• Latest

Sidang Ijazah Palsu, Jokowi Tak Hadir Lagi

October 23, 2025

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

March 12, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

March 12, 2026
Menjadi Insan Bertasawuf

Menjadi Insan Bertasawuf

March 12, 2026
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

March 12, 2026
Aceh Bangkit atau Tertinggal: Saatnya Menata Ulang Arah Pendidikan

Aceh Bangkit atau Tertinggal: Saatnya Menata Ulang Arah Pendidikan

March 12, 2026
Lurah Jepang di Meulaboh

Lurah Jepang di Meulaboh

March 10, 2026

Tadarus – Surah Al-Baqarah ayat 11

March 10, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Sidang Ijazah Palsu, Jokowi Tak Hadir Lagi

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
October 23, 2025
in #Ijazah, #Ijazah Palsu, #Jokowi, Artikel
0
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Yang usah bosan cerite ijazah Jokowi, skip aja. Saya buat karena ada update terbaru. Saat sidang mediasi, kemarin, Pakde kembali absen. Simak narasinya sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Baca Juga

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

March 12, 2026

Selasa, 21 Oktober 2025. Pengadilan Negeri Surakarta berubah jadi panggung hiburan nasional. Tiket masuknya gratis, kopi disediakan oleh rasa penasaran publik, dan aktor utamanya, mantan Presiden Joko Widodo, tidak hadir. Bukan karena sakit, bukan karena lupa jadwal, tapi mungkin karena sistem GPS keadilan kita belum bisa mendeteksi lokasi ijazahnya.

Dua alumni UGM, Top Taufan Hakim dan Bangun Sutoto, datang gagah ke pengadilan. Mereka bukan sekadar penggugat, tapi sudah seperti Avengers of Akademia, membela martabat kampus dari ancaman “ijazah shapeshifter” yang katanya berasal dari dimensi misterius bernama KPU Solo. Mereka menggugat lewat Citizen Lawsuit (CLS) karena ingin tahu, “Apakah ijazah Jokowi asli, atau cuma proyek copy-paste dengan kualitas PDF rendah?”

Tergugatnya empat:

  1. Joko Widodo (mantan presiden, kolektor janji-janji lama)
  2. Rektor UGM Prof. Ova Emilia (penjaga kunci portal ijazah)
  3. Wakil Rektor Wening Udasmoro (penjaga backup database)
  4. Kepolisian RI (pengawal kebenaran yang kadang salah server)

Mediatornya sudah siap, ruang sidang disemprot disinfektan logika, dan publik menunggu klimaksnya, sang mantan presiden muncul dengan toga, menggenggam map merah marun bertuliskan “UGM, 1985.” Tapi ternyata… nihil. Yang datang cuma kabar, “Pak Jokowi tidak hadir, bahkan virtual pun ditolak.”

Taufiq, kuasa hukum penggugat, langsung garuk kepala sambil menatap kamera wartawan, “Harusnya prinsipal hadir. Kami sudah datang berdua, Top dan Bangun. Tapi Pak Jokowi tidak hadir.”

Publik pun menahan ngakak. “Lho, bukannya dulu beliau bilang siap tunjukkan ijazah di pengadilan?” Ya, benar. Tapi mungkin sekarang ijazahnya lagi healing, atau sedang ikut short course kejujuran internasional.

📚 Artikel Terkait

AI dan Transformasi Pembelajaran di Kelas Digital

Hutan Kota

Kalahkan Aceh Selatan di Final, Tim Sepakbola Langsa Wakili Aceh ke Nasional

Wow, They Speak English Perfectly and smartly in making video

Kuasa hukum Jokowi, YB Irpan, mencoba menenangkan badai komentar dengan logika yang lebih halus dari sabun colek, “Pak Jokowi bukan lagi pejabat publik, jadi tak wajib hadir. Beliau warga biasa.”

Warga biasa? Wah, kalau begitu warga biasa paling susah ditemui di Indonesia ya cuma dua, hantu di malam Jumat dan mantan presiden di ruang sidang. “Bang, jangan nyebut malam Jumat, dah ramai minum STMJ tu.” Ups..

Sidang ini sejatinya mediasi kedua. Mediator sudah menawarkan video call, tapi ditolak. Mungkin jaringan hukum kita memang tak cukup kuat untuk menembus tembok privasi mantan kepala negara. Sementara Top dan Bangun hadir seperti dua mahasiswa yang masih percaya skripsi bisa mengubah dunia.

Lalu bagaimana hukumnya kalau tergugat terus kabur dari spotlight? Menurut aturan, mediasi bisa diulang sekali lagi. Kalau tetap tak hadir, sidang lanjut ke pokok perkara. Bisa jadi hakim memutus secara verstek, putusan tanpa kehadiran tergugat. Tapi karena ini CLS (gugatan warga negara), hakim bakal berhati-hati. Ya, siapa juga mau ambil risiko dijadikan meme nasional.

Publik di luar pengadilan sudah ramai, ada yang jual kaos bertuliskan “Show Me the Diploma”, ada juga yang bawa spanduk “Mediasi Abadi: The Neverending Story.” Tagar #IjazahQuest trending di X, bersaing dengan #DramaSoloSeason2.

Di tengah kekacauan lucu ini, filsafat hukum pun tercengang. Betapa indahnya negeri yang memperdebatkan ijazah selama sepuluh tahun tanpa pernah melihat kertasnya. Negara hukum berubah jadi negara “hokum” penuh tawa, tapi tetap legal di atas panggung absurditas.

Mungkin, di akhir cerita nanti, hakim akan mengetuk palu sambil berkata lirih, “Baiklah, mediasi gagal. Tapi setidaknya rakyat terhibur.”

Karena begitulah Indonesia versi 2025, sebuah republik yang tidak pernah kekurangan kasus, hanya kekurangan kehadiran. Sidangnya hukum, tapi rasanya stand up comedy. Kita para pengopi tanpa gula? Penonton setia, anpa perlu bayar Netflix.

Foto Ai, hanya ilustrasi

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 81x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 66x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 61x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Terkait

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

by Dayan Abdurrahman
March 12, 2026
0

Oleh Dayan Abdurrahman Pendahuluan: Sebuah Perubahan yang Tidak Terelakkan Selama lebih dari tujuh dekade setelah Perang Dunia II, kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah telah menjadi semacam...

What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

by Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
March 12, 2026
0

Al Chaidar Abdurrahman PutehDosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh Genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina bukan sekadar tragedi kemanusiaan, melainkan ujian moral dan politik bagi dunia internasional....

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

by Redaksi
March 12, 2026
0

Oleh Masrur Salamuddin Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 menandai titik balik penting dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia, khususnya dalam desain penyelenggaraan pemilihan umum. Mulai 2029, keserentakan Pemilu nasional dan...

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

by Redaksi
March 12, 2026
0

Oleh: Dr. Ir. TM Zulfikar, S.T., M.P., IPU. (Praktisi dan Akademisi Lingkungan Aceh) Aceh sering dipuji sebagai benteng terakhir hutan di Sumatera. Dalam berbagai forum, dari seminar akademik...

Next Post
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Mengelola Perbedaan, Menjaga Demokrasi: Refleksi Pilkades di Tingkat Desa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Tentang Kami
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Punya tulisan menarik?
Kirim ke Redaksi via WhatsApp
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com