• Latest
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at

 Menelusuri Jejak Ulama Nusantara Rentang Waktu 1800-1850 M. 

Agustus 15, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

 Menelusuri Jejak Ulama Nusantara Rentang Waktu 1800-1850 M. 

Nurkhalis Muchtar by Nurkhalis Muchtar
Agustus 15, 2025
in #Ulama Kharismatik Aceh, #Ulama Nusantara, Aceh, Artikel, ulama
Reading Time: 3 mins read
0
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Dr.Nurkhalis Mochtar, Lc, MA

Setelah era Syekh Muhammad Arsyad al Banjari dan Syekh Abdussamad al Palimbani estafet keulamaan selanjutnya dilanjutkan oleh ulama bertuah yaitu Syekh Nawawi al Bantani yang hidup dalam rentang 1813-1897. Syekh Nawawi Al Bantani merupakan ulama nusantara yang paling banyak karyanya dicetak di Timur Tengah. 

Ada yang menyebut karya Syekh Nawawi al Bantani sampai 114 judul, baik yang berjilid-jilid tebal, maupun yang hanya satu jilid.

Karya-karya beliau ditulis dalam bahasa Arab dan hampir mencakup seluruh cabang keilmuan Islam, seperti dalam bidang Tafsir, Fikih, Tauhid, Tasauf, Gramatika Arab, Sirah Nabawiyah dan lain-lain. 

Bahkan salah satu karya Tafsirnya Kitab Marahun Labid atau dikenal dengan Tafsir Munir(berbeda dengan Tafsir al-Munir karya Syekh Wahbah Zuhaili) setelah beliau tulis, kemudian dikaji oleh ulama-ulama dari Mesir yang kemudian menggelar Syekh Nawawi al Bantani sebagai Sayyid ‘Ulama Hijaz/pemuka Ulama Mekkah Madinah seperti yang tertulis di beberapa cetakan yang tersebar. 

Karya lainnya dari Syekh Nawawi al-Bantani yang dijadikan rujukan di pesantren-pesantren di seluruh Pulau Jawa adalah Kitab Nihayatuzzain fi Irsyadil Mubtadi’in yang merupakan kitab fikih sebagai ulasan terhadap kitab Qurratul ‘Ain karya Syekh Zainuddin al Malibari dari Malabar India.

Beliau  juga pengarang Kitab Fathul Mu’inyang dikenal dengan Syarahannya dengan Hasyiah I’anah Thalibin karya Syekh Sayyid Bakri Syatta (1844-1892) guru utama dari Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi gurunya para ulama Indonesia. 

Karya lainnya dari Syekh Nawawi al Bantani ialah kitab Tijan Darari yang merupakan ulasan tuntas untuk karya Syeikhul Islam Ibrahim al Bajuri dalam bidang Tauhid. Hampir seluruh penerbit menulis Syekh Nawawi al-Bantani ketika mencetak karya ini dengan ‘Imam al Mudaqqiq’ sebuah gelar yang janggal disematkan untuk ulama kurun terakhir.  

Namun itulah apresiasi yang diberikan oleh para ulama untuk menghargai kiprah seorang Syekh Nawawi al Bantani. Selain Syekh Nawawi al Bantani, pada kurun 1800 masehi, hidup pula ulama terpandang Syekhuna Kholil Bangkalan yang merupakan Syekhul Masyayikh untuk seluruh Ulama di Jawa, bahkan Hadhratussyaikh Hasyim Asy’ari dan Kiyai A. Wahab Chasbullah, Kiyai Bisri Sansuri pendiri Nahdhatul Ulama adalah murid-muridnya. Banyak penulis yang telah menulis tentang Syeikhuna Kholil Bangkalan ini. 

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Ulama lainnya yang hidup pada era Syekh Nawawi Banten adalah Syekh Ahmad Khatib Sambas yang merupakan Mursyid Kamil Mukammil untuk Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.  Beliau yang menyatukan kedua tarekat tersebut yang kemudian disebarkan dan dilanjutkan oleh murid-muridnya seperti Syekh Tholhah hingga ke jalur yang masyhur jalurnya Syekh Ahmad Shohibul Wafa’ dikenal dengan Abah Anom dari Suryalaya Jawa Barat. 

Syekh Ahmad Khatib Sambas juga guru besar di Mesjidil Haram pada masanya, dan juga guru langsung dari Syekh Nawawi al Bantani walaupun untuk kemursyidan diserahkan kepada Syekh Abdul Karim Banten yang juga seorang pejuang kemerdekaan yang pernah memberontak di Cilegon. 

Ulama lainnya yang hidup semasa Syekh Nawawi al Bantani adalah Syekh Kiyai Saleh Darat dari semarang yang banyak menulis Kitab dalam bahasa Jawa. Beliau juga guru langsung dari Kiyai Hasyim Asy’ari dan Kiyai Ahmad Dahlan sebelum keduanya belajar di Mekkah Al Mukarramah

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Nurkhalis Muchtar

Nurkhalis Muchtar

Nurkhalis Muchtar, anak dari Drs H Mukhtar Jakfar dan Nurhayati binti Mahmud, lahir di Susoh, Aceh Barat Daya. Mengawali pendidikan di SD Negeri Ladang Neubok, Tsanawiyah di SMP Cotmane, lanjut ke MTsN Blangpidie. Kemudian merantau ke Banda Aceh dan bersekolah di MAS Ruhul Islam Anak Bangsa yang ketika itu masih di Lampeneurut. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAS RIAB, berangkat ke Bekasi Jawa Barat dan belajar di STID Mohammad Natsir pada jurusan Dakwah (KPI). Setahun ia di Bekasi, kemudian pulang dan melanjutkan di UIN Ar-Raniry pada jurusan Bahasa Arab. Mendapat beasiswa ke Mesir tahun 2006 ia dan menyelesaikan Strata Satunya di Universitas Al Azhar Kairo Mesir pada tahun 2010 pada jurusan Hadits dan Ulumul Hadits. Lalu, melanjutkan ke Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry konsentrasi Fiqih Modern dan selesai di tahun 2014 sebagai salah satu lulusan terbaik. Awal 2015 hingga akhir 2017 mengambil S3 di Universitas Bakht al-Ruda Sudan dan selesai di tanggal 10-10-2017 dalam usianya genap 31 tahun dengan nilai maksimal. Disela-sela penelitian S3, ia sempat mengenyam pendidikan di Pascasarjana IIQ Jakarta selama setahun pada kajian Al Qur'an dan Hadits. Pernah juga mengenyam pendidikan di beberapa pesantren, di antaranya adalah: Rumoh Beut Wa Safwan, Pesantren Nurul Fata dan Babul Huda Ladang Neubok, Dayah Mudi Cotmane, ketiganya masih di wilayah Aceh Barat Daya. Sambil mengikuti kuliah di Banda Aceh pada jenjang S2, ia sering mengikuti pengajian pagi di Dayah Ulee Titi, dan pernah mondok di Dayah Madinatul Fata Banda Aceh. Selain itu juga pernah belajar dan mengajar di Dayah Terpadu Daruzzahidin Lamceu dan Dayah Raudhatul Qur'an Tungkob Aceh Besar. Lalu, mendarmabaktikan ilmunya sebagai dosen dan pengajar di kampus negeri dan swasta, serta sebagai ustad di majelis-majelis taklim yang diasuhnya dalam pengajian TAFITAS Aceh, dan ia juga tercatat sebagai Ketua STAI al-Washliyah Banda Aceh,terhitung 2018-2022. Juga mulai berdakwah melalui tulisan, dan telah terbit beberapa tulisannya dalam bentuk buku dan karya ilmiyah lainnya. Salah satu buku yang ditulisnya adalah Membumikan Fatwa Ulama.  

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Perempuan Dayak Ngaju : Ketika Ibu Alam Memeluk Lembut Hutan Kalimantan 

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com