• Latest

Mengenal Tokoh Inspiratif Muklis Puna: Guru Pelestari Sastra, Cahaya Literasi

Desember 16, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mengenal Tokoh Inspiratif Muklis Puna: Guru Pelestari Sastra, Cahaya Literasi

Redaksiby Redaksi
Desember 16, 2025
Reading Time: 3 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Di SMAN 1 Lhokseumawe, sosok Muklis Puna dikenal bukan hanya sebagai guru Bahasa Indonesia, tetapi juga sebagai penulis yang produktif. Ia menyalurkan gagasan, keresahan, dan harapan lewat puisi, esai, serta buku pendidikan. Salah satu karyanya yang paling dikenal adalah antologi puisi “Lukisan Retak”, sebuah kumpulan sajak yang merekam kegelisahan manusia sekaligus menyalakan cahaya di balik retakan kehidupan.

Lahir pada 5 Februari 1974 di Pulo Naleung, Kec. Peusangan, Kab. Bireuen dan besar di Aceh, Muklis tumbuh dalam lingkungan yang sarat tradisi. Sejak muda ia akrab dengan dunia kata, hingga akhirnya menempuh pendidikan di bidang bahasa dan sastra. Pilihan itu membawanya menjadi guru, sekaligus membuka jalan panjang sebagai penulis.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Jejak Perjalanan Muklis Puna

  • Awal kehidupan. Tumbuh di Aceh dengan kecintaan pada bahasa dan sastra.
  • Tahun 2000-an mulai aktif menulis puisi dan esai, dimuat di berbagai media lokal dan nasional.
  • 2015 menerbitkan antologi puisi Kupinjam Resahmu.
  • 2016 menerbitkan buku Kutitip Rindu Lewat Angin.
  • 2017 menulis buku esai Sastra, Pendidikan, dan Budaya dalam Esai.
  • 2018 menerbitkan buku Teknik Penulisan Puisi: Teori, Aplikasi, dan Pendekatan.
  • 2019 meluncurkan buku antologi puisi Lukisan Retak.
  • Kini ia menjadi Guru di SMAN 1 Lhokseumawe, pendiri Sastrapuna.com, dan pegiat literasi aktif di Aceh.
  • Sambil menjalani kesibukannya mengajar dan menulis artikel di Kompasiana.com dan Surat Kabar Waspada Medan, ia saat ini sedang menempuh Pendidikan Program Doktor (S3) Konsentrasi Manajemen Pendidikan di UIN Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe.

Berikut petikan wawancara dengan Muklis Puna

Apa arti puisi bagi Anda?
“Puisi adalah lukisan jiwa. Retak sekalipun, ia tetap menyimpan keindahan dan makna.”

Mengapa menulis Lukisan Retak?
“Saya ingin merekam kegelisahan manusia dalam bentuk simbol dan kata. Retakan itu bukan kehancuran, melainkan ruang untuk cahaya masuk.”

Bagaimana peran Anda sebagai guru memengaruhi karya menulis?
“Di kelas, saya belajar dari siswa. Mereka adalah cermin zaman. Dari mereka, saya menemukan inspirasi untuk menulis.”

Kutipan Puisi Lukisan Retak

Di retakan dinding waktu aku melihat bayangan yang pecah namun tetap menyimpan cahaya meski redup, ia tak pernah padam.
Sosok yang Inspiratif
Meski produktif menulis, Muklis tetap sederhana. Ia lebih suka disebut guru yang menulis daripada tokoh besar. Namun pengaruhnya nyata: ia membuka ruang literasi lewat kelas, buku, situs sastra, dan pelatihan menulis. Ia menyalakan api sastra di Aceh, menginspirasi generasi muda untuk mencintai bahasa dan budaya.

Muklis Puna adalah sosok yang membuktikan bahwa guru bisa menjadi penulis, penulis bisa menjadi pejuang kata, dan pejuang kata bisa menjadi inspirasi lintas generasi. Lewat Lukisan Retak dan karya-karyanya yang lain, ia menjaga semangat literasi tetap hidup di Aceh, sekaligus menyalakan cahaya sastra bagi masa depan.
(Penulis : Hamdani Mulya)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Banjir Biasa yang Luar Biasa

Banjir Biasa yang Luar Biasa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com