POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Karnaval Sarendo-Rendo 2025 : Kota yang Berjalan Bersama Budayanya

RedaksiOleh Redaksi
December 15, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Emi Suy

Pagi Jakarta pada Minggu, 14 Desember 2025, tidak hanya dibuka oleh langkah kaki warga yang memadati kawasan Monumen Nasional. Pagi itu dibuka oleh ingatan. Ingatan tentang kota yang lahir dari perjumpaan, dari iring-iringan manusia yang berjalan bersama—itulah makna Sarendo-Rendo dalam tradisi Betawi: beramai-ramai, seiring sejalan, tidak meninggalkan siapa pun di belakang.

Karnaval Sarendo-Rendo 2025 menjadi penanda penting bagaimana ruang publik Jakarta kembali dipulangkan pada fungsinya yang paling hakiki: ruang perjumpaan budaya. Dengan rute Monas–Sarinah–Monas, sejak pukul 06.30 hingga 09.00 WIB, jalanan kota berubah menjadi panggung terbuka tempat seni berjalan berdampingan dengan masyarakat.

Ondel-ondel hadir bukan sebagai tontonan eksotis, melainkan sebagai wajah kebudayaan yang hidup. Diiringi musik tradisi, busana Betawi, dan langkah para pelaku seni dari berbagai komunitas, karnaval ini menghadirkan suasana yang akrab, cair, dan meriah. Anak-anak, orang tua, pegiat seni, hingga warga yang tengah menikmati Hari Bebas Kendaraan Bermotor, larut dalam irama yang sama: irama kebersamaan.

Partisipasi Asosiasi Ondel-Ondel Indonesia dalam karnaval ini menegaskan bahwa kesenian Betawi bukan sekadar simbol masa lalu, tetapi praktik budaya yang terus bergerak dan dirawat. Kehadiran para seniman, sanggar, dan komunitas budaya menunjukkan bahwa tradisi tidak berdiri sendiri—ia hidup karena dijaga secara kolektif, diwariskan melalui kehadiran, bukan hanya melalui cerita.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat identitas budaya kota serta memperluas akses masyarakat terhadap seni tradisi dan kontemporer. Dengan menyandingkan karnaval budaya dalam agenda HBKB, seni tidak dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, melainkan dilekatkan kembali pada denyut warga kota.

Sarendo-Rendo mengajarkan bahwa kota besar tidak harus kehilangan akarnya. Di tengah wajah Jakarta sebagai kota global, kebudayaan lokal justru menemukan relevansinya ketika diberi ruang untuk tampil secara terbuka, egaliter, dan merakyat. Budaya Betawi, dalam konteks ini, tidak berdiri sebagai artefak, melainkan sebagai napas kota yang terus menyala.

📚 Artikel Terkait

Merencanakan Penulisan Buku Berjudul “Peradaban Sambas”

PGRI itu Milik Siapa?

Gagal Memotret  Proses dan Hasil  17 Tahun Dana Otsus Aceh di Bidang Pendidikan 

Sang Syahid Abad 21 Tentang Perang Kebudayaan

Pada akhirnya, Karnaval Sarendo-Rendo bukan hanya perayaan visual, melainkan pernyataan sikap: bahwa Jakarta adalah kota yang dibangun dari kebersamaan. Selama warga masih mau berjalan bersama budayanya, selama seni masih diberi ruang untuk hidup di jalanan kota, Jakarta akan tetap memiliki jiwa.

Dan di pagi itu, di bawah langit Monas, Jakarta kembali mengingat dirinya sendiri.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah membersamai perjalanan ini: Abi Anto, RistarGie Artpreneur, Babeh Suyud, Yud Sagita, Kak Inung Nurjanah, Herry Tany, Agus L. Waspada, serta seluruh tim yang bekerja dengan dedikasi dan ketulusan. Kebersamaan inilah yang membuat Lenong Denes tetap hidup dan bertumbuh sebagai rumah kreatif yang saling menguatkan.

Ke depan, harapannya kebersamaan ini semakin solid, kesuksesan terus menyertai, manajemen waktu semakin matang, dan karya-karya yang lahir kian dahsyat. Dengan segala kerendahan hati, permohonan maaf disampaikan apabila selama proses terdapat tutur kata, sikap, atau hal-hal yang kurang berkenan.

Semoga seluruh keluarga besar Lenong Denes Pusaka Budaya senantiasa diberi kesehatan, semangat yang terjaga, dan kelimpahan rezeki—banjir order—semoga seni tradisi terus hidup dan berdaya.

Bismillah, kita sukses bersama di rumah besar kita: Lenong Denes Pusaka Budaya.
Aamiin.

Salam takzim,
Emi Suy 🙏

KarnavalSarendoRendo

SarendoRendo2025

SarendoRendo

BudayaBetawi

BudayaJakarta

LenongDenes

PusakaBudaya

SanggarPusakaBudaya

MajelisPersilatanBetawi

OndelOndelIndonesia

@sorotan

DisbudDKI

PemprovDKI

JakartaKotaBerbudaya

JakartaKotaGlobaldanBerbudaya

Jakarta500

BeramaiRamai

Kebersamaan

KompakBerkarya

BudayaMenyala

SeniUntukRakyat

HBKB

Monas

SeniTradisi

SeniBetawi

FestivalBudaya

jakarta

bangdoel

disbuddki

DisbudDKI

HBKB

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Banjir Bandang Langkahan: Teguran Alam atas Kelalaian Manusia

Bencana dalam Perspektif Islam

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00