Dengarkan Artikel
Karya Almira Sartika
Siswa SMAN 1 Lhokseumawe
Air datang dari mana-mana,
mengalir cepat di sepanjang jalan
sampai tidak ada lagi tanah
yang bisa terlihat.
Rumah-rumah mulai dikelilingi air,
perlahan tapi terus naik.
Orang-orang berdiri di depan pintu,
memantau tinggi air
sambil saling bertanya
apakah ini akan berhenti
atau justru tambah naik.
Motor-motor dipindahkan tergesa,
beberapa sudah terendam setengah,
beberapa lain ditinggalkan saja
karena arus terlalu kuat
untuk mendekatinya.
📚 Artikel Terkait
Di sudut gang,
ada barang-barang yang hanyut:
ember, sandal, pot bunga,
hal-hal kecil yang biasanya sepele
tapi hari itu terasa berarti
ketika mulai terbawa air.
Langit tetap muram,
hujan turun putus sambung,
dan Aceh jadi lebih sunyi
dari biasanya.
Hanya suara air
yang terus bergerak
tanpa peduli siapa yang repot.
Meski begitu,
ada orang yang membantu menarik barang,
ada yang membagikan plastik,
ada yang sekadar memanggil
untuk memastikan semua aman.
Dalam keadaan kacau seperti itu,
justru terlihat jelas
bahwa kami saling jaga.
Banjir hari itu
bukan cerita heroik—
hanya hari di mana air
mengambil alih jalan,
dan kami mencoba bertahan
sebaik mungkin.
Lhokseumawe, 6 Desember 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






