POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

KONFERENSI SPIRITUAL

RedaksiOleh Redaksi
October 4, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh ReO Fiksiwan

“Pergilah, wahai burung-burung, dan musyawarahkanlah jalan kalian. Bila kalian ingin mencapai Simurgh, kalian harus membakar diri kalian dalam api cinta.” — Fariduddin Attar(1120-1221), Musyawarah Burung(Terjemahan Pustaka Jaya, 1986)

Dalam dunia yang semakin terperosok pada profanitas —ketika negara-negara modern kehilangan denyut rohani dan hanya berdetak atas irama kekuasaan, uang, dan citra — Indonesia dan Nepal menjadi cermin retak dari kemaruk nasional yang tak terbendung. 

Kerusuhan sosial, konflik antar kelompok, dan ketegangan politik yang terus membara bukanlah sekadar akibat dari kebijakan yang keliru, melainkan tanda bahwa negara telah kehilangan empatinya. 

Elit politik tak lagi menjadi penjaga jiwa bangsa, melainkan pengelola ambisi pribadi yang dibungkus retorika nasionalisme. 

Di tengah disrupsi sosial yang merobek tatanan hidup bersama, kita membutuhkan bukan konferensi politik, tetapi konferensi spiritual.

Al-Farabi dalam teori negara utamanya membayangkan sebuah masyarakat yang dipimpin oleh manusia sempurna, seorang filsuf-raja yang tidak hanya bijak secara intelektual, tetapi juga tercerahkan secara spiritual. 

Ia menyebutnya sebagai al-Madinah al-Fadilah(Terjemahan 2025), kota utama yang dibangun atas dasar kebajikan, bukan kekuasaan. 

Namun, Indonesia dan Nepal hari ini lebih menyerupai al-Madinah al-Jahilah — meski kerugian Indonesia paska kerusuhan belum dihitung, Nepal ditaksir total kerugian sekitar Rp 2,9 triliun(setara 25 miliar rupee Nepal) — kota bodoh(jalul) yang dipimpin oleh mereka yang tidak tahu arah, dan tidak tahu bahwa mereka tidak tahu. 

Ketika negara kehilangan orientasi spiritual, hukum menjadi alat penindasan, bukan keadilan. 

Demokrasi menjadi panggung sandiwara, bukan ruang partisipasi. Dan rakyat menjadi penonton yang lelah, bukan aktor yang berdaya.

Ibnu Sina dalam Kitab as-Siyasah(Terjemahan 2025) menekankan bahwa politik sejati adalah seni memelihara jiwa masyarakat. 

Negara bukan sekadar mesin administrasi, tetapi wadah pembentukan akhlak. 

Ketika negara gagal menjadi ruang pendidikan moral, ia berubah menjadi pasar konflik. Kita menyaksikan bagaimana elite politik di Indonesia dan Nepal saling menegasikan, bukan menyatukan. 

📚 Artikel Terkait

Membuka Gerbang Masa Depan Melalui BK

Khamenei Akui Sendiri Jumlah Korban Mencapai Ribuan

Sekolah Harus Pandai Bercerita dan Bicara

Teungku H. Mahyiddin Yusuf:

Mereka memanipulasi luka sejarah, bukan menyembuhkannya. Mereka membangun tembok identitas, bukan jembatan kemanusiaan. 

Dalam konteks ini, spiritualitas bukan pelarian, tetapi perlawanan. Ia bukan bentuk pasrah, tetapi cara untuk menuntut kembali makna hidup bersama.

Fariduddin Attar dalam Conference of the Birds(Terjemahan Kakatua, 2022) menggambarkan perjalanan burung-burung menuju Simurgh, simbol kebenaran mutlak. 

Mereka harus melewati tujuh lembah: pencarian, cinta, pengetahuan, keterlepasan, kesatuan, keheranan, dan kefanaan. 

Negara yang ingin selamat dari kerusuhan dan kemaruk harus melewati lembah-lembah ini. 

Ia harus mencari makna, bukan hanya kemenangan. Ia harus mencintai rakyat, bukan hanya menguasai mereka. 

Ia harus tahu bahwa kekuasaan tanpa kebijaksanaan adalah kehampaan. Ia harus lepas dari ego sektarian dan menuju kesatuan spiritual. 

Ia harus berani heran terhadap dirinya sendiri, dan akhirnya fana dalam pelayanan terhadap yang Maha Hidup.

Khaled Abou El Fadl(62), Guru Besar Hukum Islam di UCLA School of Law, Amerika Serikat,  dalam Conference of the Book: A Philosophical Dialogue(Terjemahan 2002) mengajak kita untuk membaca ulang kitab-kitab kebijaksanaan, bukan hanya konstitusi dan undang-undang. 

Ia mengingatkan bahwa negara modern telah terlalu jauh dari akar spiritualnya. Ia menjadi sekuler bukan karena pencerahan, tetapi karena pelupaan. 

Ia menjadi profan bukan karena rasionalitas, tetapi karena kehilangan rasa. Maka konferensi spiritual bukanlah acara, tetapi proses. 

Ia adalah panggilan untuk kembali membaca jiwa bangsa — zum ewigen Frieden(2005) menurut Kant — bukan hanya data ekonomi.  

Ia adalah ajakan untuk mendengar suara nurani, bukan hanya suara mayoritas. Ia adalah ruang untuk bertanya: ke mana kita menuju sebagai bangsa?

Indonesia dan Nepal, dua negara yang kaya akan tradisi spiritual, kini berdiri di tepi jurang disrupsi sosial. Namun, jurang bukan akhir. Ia bisa menjadi awal jika kita berani melompat ke dalam kedalaman makna. 

Konferensi spiritual adalah lompatan itu. Ia bukan solusi teknis, tetapi penyembuhan eksistensial. Ia bukan tentang siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana kita hidup bersama. 

Dalam dunia yang kehilangan empati, spiritualitas adalah satu-satunya jalan pulang. Dan mungkin, hanya dengan jalan itu, negara bisa kembali menjadi rumah bagi jiwa-jiwa yang terluka.

#coverlagu: „Jiwaku Sekuntum Bunga Kemboja” adalah lagu ciptaan dan dinyanyikan oleh Panji Siswanto Sakti(49). Pertama  kali dirilis pada 11 Maret 2016 di Malaysia sebagai bagian dari soundtrack sinetron Kemboja di Hati. Lagu ini kemudian dirilis ulang dalam versi akustik di Indonesia pada 30 April 2020.

Makna lagu ini bisa ditafsirkan sebagai refleksi spiritual tentang kesepian yang tak terlihat, kematian rasa, dan kerinduan eksistensial kepada Tuhan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Mengenal Konsep Mawah sebagai Warisan Ekonomi Aceh

Mengenal Konsep Mawah sebagai Warisan Ekonomi Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00