POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Sumatera Utara

Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul

Redaksi by Redaksi
Desember 20, 2025
in #Sumatera Utara, Aceh, Banjir, Banjir bandang, bantuan sepeda, Bencana, Kebencanaan, Sumatera Barat
0
Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul - 6ad4446d 46d1 46ae 8a2f f9feff8b2ea7 | #Sumatera Utara | Potret Online

Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul

By: Cut Putri Dinata

Sehari setelah banjir melanda, Komunitas Inong Literasi membuka donasi.

Baca Juga
Aceh
MEMILIH GOES SEPEDA UNTUK GAYA HIDUP YANG LEBIH SEHAT
20 Mar 2023

Bukan dengan rencana besar, hanya dengan satu niat: tidak membiarkan saudara-saudara kami bertahan sendirian.

Kami mendata anggota Inong Literasi yang menjadi korban.

Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul - 7b7f1e83 1a77 4047 a123 942a36aa8a6a | #Sumatera Utara | Potret Online
Baca Juga
#Pendidikan
Menjaga Matahari Iman dalam Arus Zaman: Pendidikan, Peradaban Islam, dan Nafas Aceh
31 Jan 2026

Pesan-pesan masuk cepat, langkah-langkah pun diambil. Para member bergerak hampir tanpa jeda. Alhamdulillah, dana terkumpul, dan kebutuhan segera dibelanjakan berdasarkan informasi sahabat-sahabat Inong Literasi yang berada langsung di lokasi bencana.

Penyaluran bantuan tidak mudah.

Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul - B9D42B6B 6DF0 4D60 B783 1C7890467780 | #Sumatera Utara | Potret Online
Baca Juga
Aceh
Majalah POTRET Gelar Lomba Menulis Essai Se-Aceh
23 Jan 2023

Ada lelah, ada air mata, ada emosi yang naik turun. Dari sekian banyak kisah, satu cerita menetap lama di hati kami. Seorang ibu dan anak-anaknya bertahan di loteng rumah saat air naik.

Banjir datang dengan kecepatan dan kekuatan yang tidak pernah mereka bayangkan. Seumur hidup, wilayah itu tidak pernah kebanjiran.

Anak-anaknya mengalami trauma berat.

Di tengah hari itu, sebuah pesan masuk.

Seorang dosen Universitas Teuku Umar, Meulaboh ingin berbagi, bukan dengan uang, melainkan dengan benda-benda yang memiliki makna. Boneka-boneka kesayangan putrinya.

Sepeda mini pink.

Sepeda roda tiga.

Dan sebuah skuter kecil berwarna pink.

Dengan wajah malu-malu, Naya menyerahkan mainan-mainannya.

Gadis kecil itu memahami, dengan caranya sendiri, bahwa ada anak-anak seusianya yang sedang kehilangan rasa aman.

Kami langsung teringat anak-anak yang bertahan di loteng rumah itu.

Mainan-mainan ini, insyaAllah, akan kami kirimkan ke sana.

Bukan sekadar hadiah, tetapi harapan kecil agar senyum mereka perlahan kembali.

Kadang, pemulihan tidak selalu datang dalam bentuk besar. Ia hadir lewat tangan kecil, dan empati yang tumbuh lebih dulu dari usia.

Terima kasih, Pak.

Terima kasih, Naya.

Next Post
Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul - 880dadbb 212f 44e0 b092 42f28a3981ab | #Sumatera Utara | Potret Online

Bencana Ini Diskriminatif

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah