan suara bergetar, mengapa kami selalu yang diminta sabar? Mengapa jalur PPPK kami penuh rintangan, sementara jalur lain dibentangkan seperti jalan tol tengah malam?

Yang paling menyakitkan, MBG belum berlandaskan Undang-Undang. Ia baru berdiri di atas Perpres dan Keppres. Namun perlakuannya sudah seperti hukum abadi. Guru, yang menjadi tulang punggung peradaban, justru masih menunggu pengakuan negara yang mereka layani setiap hari.

Inilah tragedi kita. Anak-anak kenyang, tapi guru mereka lapar. Negara merayakan masa depan, sambil mengorbankan masa kini. Di ruang kelas, air mata tidak jatuh karena sedih semata, tapi karena merasa dilupakan. Di situlah ironi paling kejam bersemayam. Negeri ini memberi makan tubuh anak-anaknya, tetapi membiarkan jiwa para pendidiknya perlahan kelaparan.

Program sebesar apa pun akan kehilangan makna jika dijalankan dengan menyingkirkan keadilan bagi mereka yang paling setia mengabdi. Guru bukan hiasan pidato dan bukan angka di laporan, mereka adalah nadi peradaban. Jika murid dijamin gizinya, maka martabat gurunya wajib dijamin keadilannya.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 300x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 227x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 175x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare238Tweet149
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Baca Juga

IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541
#Cerpen

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818
Esai

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
Next Post

Meta AI Studio Rolls Out Support for Custom Voice Bots

HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com