• Latest

Utang dan Kecepatan Cahaya Bernama Whoosh

Oktober 18, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Utang dan Kecepatan Cahaya Bernama Whoosh

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Oktober 18, 2025
Reading Time: 3 mins read
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Wak, kalau ente dengarkan pidato Luhut, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan negeri kita ini. Semua bisa dibereskan. Termasuk soal utang Whoosh. APBN, aman. Kata kuncingnya, restrukturalisasi utang. Itu aja. Simak narasinya sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Rp116 triliun. Angka yang kalau disusun jadi tumpukan uang seribuan, bisa menjulang sampai menutupi monas, dan sedikit lagi nyenggol satelit Starlink. Tapi tenang, kata Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua DEN sekaligus manusia dengan portofolio jabatan lebih banyak dari jumlah stasiun Whoosh. “Tidak perlu khawatir.” Katanya, utang kereta cepat Whoosh tidak akan pakai APBN. Bukan uang rakyat, bukan pajak, bukan tabungan siapa pun. Mungkin hasil jualan NFT proyek, atau rezeki nomplok dari dimensi lain.

“Whoosh itu tinggal restructuring saja,” ujar Luhut dengan tenang, seperti orang bicara soal mencicil panci di marketplace. Inilah filsafat baru ekonomi Nusantara. Di mana kata “restrukturisasi” bukan lagi istilah teknis, tapi mantra kebangsaan. Sebuah jurus sakti untuk mengubah utang jadi “visi jangka panjang”, bunga jadi “inspirasi pertumbuhan”, dan defisit jadi “momentum kebersamaan.”

Bagi yang awam, restrukturisasi utang itu sederhananya adalah memindahkan beban hidup ke masa depan, agar hari ini tampak bahagia. Uang tetap tidak ada, tapi jadwal paniknya diatur ulang. Persis kayak mahasiswa yang bilang, “Nanti aja skripsi, masih lama sidangnya.”

Katanya, China sudah setuju. Artinya, dunia masih percaya, kita bangsa yang selalu membayar, meski pelan, meski pakai doa. “Saya sudah bicara dengan China,” kata Luhut. “Karena saya yang dari awal mengerjakan itu. Saya terima barang sudah busuk, kita audit, BPKP, kita benerin.” Ini bukan proyek, ini eksorsisme ekonomi. Barang busuk dipulihkan, ditaburi audit, lalu diserahkan ke BPKP biar beraroma legalitas.

Tapi jangan takut, Prabowo katanya bakal bikin Keppres. Karena di negeri ini, tidak ada masalah yang terlalu besar untuk diatasi dengan surat sakti bernomor dan berstempel garuda. “Kita tinggal tunggu Keppres,” kata Luhut. Di titik itu, seluruh bangsa menunggu seperti menunggu spoiler sinetron: apakah Keppres ini akan menyelamatkan Rp116 triliun, atau justru membuka season baru restrukturisasi jilid dua.

Di sisi lain, Danantara, lembaga super yang mengelola aset BUMN seolah mengelola semesta, sedang “melakukan evaluasi mendalam.” CEO-nya, Rosan Roeslani, bicara dengan nada penuh keyakinan, mereka akan menemukan solusi. Mungkin dari dividen BUMN, mungkin dari ilham tengah malam. “Kami akan sampaikan ke semua kementerian,” katanya. Terjemahan bebas, tunggu kami selesai bingung dulu.

Sementara itu, Menteri Purbaya Yudhi Sadewa, yang lagi sibuk menghindari godaan untuk menyalakan APBN, dilaporkan bertemu Wakil Presiden Gibran. Konon mereka bicara serius tentang utang KCIC, tapi entah kenapa publik lebih sibuk bahas istri artis yang habis dua juta sehari buat GoFood. Mungkin karena di negeri ini, drama keuangan negara kalah menarik dari drama belanja online.

Di saat semua orang pusing mikir cicilan nasional, berita lain datang, Ammar Zoni dikirim ke Nusakambangan. Entah kenapa berita itu terasa nyambung, seperti metafora, bahwa yang bersalah akan tetap dibawa jauh-jauh, cuma bukan ke penjara, melainkan ke rapat restrukturisasi.

Lucunya, semua pejabat bilang ini bukan beban rakyat. Tapi kalau dividen BUMN dipakai buat nyicil utang, siapa yang kehilangan duitnya? Ya rakyat juga. Tapi biarlah. Di negeri ini, logika sudah lama ikut restrukturisasi.

Sementara Whoosh terus melaju di atas rel utang yang direstrukturisasi, kita pun melaju di atas narasi yang sama, bahwa semua baik-baik saja, asal disebut “strategis nasional.” Karena inilah Indonesia, negeri di mana utang bisa jadi puisi, kereta bisa jadi doa, dan restrukturisasi bisa jadi jalan menuju surga fiskal.

Whoosh! bukan cuma bunyi kereta, tapi bunyi nalar yang tercecer di sepanjang jalur Jakarta–Bandung.

Foto Ai, hanya ilustrasi

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Membongkar Puisi Mirza Rachmansyah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com