• Latest
Puisi-Puisi Sigit Prasojo

Senerai Puisi S. Sigit Prasojo

Juli 28, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Senerai Puisi S. Sigit Prasojo

Redaksiby Redaksi
Juli 28, 2025
Reading Time: 5 mins read
Puisi-Puisi Sigit Prasojo
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Kau Panggil Aku

Tuhan,

aku tak sedang marah—

hanya ingin tahu:

masihkah Kau mengingat

nama yang dulu Kau bisikkan

dalam hening?

Aku tak lagi pandai berdoa,

tanganku kaku menengadah,

sementara hatiku

tak tahu kiblat

selain gelap.

Tapi malam ini aku memanggil,

bukan lewat lidah

melainkan melalui retakan

yang tumbuh di sela napas.

Jika Kau mendengarku,

jangan jawab.

Biarkan diam-Mu saja

jadi pengakuan

yang paling sunyi.

Ponorogo, Juni 2025

Kitab Tanpa Huruf

Tak semua ayat datang dari langit.
Ada yang lahir dari luka
dan ditulis
dengan tinta paling dalam:
air mata.

Di dinding kamarku
terpaku satu kitab
tanpa huruf,
tanpa tafsir,
tapi tiap lembarnya
bisa membuat jiwaku rebah.

Mungkin itu bukan wahyu,
tapi aku percaya
Tuhan pun kadang membaca
tulisan paling sunyi
dari makhluk yang tak sanggup
menulis ulang hidupnya.

Ponorogo, Juni 2025

Doa yang Mengendap

Pernah kutulis doa

di selembar kertas

dan kusimpan

dalam kotak kayu

di bawah kasur.

Tiap malam,

aku mengendapkannya

bersama napas yang separuh.

Tapi esoknya, doa itu berubah—

bukan jadi jawaban,

melainkan debu.

Dan aku belajar:

tak semua doa

diciptakan untuk dikabulkan.

Sebagian hanya cara

agar kita

tak sepenuhnya terlupakan.

Ponorogo, Juni 2025

Jeda antara Doa dan Duka

Keningku pernah menyentuh sajadah

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

dengan harap

yang tak bisa kuceritakan pada siapa pun.

Namun bumi tetap dingin,

ADVERTISEMENT

dan langit terlalu jauh

untuk memeluk.

Aku ingin percaya,

tapi iman

kadang seperti kabut:

terasa basah,

namun tak tergenggam.

Di antara sujud dan doa,

ada jeda

ketika aku bukan hamba—

hanya tubuh

yang tak tahu

untuk apa hidup dilanjutkan.

Ponorogo, Juni 2025

Tuhan Juga Kesepian

Aku membayangkan—

di singgasana cahaya,

Tuhan duduk sendiri,

menatap bumi

dengan tangan-Nya yang rindu

pada suara-suara

penuh harap.

Barangkali Tuhan pun kesepian,

bukan karena ditinggal,

tapi karena terlalu sering dipanggil

tanpa dipahami.

Malam ini,

saat aku tak sanggup bicara,

aku hanya ingin

menjadi sepi yang jujur—

yang bisa menemani Tuhan

tanpa meminta apa-apa.

Ponorogo, Juni 2025

Karya: S. Sigit Prasojo 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Mengapa Bersepeda Begitu Digemari di Kota Banda Aceh?

Mengapa Bersepeda Begitu Digemari di Kota Banda Aceh?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com