POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis

RedaksiOleh Redaksi
January 11, 2026
Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Andi Kurniawan

Bayangkan bumi adalah rumah bersama. Ketika atap bocor di satu ruangan, penghuni ruangan lain tidak boleh berkata, “itu bukan kamar saya.” Krisis Ekologis mengajarkan empati karena kerusakan alam di satu tempat seperti banjir, kekeringan dan polusi, cepat atau lambat akan berdampak pada semua. Belajar empati berarti merasa bertanggung jawab atas penderitaan yang belum kita alami secara langsung. 

Di tengah krisis ekologis, empati bukan lagi sekadar konsep yang dipelajari di ruang kelas, melainkan sikap yang diuji oleh kenyataan. Bumi ibarat rumah bersama; ketika satu ruangan bocor akibat banjir bandang, tidak adil jika penghuni ruangan lain berpaling dan berkata, “Itu bukan masalah saya.” Kesadaran inilah yang diwujudkan oleh Siswa Kelas XI DKV SMK Negeri 1 Tanah Jambo Aye.

Sebanyak 20 siswa melakukan kunjungan kemanusiaan kepada teman sekelas mereka yang terdampak berat pasca banjir bandang 26 November 2025. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, setelah memperoleh izin sekolah dan didampingi guru, mereka bergerak menuju tiga titik lokasi terdampak: Gampong Paya Demam 1, Kecamatan Pante Bidari, Gampong Alu Ie Dua, Kecamatan Langkahan, dan Gampong Geudumbak Kecamatan Langkahan.

Kunjungan ini menjadi praktik nyata belajar empati ekologis. Para siswa tidak hanya mendengar cerita dari jauh, tetapi menyaksikan langsung dampak bencana yang mengubah kehidupan teman mereka. Salah satunya adalah Nadia Ulfa, yang kini tinggal di hunian sementara setelah kehilangan rumah. Meski demikian, Nadia tetap hadir ke sekolah. Semangatnya menunjukkan daya lenting (resiliensi) untuk bangkit pascabencana.

📚 Artikel Terkait

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Profesor Dayan Dawood Lentera Ilmu di Universitas Syiah Kuala

RUU Perampasan Aset Hanya Untuk Mengumbar dan Bagi-bagi Dana Saja

Kita Butuh Sekolah Literat

Semangat Nadia ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua, terutama bagi teman-teman yang ikut dalam kunjungan ini. Dalam analogi demam dalam tubuh, Nadia adalah bukti bahwa luka tidak selalu mematikan harapan.  Ia justru menjadi sinyal untuk pulih dan saling menguatkan.

Sebagai wujud kepedulian, para siswa secara swadaya mengumpulkan dana sebesar Rp500.000 dari uang pribadi. Dana tersebut dibelanjakan menjadi kebutuhan pokok seperti beras, air minum, telur, dan minyak goreng. Tindakan sederhana ini mencerminkan kesadaran bahwa manusia sesungguhnya minum dari gelas yang sama bernama bumi ketika satu pihak kekurangan, pihak lain tidak pantas berlebihan.

Pihak sekolah melalui wali kelas juga telah melakukan pendataan siswa yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat banjir. Data ini diteruskan ke Dinas Pendidikan Aceh agar para korban memperoleh bantuan yang lebih layak. Langkah ini menunjukkan bahwa empati tidak berhenti pada rasa iba, tetapi berlanjut pada tanggung jawab institusional.

Bagi siswa DKV, kegiatan ini sekaligus menjadi pembelajaran visual dan sosial: melihat langsung bagaimana krisis ekologis memengaruhi manusia, lalu menerjemahkannya menjadi kepedulian, solidaritas, dan aksi nyata. Sebab pada akhirnya, menjaga empati di tengah krisis ekologis berarti menjaga kemanusiaan itu sendiri.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Menjaga Aceh, Menyelamatkan Republik: Refleksi atas Luka Sejarah, Kepemimpinan, dan Etika Bernegara

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00