POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sidang Ijazah Palsu, Jokowi Tak Hadir Lagi

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
October 23, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Yang usah bosan cerite ijazah Jokowi, skip aja. Saya buat karena ada update terbaru. Saat sidang mediasi, kemarin, Pakde kembali absen. Simak narasinya sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Selasa, 21 Oktober 2025. Pengadilan Negeri Surakarta berubah jadi panggung hiburan nasional. Tiket masuknya gratis, kopi disediakan oleh rasa penasaran publik, dan aktor utamanya, mantan Presiden Joko Widodo, tidak hadir. Bukan karena sakit, bukan karena lupa jadwal, tapi mungkin karena sistem GPS keadilan kita belum bisa mendeteksi lokasi ijazahnya.

Dua alumni UGM, Top Taufan Hakim dan Bangun Sutoto, datang gagah ke pengadilan. Mereka bukan sekadar penggugat, tapi sudah seperti Avengers of Akademia, membela martabat kampus dari ancaman “ijazah shapeshifter” yang katanya berasal dari dimensi misterius bernama KPU Solo. Mereka menggugat lewat Citizen Lawsuit (CLS) karena ingin tahu, “Apakah ijazah Jokowi asli, atau cuma proyek copy-paste dengan kualitas PDF rendah?”

Tergugatnya empat:

  1. Joko Widodo (mantan presiden, kolektor janji-janji lama)
  2. Rektor UGM Prof. Ova Emilia (penjaga kunci portal ijazah)
  3. Wakil Rektor Wening Udasmoro (penjaga backup database)
  4. Kepolisian RI (pengawal kebenaran yang kadang salah server)

Mediatornya sudah siap, ruang sidang disemprot disinfektan logika, dan publik menunggu klimaksnya, sang mantan presiden muncul dengan toga, menggenggam map merah marun bertuliskan “UGM, 1985.” Tapi ternyata… nihil. Yang datang cuma kabar, “Pak Jokowi tidak hadir, bahkan virtual pun ditolak.”

Taufiq, kuasa hukum penggugat, langsung garuk kepala sambil menatap kamera wartawan, “Harusnya prinsipal hadir. Kami sudah datang berdua, Top dan Bangun. Tapi Pak Jokowi tidak hadir.”

Publik pun menahan ngakak. “Lho, bukannya dulu beliau bilang siap tunjukkan ijazah di pengadilan?” Ya, benar. Tapi mungkin sekarang ijazahnya lagi healing, atau sedang ikut short course kejujuran internasional.

📚 Artikel Terkait

Manggamat Di Ambang Kehancuran Akibat Tambang

Di Balik Romantisme Hujan: Diskusi Kajian Semiotika dan Feminis Cerpen Fileski di Madiun

Wagub Sumbar Minta SatuPena Sumbar Urus HAKI IMLF

Predator-predator Bumi

Kuasa hukum Jokowi, YB Irpan, mencoba menenangkan badai komentar dengan logika yang lebih halus dari sabun colek, “Pak Jokowi bukan lagi pejabat publik, jadi tak wajib hadir. Beliau warga biasa.”

Warga biasa? Wah, kalau begitu warga biasa paling susah ditemui di Indonesia ya cuma dua, hantu di malam Jumat dan mantan presiden di ruang sidang. “Bang, jangan nyebut malam Jumat, dah ramai minum STMJ tu.” Ups..

Sidang ini sejatinya mediasi kedua. Mediator sudah menawarkan video call, tapi ditolak. Mungkin jaringan hukum kita memang tak cukup kuat untuk menembus tembok privasi mantan kepala negara. Sementara Top dan Bangun hadir seperti dua mahasiswa yang masih percaya skripsi bisa mengubah dunia.

Lalu bagaimana hukumnya kalau tergugat terus kabur dari spotlight? Menurut aturan, mediasi bisa diulang sekali lagi. Kalau tetap tak hadir, sidang lanjut ke pokok perkara. Bisa jadi hakim memutus secara verstek, putusan tanpa kehadiran tergugat. Tapi karena ini CLS (gugatan warga negara), hakim bakal berhati-hati. Ya, siapa juga mau ambil risiko dijadikan meme nasional.

Publik di luar pengadilan sudah ramai, ada yang jual kaos bertuliskan “Show Me the Diploma”, ada juga yang bawa spanduk “Mediasi Abadi: The Neverending Story.” Tagar #IjazahQuest trending di X, bersaing dengan #DramaSoloSeason2.

Di tengah kekacauan lucu ini, filsafat hukum pun tercengang. Betapa indahnya negeri yang memperdebatkan ijazah selama sepuluh tahun tanpa pernah melihat kertasnya. Negara hukum berubah jadi negara “hokum” penuh tawa, tapi tetap legal di atas panggung absurditas.

Mungkin, di akhir cerita nanti, hakim akan mengetuk palu sambil berkata lirih, “Baiklah, mediasi gagal. Tapi setidaknya rakyat terhibur.”

Karena begitulah Indonesia versi 2025, sebuah republik yang tidak pernah kekurangan kasus, hanya kekurangan kehadiran. Sidangnya hukum, tapi rasanya stand up comedy. Kita para pengopi tanpa gula? Penonton setia, anpa perlu bayar Netflix.

Foto Ai, hanya ilustrasi

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 99x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 79x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 69x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan

Oleh Tabrani YunisFebruary 19, 2026
#Anggaran Pendidikan

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Oleh Tabrani YunisFebruary 18, 2026
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
76
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
201
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Mengelola Perbedaan, Menjaga Demokrasi: Refleksi Pilkades di Tingkat Desa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00