POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Di Jalan Pulang

Mahmudi HanafiahOleh Mahmudi Hanafiah
October 15, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Mahmudi Hanafiah, S.H., M.H.
Dosen UNISAI Samalanga Kabupaten Bireuen

Dulu, perjalanan antar kabupaten atau kota dianggap sebuah perjalanan panjang dan untuk menempuhnya sudah dipersiapkan persiapan dan perencanaan jauh hari. PP (Pergi dan pulang) sangat tidak mungkin dilakukan dalam satu hari, misal untuk perjalanan dari Batee Iliek yang berada di penghujung Kabupaten Bireuen menuju ke Simpang Ulim yang ada di Kabupaten Aceh Timur, di mana perjalanan tersebut melintasi Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.


Beda halnya dengan sekarang ini, perjalanan antar kabupaten/kota terasa singkat. Walaupun bukan dengan kendaraan pribadi, perjalanan antar kabupaten/kota bisa ditempuh PP dalam satu hari, walaupun harus malam dalam perjalanan pulang. Hal itu sering saya alami, termasuk sekarang ini.

Dalam perjalanan pun bisa kita gunakan waktu untuk menulis ide dalam bentuk artikel singkat, sambil menikmati perjalanan. Walaupun tidak senyaman perjalanan dengan kereta cepat sebagaimana yang ada di pusat ibu kota negara atau bahkan negara-negara maju seperti Cina, namun angkutan umum yang ada di Aceh, seperti L300, masih bisa dikatakan layak dan lumayan nyaman untuk perjalanan antar kota. Belum lagi kalau kita memilih mini bus Hiace atau bus-bus lain, seperti Putra Pelangi, Sempati Star atau Aero Bus, itu bahkan sudah sangat nyaman untuk perjalanan antar Propinsi.


Hal itu menandakan bahwa, perkembangan dalam bidang transportasi sedikit banyaknya sudah terlihat bila dibandingkan dengan masa-masa dahulu. Namun di sini juga kadang-kadang terbesit dalam pikiran kita beberapa pertanyaan yang memilukan, mengingat masih ada juga minusnya dalam perjalanan dari sisi fasilitas jalan yang masih belum sepenuhnya bisa dikatakan bagus secara maksimal, sehingga saat kita menumpang mini bus seperti L300, terasa kurangnya kenyamanan di beberapa daerah akibat kerusakan jalan.


Di antara pertanyaan yang muncul, bagaimana seandainya alokasi anggaran dilakukan dengan benar oleh pemerintah, tanpa ada kecurangan…? Pastinya anggaran atas nama dana otsus yang sudah diberlakukan beberapa tahun bisa memperbaiki berbagai fasilitas umum, juga bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat lokal.


Namun sangat disayangkan, sejauh ini fasilitas umum yang memadai belum sepenuhnya terwujud. Masih banyak daerah pedalaman yang belum memiliki akses jalan yang layak, sehingga kadang-kadang guru yang ingin mengajar demi mencerdaskan anak bangsa harus mengarungi jalan bebatuan atau berlumpur.

📚 Artikel Terkait

MENOLAK TUA

Ekosida Aceh 2025

SEPATU BUSUK

Wanita Di Sudut Kota

Masyarakat susah mendapatkan pelayanan kesehatan akibat akses jalan yang sangat sulit. Bahkan, ironisnya, daerah-daerah tersebut merupakan kawasan industri yang menjadi salah satu sumber perekonomian negeri. Akan tetapi, masyarakat penghasil sumber perekonomian tersebut hanya bisa menikmati hasilnya dalam harga yang sangat kecil dengan dalih sulitnya diakses oleh para pembeli.


Pemerintah harus menanggapi permasalahan tersebut dengan serius. Perhatian pemerintah dalam menyejahterakan rakyat sangat dibutuhkan. pemerintah harus sadar bahwa mereka diamanatkan oleh rakyat dalam mengurus administrasi dan kesejahteraan mereka. Sebagai imbalannya, rakyat menyediakan gaji dan berbagai fasilitas bagi pemerintah dari hasil kerja keras mereka.

Artinya, rakyat begitu serius dalam memperhatikan kenyamanan pemerintah dalam bertugas menjaga kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, pemerintah pun diharapkan untuk serius dalam menjaga amanah tersebut.


Sekitar dua bulan yang lalu kita baru saja merayakan 8 dekade kemerdekaan. Dalam perayaan tersebut, tepatnya pada sesi karnaval kita bisa melihat dan membaca beragam unek-unek yang ada dalam batin masyarakat. Berbagai karakter pejabat pemerintahan dipertontonkan oleh peserta karnaval. Dan, dominannya, karakter tersebut bermuara kepada protes terhadap banyaknya kasus korupsi yang terjadi di negeri ini.


Pertunjukan tersebut memang terkesan humoris. Namun, di balik humornya tertancap makna yang sangat mendalam. Karakter-karakter tersebut mengisyaratkan agar pemerintah benar-benar tegas dalam menyikapi kecurangan dalam penggunaan anggaran. Ribuan bahkan jutaan anak bangsa masih berada di bawah kemiskinan. Banyak anak terlantar. Banyak anak yang harus berjuang dalam mengobati rasa lapar. Banyak pengangguran yang harus bersabar. Jumlah anggaran yang diselewengkan seharusnya bisa meminimalisirkan sampai menghilangkan masalah-masalah tersebut.


8 dekade kita sudah merdeka. Namun, banyak rakyat yang masih merasa dijajah. Dijajah oleh berbagai kebijakan yang sifatnya seperti pisau, tajam ke bawah tumpul ke atas. Ungkapan sang proklamator kita sudah sangat familiar. Di mana beliau mengatakan bahwa, Pejuang kemerdekaan berjuang dari penjajahan asing, sedangkan kita sebagai anak cucu beliau berjuang melawan bangsa sendiri. Kita sudah sangat sering mendengar dan membaca ungkapan itu. Kita sangat tidak berharap hal itu terjadi. Akan tetapi, apakah benar hal itu belum terjadi…?


Pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan tulisan atau perkataan. Realita dan fakta di lapangan lah yang menjadi jawabannya.
Kita seperti sudah tersesat begitu jauh dan tidak tau jalan pulang. Maka kita harus kembali menelusuri jejak para pendahulu kita, agar kesesatan kita menemukan titik ujung dan kita bisa segera kembali menuju jalan pulang.


Kemerdekaan yang sudah berusia 8 dekade harus kita jadikan sebagai pemandu menuju kemakmuran yang sesungguhnya. Kemajuan jangan lagi Hanya sebatas slogan, akan tetapi harus terwujud sebagai kenyataan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Mahmudi Hanafiah

Mahmudi Hanafiah

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Ketika Dunia Bersiap Perang, Indonesia Bersiap dengan Meme dan Joget

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00