POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

SP3 Pengecoh Rasa Keadilan

RedaksiOleh Redaksi
January 19, 2026
SP3 Pengecoh Rasa Keadilan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh ReO Fiksiwan

„Kebahagiaan terbesar bagi jumlah orang terbanyak itulah ukuran benar dan salah.“ — Jeremy Bentham(1748-1832), An Introduction to the Principles of Morals and Legislation(1789).

SP3, surat perintah penghentian penyidikan, sering kali menjadi simbol betapa hukum di negeri ini bisa berubah menjadi panggung satire sekaligus pengecoh.

Kasus Eggy Sujana(67) dan Damai Hari Lubis(60) terkait dugaan dan tuduhan ijazah palsu yang berakhir dengan SP3, hanyalah satu fragmen dari drama panjang tata peradilan Indonesia.

Di atas kertas, KUHP baru yang digadang-gadang sebagai tonggak reformasi hukum seharusnya memberi kepastian, transparansi, dan rasa keadilan.

Namun dalam praktik, ia justru tampak seperti naskah yang bisa ditafsirkan sesuka hati oleh para aktor yang bergelimang kepentingan.

SP3 bukan sekadar prosedur hukum, melainkan cermin dari bagaimana kekuasaan mempermainkan rasa keadilan publik.

Ketika masyarakat menanti kepastian, yang hadir justru ketidakpastian.

Ketika hukum diharapkan menjadi pedoman, yang muncul adalah mafia peradilan yang kotor dan keji.

Tulisan ini bukan untuk membela siapa pun, melainkan untuk menyingkap absurditas peradilan: bahwa di negeri yang mengaku menjunjung hukum, keadilan bisa diperlakukan sebagai komoditas yang diperjualbelikan.

Bahkan untuk refleksi ini, kita tidak bisa lepas dari dalil keadilan yang diajarkan Nabi Muhammad.

Merujuk Juan Cole(72), aktif sebagai profesor sejarah di University of Michigan serta penulis dan komentator tentang Timur Tengah dan dunia Islam,
dalam Muhammad: Prophet of Peace Amid the Clash of Empires(2009) menekankan bagaimana Al-Qur’an menampilkan Muhammad sebagai juru damai dunia — di tengah dua imperium akbar: Sasaniyah(Persia) dan Romawi — yang menegakkan keadilan bukan sekadar sebagai aturan formal, melainkan sebagai hakikat moral.

Keadilan dalam Al-Qur’an adalah amanah, sebuah panggilan untuk menegakkan kebenaran meski melawan arus kepentingan dan kezaliman manusia.

Namun di Indonesia, dalil keadilan itu sering kali hanya menjadi retorika, sementara praktiknya terjebak dalam pusaran kepentingan politik dan ekonomi sempit segelintir manusia tamak dalam segala hal serta perbuatan.

📚 Artikel Terkait

4 Penyair dan 24 Penulis Kompak Terbitkan Buku Duka Pengungsi Rohingnya

Fanatik Menjadi Langkah Awal Kebodohan

Kala AAA Gandeng TDW Resources dalam Program Blueprint Pendidikan Transformasi

BENGKEL OPINI RAKyat

Hal ini pula mengingatkan kita bahwa hukum di Indonesia pasca-KUHP baru masih jauh dari cita-cita luhur. Ia lebih sering menjadi alat legitimasi kekuasaan daripada pelindung rakyat.

SP3 yang seharusnya menjadi mekanisme hukum justru menjelma sebagai pengecoh terhadap rasa keadilan.

SP3 sebagai mekanisme penghentian penyidikan seharusnya menjadi instrumen hukum yang menjamin kepastian.

Namun dalam praktik, ia sering menjelma sebagai pseudo-peradilan, sebuah bentuk peradilan semu yang lebih menguntungkan kepentingan elit daripada masyarakat luas.

Jika dilihat dari perspektif Jeremy Bentham, hal ini jelas bertentangan dengan prinsip utilitarianisme yang menekankan: “the greatest happiness for the greatest number”.

Bentham menulis dalam An Introduction to the Principles of Morals and Legislation pada pertengahan abad-19, menekankan bahwa hukum harus dinilai dari sejauh mana ia membawa manfaat(utilitas) dan mengurangi penderitaan.

Dengan kata lain, hukum bukan sekadar prosedur formal, melainkan alat untuk memastikan kesejahteraan publik(public welfare).

SP3 yang digunakan sebagai tameng kepentingan justru menjadi pengecoh rasa keadilan, karena ia mengabaikan kepentingan masyarakat luas dan hanya melayani segelintir pihak.

Kita tidak sedang membela Eggy Sujana atau Damai Hari Lubis, bahkan trio RRT dan korban lainnya, melainkan sedang menertawakan ironi bahwa hukum bisa begitu lentur, bisa begitu rapuh, dan bisa begitu mudah dipermainkan.

SP3 menjadi simbol bahwa di Indonesia, keadilan bukanlah tujuan, melainkan sekadar dekorasi dalam panggung kekuasaan.

Dan selama mafia peradilan masih berkuasa, hal ini , ihwal SP3, akan terus berulang, menertawakan kita semua yang masih berharap pada keadilan yang sejati.

Sebagai konklusi atas pengecoh rasa keadilan dalam praktek penyelesaian hukum melalui SP3 dapat diringkas berikut ini:

1/ Utilitarianisme Bentham:
Hukum harus berorientasi pada manfaat terbesar bagi masyarakat.

2/ SP3 di Indonesia:
Lebih sering menjadi alat legitimasi kekuasaan, bukan pelindung rakyat.

3/ Pseudo-peradilan:
SP3 yang dipakai untuk menutup kasus sensitif menjelma sebagai bentuk peradilan semu, yang menipu publik dengan prosedur formal tetapi mengabaikan substansi keadilan.

4/ Kontras dengan Qur’an:
Dalil keadilan dalam Al-Qur’an, seperti yang ditulis Juan Cole menekankan amanah moral untuk menegakkan kebenaran.

Dan sebagai peneguh manfaat sosial seluas-luasnya sembari menepis kemudharatan, praktik hukum yang hanya menjadi dekorasi kekuasaan sejatinya harus ditolak.

coversongs:

Lagu Ya Nabi Salam Alayka dari Maher Zain(44) dirilis pada 2009, sebagai bagian dari album debutnya Thank You Allah.

cover foto diambil dari video Eggy Sujana bersama mobil mewah beredar di semua laman platform digital dan ditambahi teks di pintu mobil dengan bantuan AI.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Perang Moderen, Teknologi dan Kegawatdaruratan Nasional

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00