POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengupas Kurikulum SMK 2025: Makin Banyak dan Padat

Feri IrawanOleh Feri Irawan
July 24, 2025
Mengupas Kurikulum SMK 2025: Makin Banyak dan Padat
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Feri Irawan*
Kepala SMKN 1 Jeunieb

Perubahan besar kembali menyambangi dunia pendidikan kejuruan di Indonesia atau SMK.

Kali ini, pergantian struktur kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang kena rombakan total.

Lewat Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, pemerintah secara resmi mengubah isi dari Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.

Sekarang pelajaran di SMK makin banyak, jam belajarnya makin padat, bahkan ada mata pelajaran baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Yang pertama langsung terasa dari dokumen resmi adalah jumlah jam pelajaran (JP) yang melonjak signifikan. Di kelas X saja, total jam belajar siswa bisa menembus 1.800 JP dalam setahun. Bandingkan dengan sebelumnya yang rata-rata masih di bawah 1.500 JP.

Tidak hanya kuantitas, jenis mata pelajaran pun bertambah. Saat ini, siswa SMK tidak hanya belajar teori dan praktik kejuruan, tetapi juga harus menekuni Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK), Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI), hingga Muatan Lokal yang bisa berbenturan teknologi, bahasa, sampai budaya lokal.

Masuknya koding dan AI ke dalam kurikulum SMK bukanlah sekadar tren pendidikan global, melainkan kebutuhan nyata untuk mempersiapkan lulusan SMK yang mampu menghadapi tantangan masa depan. Kebijakan ini membuka peluang besar bagi SMK untuk bertransformasi menjadi pusat inovasi, serta bagi guru SMK untuk berkembang menjadi fasilitator pembelajaran digital yang adaptif.

Pertanyaannya adalah “Apakah semua SMK siap mengajar AI?” Jawabannya, belum tentu.

Belajar Coding dan AI membutuhkan alat-alat yang canggih, sarana internet yang bagus. Sementara kita ketahui, belum seluruh SMK memiliki sarana itu.

Data BPS 2023 menunjukkan akses internet di desa hanya 59,33 persen, jauh tertinggal dari kota yang mencapai 76,30 persen. Artinya tantangan AI bukan hanya soal sinkronisasi dan penguasaan teknologi, tetapi juga ketimpangan infrastruktur digital yang berpotensi memperlebar jurang kualitas pendidikan antarwilayah.

Hal ini dipertegas Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Menurut Pak Menteri, mata pelajaran pilihan coding dan AI ini hanya akan diberlakukan di sekolah yang sudah memiliki sarana yang mumpuni.

Abdul Mu’ti juga mengakui, Kemendikdasmen belum memiliki solusi terkait dukungan fasilitas teknologi yang akan diberikan pada sekolah. Kementeriannya, saat ini tengah mempelajari model dan materi pembelajaran dari sekolah-sekolah yang sudah menerapkannnya.

Di sisi lain, sebagian besar guru SMK belum memiliki kompetensi mengajar materi AI yang kompleks. Tanpa pelatihan khusus, mereka akan kesulitan menyampaikan konsep yang benar, bahkan bisa menimbulkan miskonsepsi pada siswa. Akibatnya, tujuan pembelajaran bisa meleset dan guru semakin terbebani.

Sementara, banyak siswa SMK yang masih lemah dalam kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Materi AI memerlukan pemahaman logika, algoritma, dan matematika tingkat lanjut. Memaksakan pelajaran AI bisa mengalihkan fokus dari pemeliharaan fondasi utama yang jauh lebih mendesak.

Tentunya, tanpa strategi pedagogi yang matang, pelajaran AI berpotensi menjadi simbolik saja atau sekadar tren. Siswa mengajarkan istilah-istilah teknis tanpa benar-benar memahami makna dan prinsipnya. Hal ini akan mengurangi efektivitas pembelajaran dan menyia-nyiakan waktu proses belajar.

Oleh karena itu, kesuksesan implementasi mata pelajaran koding dan AI tidak hanya bergantung pada kebijakan tertulis, tetapi pada kesiapan infrastruktur, kompetensi guru, dan dukungan pelatihan yang berkelanjutan. Jika tantangan-tantangan ini tidak diantisipasi dengan baik, tujuan mulia kebijakan ini justru berisiko menimbulkan kesenjangan pendidikan yang semakin lebar.

Tentunya, kolaborasi antara pemerintah, sektor teknologi, dan komunitas pendidikan menjadi kunci dalam merumuskan solusi atas tantangan AI di lapangan.

Jika dilakukan secara cermat dan inklusif, pelajaran AI dalam kurikulum SMK dapat membuka jalan bagi lulusan SMK. Sehingga mereka lebih melek teknologi, sekaligus penting dan berdaya saing global.

📚 Artikel Terkait

Cermin Malam

Menyusuri Tempat Wisata di Spanyol yang Kental Sejarah Islam

Santri Dayah Apresiasi Pelaksanaan Pelatihan Penulisan Ilmiah

Puisi-Puisi Boy Mihaballo

Satu perubahan mencolok lainnya adalah durasi Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Dalam Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 dijelaskan bahwa PKL bukan lagi sekadar kegiatan tambahan, namun sudah menjadi mata pelajaran resmi yang masuk ke dalam struktur kurikulum, dengan alokasi Jam Pelajaran (JP) yang jelas

Untuk program SMK 3 tahun, PKL dilaksanakan paling sedikit selama 1 semester atau 16 minggu efektif (setara sekitar 4 bulan).

Sedangkan untuk program SMK 4 tahun khususnya di kelas XIII, PKL dialokasikan hingga 1.216 JP.

Jika dirata-rata dengan asumsi 46 JP per minggu, maka waktu PKL bisa tembus 26 minggu atau sekitar 10 bulan atau sekitar 1.216 JP. Ini jadi rekor tersendiri dalam sejarah pendidikan vokasi kita.

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memberikan siswa pengalaman dunia kerja yang lebih nyata, bukan hanya sebagian waktu yang terbatas. Selain itu,
meningkatkan kesiapan lulusan SMK, agar lebih kompeten secara teknis maupun etika kerja. Dan juga memperkuat hubungan sekolah dengan dunia industri, agar pembelajaran relevan dengan kebutuhan pasar.

Meski terlihat ideal, implementasinya tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Tidak semua sekolah punya akses ke industri atau mitra kerja yang cukup. Sementara di beberapa daerah masih minim perusahaan yang bisa menampung siswa PKL dalam jumlah besar. Agar PKL tidak hanya jadi formalitas maka perlu pengawasan dan sistem penilaian yang jelas.

Kurikulum baru menekankan pendekatan menyeluruh: siswa tidak hanya digenjot keterampilan teknis (technical skills), tapi juga kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan kewirausahaan.

Oleh karena itu, muncul mata pelajaran “Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK)” yang bersifat wajib di SMK.

KIK bukan sekadar pelajaran teori, tapi berbasis project-based learning. Jadi siswa dituntut bikin produk, solusi, atau jasa yang relevan dengan dunia nyata.

Meski terdengar progresif, kurikulum ini tetap mempertahankan Muatan Lokal sebagai bagian integral.

Sekolah bisa memasukkan pelajaran lokal seperti seni, prakarya, bahasa daerah, sampai kearifan lokal sebagai pelajaran mandiri atau bagian dari tema kokurikuler.

Kurikulum SMK saat ini jelas mengalami transformasi besar. Jumlah pelajaran makin banyak, kontennya makin modern, dan pendekatannya makin hands-on.

Tanpa implementasi yang serius dan dukungan menyeluruh, bisa saja siswa SMK malah kewalahan, bukan berkembang.

Pendidikan kejuruan harus tetap berpijak pada kenyataan, bahwa tidak semua sekolah punya akses dan kemampuan yang sama.

Yang jelas, siswa SMK hari ini bukan lagi “pelajar pinggiran”. Mereka disiapkan untuk jadi garda depan SDM unggul.

Struktur Kurikulum Kelas X

Mengutip dari laman resmi kurikulum.kemdikbud.go.id, struktur Kurikulum Merdeka SMK 2025 untuk siswa kelas X terdiri dari mata pelajaran umum dan kelompok mata pelajaran kejuruan.

Untuk mata pelajaran umum ada Pendidikan Agama Islam/agama lainnya dan Budi Pekerti, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kedua mata pelajaran ini masing-masing memiliki alokasi intrakurikuler per tahun 90 dan alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila per tahun 18. Total JP per tahun 108.

Ada mata pelajaran Sejarah, Pendidikan Pancasila, dan Seni Budaya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari). Ketiganya memiliki alokasi intrakurikuler dan alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila per tahun masing-masing yakni 54 dan 18. Dengan total JP per tahun masing-masing 72.

Selanjutnya, ada Bahasa Indonesia dengan alokasi intrakurikuler per tahun 108 dan alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila per tahun 36.
Total JP per tahun 144.

Sementara, untuk Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan, ada
Matematika, Bahasa Inggris, dan Informatika. Alokasi waktu intrakurikuler dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila per tahun per mata pelajaran sebesar 108 dan 36. Total JP per tahun per mapel 144.

Ada Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial dengan alokasi intrakurikuler per tahun 162 dan alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila per tahun 54.
Total JP per tahun 216.

Untuk Dasar-Dasar Program Keahlian, alokasi intrakurikuler per tahun sebesar 432, dengan total JP per tahun 432. Terakhir, Muatan Lokal dengan alokasi intrakurikuler per tahun 72. Total JP per tahun 72.

Demikian sekilas kurikulum merdeka untuk SMK tahun 2025. Semoga bermanfaat.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Feri Irawan

Feri Irawan

Feri Irawan, S.Si, M.Pd Guru Matematika, Ketua IGI Daerah Bireuen, Pegiat Literasi, dan sekarang Kepala SMKN 1 Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Adakah Perempuan Sejati?

Adakah Perempuan Sejati?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00