POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Sumatera Utara

Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul

Redaksi by Redaksi
Desember 20, 2025
in #Sumatera Utara, Aceh, Banjir, Banjir bandang, bantuan sepeda, Bencana, Kebencanaan, Sumatera Barat
0
Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul - 6ad4446d 46d1 46ae 8a2f f9feff8b2ea7 | #Sumatera Utara | Potret Online

Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul

By: Cut Putri Dinata

Sehari setelah banjir melanda, Komunitas Inong Literasi membuka donasi.

Baca Juga
  • 01
    Aceh
    Mencintai Bahasa Daerah
    25 Nov 2016
  • Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul - 86543731 D7BC 44F8 A903 739EDDB6B088 | #Sumatera Utara | Potret Online
    bantuan sepeda
    Kado Terindah Dari Seorang Bapak
    02 Nov 2022

Bukan dengan rencana besar, hanya dengan satu niat: tidak membiarkan saudara-saudara kami bertahan sendirian.

Kami mendata anggota Inong Literasi yang menjadi korban.

Baca Juga
  • Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul - 53d3f1ec 74d2 43b5 b2e1 bb5c388d89c2 | #Sumatera Utara | Potret Online
    Aceh
    Merdeka Menulis
    05 Jan 2025
  • Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul - 88DB571C FC95 4807 AF31 BE5568B75F91 scaled | #Sumatera Utara | Potret Online
    Aceh
    GALI KELEBIHAN BERSEPEDA
    20 Mar 2023

Pesan-pesan masuk cepat, langkah-langkah pun diambil. Para member bergerak hampir tanpa jeda. Alhamdulillah, dana terkumpul, dan kebutuhan segera dibelanjakan berdasarkan informasi sahabat-sahabat Inong Literasi yang berada langsung di lokasi bencana.

Penyaluran bantuan tidak mudah.

Baca Juga
  • 01
    Aceh
    Tsunami Aceh
    27 Des 2017
  • Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul - IMG_9514 | #Sumatera Utara | Potret Online
    Aceh
    Bisakah Aceh ‘Merdeka’ Secara Struktural di Bawah NKRI?
    23 Jan 2026

Ada lelah, ada air mata, ada emosi yang naik turun. Dari sekian banyak kisah, satu cerita menetap lama di hati kami. Seorang ibu dan anak-anaknya bertahan di loteng rumah saat air naik.

Banjir datang dengan kecepatan dan kekuatan yang tidak pernah mereka bayangkan. Seumur hidup, wilayah itu tidak pernah kebanjiran.

Anak-anaknya mengalami trauma berat.

Di tengah hari itu, sebuah pesan masuk.

Seorang dosen Universitas Teuku Umar, Meulaboh ingin berbagi, bukan dengan uang, melainkan dengan benda-benda yang memiliki makna. Boneka-boneka kesayangan putrinya.

Sepeda mini pink.

Sepeda roda tiga.

Dan sebuah skuter kecil berwarna pink.

Dengan wajah malu-malu, Naya menyerahkan mainan-mainannya.

Gadis kecil itu memahami, dengan caranya sendiri, bahwa ada anak-anak seusianya yang sedang kehilangan rasa aman.

Kami langsung teringat anak-anak yang bertahan di loteng rumah itu.

Mainan-mainan ini, insyaAllah, akan kami kirimkan ke sana.

Bukan sekadar hadiah, tetapi harapan kecil agar senyum mereka perlahan kembali.

Kadang, pemulihan tidak selalu datang dalam bentuk besar. Ia hadir lewat tangan kecil, dan empati yang tumbuh lebih dulu dari usia.

Terima kasih, Pak.

Terima kasih, Naya.

Previous Post

Bantuan Sepeda  Untuk Dora Rahmayanti Agar Bisa Akses Sekolah

Next Post

Bencana Ini Diskriminatif

Next Post
Ketika Air Datang, dan Empati Menyusul - 880dadbb 212f 44e0 b092 42f28a3981ab | #Sumatera Utara | Potret Online

Bencana Ini Diskriminatif

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah