• Latest
Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis

Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis

Januari 11, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis

Redaksi by Redaksi
Januari 11, 2026
in #Korban Bencana, #Pendidikan, Aceh, Artikel, Banjir bandang, Bencana, Kebencanaan, Mitigasi bencana, Pendidikan karakter
Reading Time: 2 mins read
0
Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Andi Kurniawan

Bayangkan bumi adalah rumah bersama. Ketika atap bocor di satu ruangan, penghuni ruangan lain tidak boleh berkata, “itu bukan kamar saya.” Krisis Ekologis mengajarkan empati karena kerusakan alam di satu tempat seperti banjir, kekeringan dan polusi, cepat atau lambat akan berdampak pada semua. Belajar empati berarti merasa bertanggung jawab atas penderitaan yang belum kita alami secara langsung. 

Di tengah krisis ekologis, empati bukan lagi sekadar konsep yang dipelajari di ruang kelas, melainkan sikap yang diuji oleh kenyataan. Bumi ibarat rumah bersama; ketika satu ruangan bocor akibat banjir bandang, tidak adil jika penghuni ruangan lain berpaling dan berkata, “Itu bukan masalah saya.” Kesadaran inilah yang diwujudkan oleh Siswa Kelas XI DKV SMK Negeri 1 Tanah Jambo Aye.

Sebanyak 20 siswa melakukan kunjungan kemanusiaan kepada teman sekelas mereka yang terdampak berat pasca banjir bandang 26 November 2025. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, setelah memperoleh izin sekolah dan didampingi guru, mereka bergerak menuju tiga titik lokasi terdampak: Gampong Paya Demam 1, Kecamatan Pante Bidari, Gampong Alu Ie Dua, Kecamatan Langkahan, dan Gampong Geudumbak Kecamatan Langkahan.

Kunjungan ini menjadi praktik nyata belajar empati ekologis. Para siswa tidak hanya mendengar cerita dari jauh, tetapi menyaksikan langsung dampak bencana yang mengubah kehidupan teman mereka. Salah satunya adalah Nadia Ulfa, yang kini tinggal di hunian sementara setelah kehilangan rumah. Meski demikian, Nadia tetap hadir ke sekolah. Semangatnya menunjukkan daya lenting (resiliensi) untuk bangkit pascabencana.

Semangat Nadia ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua, terutama bagi teman-teman yang ikut dalam kunjungan ini. Dalam analogi demam dalam tubuh, Nadia adalah bukti bahwa luka tidak selalu mematikan harapan.  Ia justru menjadi sinyal untuk pulih dan saling menguatkan.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Sebagai wujud kepedulian, para siswa secara swadaya mengumpulkan dana sebesar Rp500.000 dari uang pribadi. Dana tersebut dibelanjakan menjadi kebutuhan pokok seperti beras, air minum, telur, dan minyak goreng. Tindakan sederhana ini mencerminkan kesadaran bahwa manusia sesungguhnya minum dari gelas yang sama bernama bumi ketika satu pihak kekurangan, pihak lain tidak pantas berlebihan.

Pihak sekolah melalui wali kelas juga telah melakukan pendataan siswa yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat banjir. Data ini diteruskan ke Dinas Pendidikan Aceh agar para korban memperoleh bantuan yang lebih layak. Langkah ini menunjukkan bahwa empati tidak berhenti pada rasa iba, tetapi berlanjut pada tanggung jawab institusional.

Bagi siswa DKV, kegiatan ini sekaligus menjadi pembelajaran visual dan sosial: melihat langsung bagaimana krisis ekologis memengaruhi manusia, lalu menerjemahkannya menjadi kepedulian, solidaritas, dan aksi nyata. Sebab pada akhirnya, menjaga empati di tengah krisis ekologis berarti menjaga kemanusiaan itu sendiri.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare237Tweet148
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Menjaga Aceh, Menyelamatkan Republik: Refleksi atas Luka Sejarah, Kepemimpinan, dan Etika Bernegara

HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com