POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Utang dan Kecepatan Cahaya Bernama Whoosh

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
October 18, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Wak, kalau ente dengarkan pidato Luhut, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan negeri kita ini. Semua bisa dibereskan. Termasuk soal utang Whoosh. APBN, aman. Kata kuncingnya, restrukturalisasi utang. Itu aja. Simak narasinya sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Rp116 triliun. Angka yang kalau disusun jadi tumpukan uang seribuan, bisa menjulang sampai menutupi monas, dan sedikit lagi nyenggol satelit Starlink. Tapi tenang, kata Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua DEN sekaligus manusia dengan portofolio jabatan lebih banyak dari jumlah stasiun Whoosh. “Tidak perlu khawatir.” Katanya, utang kereta cepat Whoosh tidak akan pakai APBN. Bukan uang rakyat, bukan pajak, bukan tabungan siapa pun. Mungkin hasil jualan NFT proyek, atau rezeki nomplok dari dimensi lain.

“Whoosh itu tinggal restructuring saja,” ujar Luhut dengan tenang, seperti orang bicara soal mencicil panci di marketplace. Inilah filsafat baru ekonomi Nusantara. Di mana kata “restrukturisasi” bukan lagi istilah teknis, tapi mantra kebangsaan. Sebuah jurus sakti untuk mengubah utang jadi “visi jangka panjang”, bunga jadi “inspirasi pertumbuhan”, dan defisit jadi “momentum kebersamaan.”

Bagi yang awam, restrukturisasi utang itu sederhananya adalah memindahkan beban hidup ke masa depan, agar hari ini tampak bahagia. Uang tetap tidak ada, tapi jadwal paniknya diatur ulang. Persis kayak mahasiswa yang bilang, “Nanti aja skripsi, masih lama sidangnya.”

Katanya, China sudah setuju. Artinya, dunia masih percaya, kita bangsa yang selalu membayar, meski pelan, meski pakai doa. “Saya sudah bicara dengan China,” kata Luhut. “Karena saya yang dari awal mengerjakan itu. Saya terima barang sudah busuk, kita audit, BPKP, kita benerin.” Ini bukan proyek, ini eksorsisme ekonomi. Barang busuk dipulihkan, ditaburi audit, lalu diserahkan ke BPKP biar beraroma legalitas.

Tapi jangan takut, Prabowo katanya bakal bikin Keppres. Karena di negeri ini, tidak ada masalah yang terlalu besar untuk diatasi dengan surat sakti bernomor dan berstempel garuda. “Kita tinggal tunggu Keppres,” kata Luhut. Di titik itu, seluruh bangsa menunggu seperti menunggu spoiler sinetron: apakah Keppres ini akan menyelamatkan Rp116 triliun, atau justru membuka season baru restrukturisasi jilid dua.

📚 Artikel Terkait

Membasuh Kesedihan

Calon Pewaris

Implementasi Kurma, Kepala SDN Kampung Kapeh Studi Tiru ke SDN 67 Percontohan Banda Aceh

Profesor

Di sisi lain, Danantara, lembaga super yang mengelola aset BUMN seolah mengelola semesta, sedang “melakukan evaluasi mendalam.” CEO-nya, Rosan Roeslani, bicara dengan nada penuh keyakinan, mereka akan menemukan solusi. Mungkin dari dividen BUMN, mungkin dari ilham tengah malam. “Kami akan sampaikan ke semua kementerian,” katanya. Terjemahan bebas, tunggu kami selesai bingung dulu.

Sementara itu, Menteri Purbaya Yudhi Sadewa, yang lagi sibuk menghindari godaan untuk menyalakan APBN, dilaporkan bertemu Wakil Presiden Gibran. Konon mereka bicara serius tentang utang KCIC, tapi entah kenapa publik lebih sibuk bahas istri artis yang habis dua juta sehari buat GoFood. Mungkin karena di negeri ini, drama keuangan negara kalah menarik dari drama belanja online.

Di saat semua orang pusing mikir cicilan nasional, berita lain datang, Ammar Zoni dikirim ke Nusakambangan. Entah kenapa berita itu terasa nyambung, seperti metafora, bahwa yang bersalah akan tetap dibawa jauh-jauh, cuma bukan ke penjara, melainkan ke rapat restrukturisasi.

Lucunya, semua pejabat bilang ini bukan beban rakyat. Tapi kalau dividen BUMN dipakai buat nyicil utang, siapa yang kehilangan duitnya? Ya rakyat juga. Tapi biarlah. Di negeri ini, logika sudah lama ikut restrukturisasi.

Sementara Whoosh terus melaju di atas rel utang yang direstrukturisasi, kita pun melaju di atas narasi yang sama, bahwa semua baik-baik saja, asal disebut “strategis nasional.” Karena inilah Indonesia, negeri di mana utang bisa jadi puisi, kereta bisa jadi doa, dan restrukturisasi bisa jadi jalan menuju surga fiskal.

Whoosh! bukan cuma bunyi kereta, tapi bunyi nalar yang tercecer di sepanjang jalur Jakarta–Bandung.

Foto Ai, hanya ilustrasi

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Membongkar Puisi Mirza Rachmansyah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00