• Latest

Membaca Ulang Machiavelli Di Era Kuasa Digital

Oktober 1, 2025
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
IMG_0532

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026

Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Membaca Ulang Machiavelli Di Era Kuasa Digital

Redaksi by Redaksi
Oktober 1, 2025
in #Era AI, Artikel, Era digital, Filsafat, Opini
Reading Time: 4 mins read
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

oleh ReO Fiksiwan

“Lebih aman bagi seorang penguasa untuk ditakuti daripada dicintai.”(È molto più sicuro essere temuto che amato). — Niccolò Machiavelli(1469-1527), Il Principe(Terjemahan 2003).

Niccolò Machiavelli, politisi parlemen dan Sekab era Florence Medici, dalam Il Principe, menulis tentang seni memerintah dengan mata tajam seorang realis politik. 

Ia tidak bicara tentang utopia, melainkan tentang bagaimana kekuasaan diraih, dipertahankan, dan—jika perlu—dipertontonkan dengan kelicikan. 

Dalam dunia Machiavelli, penguasa yang efektif bukanlah yang paling baik, melainkan yang paling lihai membaca situasi dan mengendalikan persepsi. 

Namun, di era digital, sang penguasa bukan lagi raja, presiden, atau parlemen. Ia bisa berupa akun anonim, meme viral, atau algoritma yang tak punya wajah. 

Dengan kata lain, membaca ulang Machiavelli hari ini bukan sekadar nostalgia, tapi kebutuhan mendesak untuk memahami laku kuasa yang telah berubah wujud.

Dalam demokrasi deliberatif, kekuasaan idealnya lahir dari diskusi publik yang rasional dan terbuka. 

Tapi, laku kuasa hari ini lebih mirip hasrat libidinal seperti yang digambarkan Jacques Lacan dalam The Other Side of Psychoanalysis(1991): bukan soal argumen, tapi soal dorongan. Kekuasaan bukan lagi soal legitimasi, tapi soal visibilitas. 

Siapa yang paling sering muncul di layar, siapa yang paling banyak di-retweet, siapa yang paling viral—dialah yang memegang kendali. Hasrat kuasa menjadi tontonan, bukan perdebatan. 

Ia mengalir seperti libido: tak terkontrol, tak terstruktur, tapi sangat menentukan.

Edward W. Said dalam Culture and Imperialism(1993) menunjukkan bagaimana kekuasaan kolonial bekerja melalui narasi budaya. 

Hari ini, narasi itu tidak lagi dikendalikan oleh imperium, tapi oleh netizen. Warganet adalah kekuatan besar yang anonim, tapi nyata. 

Mereka bisa menggusur presiden, membatalkan parlemen, bahkan mengubah arah sejarah. Lihat saja Nepal, di mana revolusi digital mengguncang struktur kekuasaan lama. 

Di sana, bukan senjata yang bicara, tapi unggahan. Bukan pidato politik, tapi komentar di TikTok. Kuasa telah bergeser.

Alvin Toffler pernah menulis Powershift: Knowledge, Wealth, and Violence at the Edge of the 21st Century(1990), ihwal pergeseran kekuasaan dari otot ke uang, lalu ke pengetahuan. 

Tapi hari ini, pengetahuan pun tunduk pada algoritma. Kekuasaan digital bukan hanya soal tahu, tapi soal bisa menyebar. 

Dalam dunia Machiavelli, penguasa harus mengendalikan informasi. Dalam dunia digital, informasi mengendalikan penguasa. 

Baca Juga

IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026

Dan Il Principe versi hari ini bukan lagi tentang bagaimana menjadi raja, tapi bagaimana menjadi trending.

Laku kuasa di era digital adalah habit yang tak lagi membutuhkan istana. Ia cukup punya jaringan, pengikut, dan kemampuan memicu emosi. 

Demokrasi deliberatif yang mengandalkan rasionalitas publik kini harus bersaing dengan demokrasi impulsif yang digerakkan oleh notifikasi. 

Maka, pertanyaannya bukan lagi “siapa yang berkuasa?”, tapi “siapa yang bisa membuat kita bereaksi?”

Membaca ulang Machiavelli hari ini berarti menyadari bahwa kuasa telah berubah bentuk, tapi tidak berubah watak. Ia tetap licik, tetap manipulatif, tetap haus pengaruh. 

Bedanya, kini ia tidak datang dari satu sosok, tapi dari ribuan akun. Ia tidak berbicara lewat pidato, tapi lewat emoji. Dan ia tidak memerintah dari tahta, tapi dari layar.

Jika demokrasi ingin bertahan, ia harus belajar dari Machiavelli, Lacan, Said, dan Toffler sekaligus. Ia harus memahami bahwa kuasa bukan hanya soal struktur, tapi soal hasrat. Bukan hanya soal hukum, tapi soal narasi. 

Dan bukan hanya soal siapa yang memimpin, tapi soal siapa yang bisa membuat kita percaya.

Era kuasa digital adalah era di mana Il Principe bisa menjadi siapa saja. Bahkan kamu, jika algoritma mengizinkan.

ADVERTISEMENT

#coversongs: Versi instrumental “The Godfather Theme” oleh Panagiotis Margaris bersama Notis Mavroudis dirilis dalam album berjudul Café de l’art – Cinema Vol. 4 pada tahun 2003.

Lagu ini merupakan interpretasi dari komposisi asli karya Nino Rota, yang pertama kali diperkenalkan dalam film The Godfather tahun 1972. 

Versi Margaris dikenal dengan aransemen gitar klasik yang melankolis dan penuh nuansa mediterania, memperkuat kesan dramatis dari tema cinta dan kekuasaan dalam film tersebut.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 300x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 227x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 175x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541
#Cerpen

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818
Esai

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
Next Post

Arsip G30S: Ingatan yang Tak Boleh Hilang

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com