Oleh Tabrani Yunis
Kampung kita hanyut
Di setiap sudut
Air belum surut
Kita tersangkut- sangkut
Siapakah yang mengeringkan lahan gambut?
Siapakah yang mencukur hutan yang berambut?
Siapakah yang menggali kubur di ujung kabut?
Mungkin kita tak berani ikut menyebut
Semua merasa takut
Padahal kita semua ikut
dibawa arus hingga ke laut
Kita tak kuasa melawan rasa takut
Walau banjir bandang membawa maut
Kapan kita berani buka mulut?
Kapan kita mampu melawan rasa takut ?
Padahal setiap saat dihantam kejut
Sampai bencana terus berlanjut?
Akhirnya semua memilih maut
Semua dibawa hanyut
Ketika hati nurani tak lagi berdenyut
Semua kampung menelan maut
Kala air mengejar laut
Banda Aceh 28 November 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














Discussion about this post