POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Karma

RedaksiOleh Redaksi
July 17, 2025
Karma
🔊

Dengarkan Artikel



Oleh Iyek Aghnia

Malam makin menjauh. Kesunyian membungkus malam sepi itu. Seorang wanita setengah baya itu berjalan menembus malam yang pekat. Cahaya buram rembulan iringi gaya berjalannya bak peragawati di panggung catwalk.

Setiap lelaki yang melihatnya, pasti akan bersiul usil. Maklum wanita setengah baya itu masih terlihat cantik diusianya yang mulai menua.

Sisa-sisa kecantikan masa lalu masih terpatri dalam guratan wajahnya yang mirip artis sinetron terkenal.

Mbak Lola adalah panggilan akrab warga kampung untuk wanita yang tinggal di ujung Kampung.

Semua warga Kampung sangat mengenal Mbak Lola. Bukan hanya soal kecantikan dan bodynya yang sering digambarkan bak bodynya gitar Spanyol, tapi perilaku wanita itu mengurus suaminya yang mengidap sakit bertahun-tahun, yang membuat semua warga berdecak kagum akan kesetiaannya sebagai seorang istri.

” Sebagai istri, Mbak Lola patut diteladani para istri di kampung kita ini,” kata seorang warga yang mendengar kabar tentang Mbak Lola yang mengurus sakit suaminya yang sudah menahun.

” Benar sekali. Sangat telaten mengurus suaminya dan amat setia,” sambung seorang warga lainnya.
” Semoga beliau tabah dan sabar menghadapi semua cobaan ini,” sela warga yang lainnya dengan penuh rasa simpati yang tinggi.

Setidaknya sudah hampir tiga tahun, semenjak berdiam di Kampung, suami Mbak Lola sudah sakit.

Suaminya hanya duduk di kursi roda. Tak heran bila suami Mbak Lola jarang bersosialisasi dengan warga. Termasuk jarang datang ke acara hajatan warga. Apalagi ke masjid. Sangat jarang terlihat.

Hanya Mbak Lola yang aktif bersosialisasi dengan warga Kampung. Warga pun jarang datang ke rumah Mbak Lola. Maklum Mbak Lola hanya tinggal bersama suaminya.

Kalaupun ada yang datang berkunjung ke rumah itu, kebanyakan para lelaki dari luar Kota yang konon kabarnya sahabat dari suami Mbak Lola saat mereka masih tinggal di Kota.

Para tamu suami Mbak Lola, biasanya menginap hingga tiga malam. Mereka datang ke rumah Mbak Lola dengan menggunakan mobil mewah merk terkini.

Dan kalau ada tamu dari luar Kota, biasanya Mbak Lola sangat sibuk berbelanja ke Pasar Kampung.

Banyak sekali bahan keperluan rumah tangga yang dibelinya. Mulai dari sembako hingga minuman kaleng. Sementara di dompetnya bergumpal uang pecahan seratusan ribu yang menggunung. Penuhi dompetnya yang berharga sangat mahal.

Cahaya mentari mulai meredup menahan rasa lelah yang tak terperikan. Sejuta pelangi yang mengibar di ujung langit seolah tak mampu diredamnya dengan sinarnya yang makin menua itu. Sebuah pertanda senja telah tiba.

Sebuah mobil merk terkenal melintasi jalanan Kampung yang mulai berwarna hitam. Arahnya jelas. Ya, mobil mewah itu menuju rumah Mbak Lola.

Kesumringahan membalut wajah cantik Mbak Lola saat menyambut kehadiran tamunya.

Sebuah ciuman mendarat di pipi kanan dan kiri lelaki setengah baya itu dari Mbak Lola. Keduanya pun langsung masuk ke dalam rumah dengan saling berpelukan.

Sementara, suami Mbak Lola tampak gusar dengan kehadiran tamu itu. Wajahnya tak bersahabat. Ada kesan perlawanan. Tapi apa daya. Tak mungkin di atas kursi roda itu dirinya mampu melawan lelaki setengah baya yang masih tampak gagah itu masuk ke dalam kamar istrinya.
” Dasar wanita terkutuk,” teriak suami Mbak Lola

Teriakan suaminya tak menyurutkan langkah Mbak Lola masuk ke dalam kamarnya bersama sang tamu.

📚 Artikel Terkait

BENGKEL OPINI RAKyat

Bangun Literasi di Sekolah Terpencil, Kadisdikbud Aceh Selatan Bagikan Majalah Anak Cerdas

Jangan Terlalu Percaya dengan KPK, Kecuali OTT

Nilai dan Peran Guru Penggerak

Sang suami hanya bengong menyaksikan adegan itu. Dari dalam kamar terdengar suara derit goncangan ranjang dan suara desahan istrinya.

Lelaki tua itu hanya terpejam mendengar suara lenguhan istrinya yang menyapa kuping tuanya. Air matanya menetes membasahi ubin rumah mereka.

Di dalam kamar, Mbak Lola asyik memacu syahwatinya bersama lelaki yang sering dikatakannya sebagai tamu suaminya.

Tamu suaminya tampaknya mampu menebarkan air kebahagian di jiwanya yang kering kerontang. Air kebahagian yang mampu memuaskan jiwa dan rohaninya sebagai wanita dewasa. Ada rasa bahagia yang muncrat dari wajah cantik Mbak Lola.

Sang tamu tampak sumringah atas pelayanan Mbak Lola di peraduan. Ada rasa kenikmatan yang belum pernah dirasakannya selama ini.
” Terima kasih, Jeng. Aksimu malam ini sangat hebat dan memuaskan aku. Dan aku akan kembali lagi minggu depan,” ujar sang tamu dengan nada gembira.

Mbak Lola tersipu dengan pujian dari lelaki itu. Sebuah ciuman didaratkannya di kening lelaki itu Segepok uang lembaran seratus ribu dititipkan lelaki itu di atas ranjang yang masih kusut spereinya. Tepat di atas noda yang masih basah.

Sudah hampir tiga minggu tak ada kunjungan tamu ke rumah Mbak Lola. Ada rasa kegelisahan di nurani wanita itu. Seribu tanya menggelayut dalam jiwanya yang kering kerontang dimakan usia.

Sementara uang dalam dompetnya mulai menipis. Tadi siang saja, untuk membeli beras, dirinya harus mengutang dulu kepada Wak Jon, pemilik warung langganannya.

Wanita setengah tua itu terus melangkah dengan langkah kaki bergegas menembus malam yang makin pekat. Jalannya tergesa-gesa. Bak koruptor yang ingin menghindari dari jepretan para fotografer.

Langkah Mbak Lola terhenti seketika, saat terdengar klakson mobil berbunyi di ujung jalanan Kampung yang mulai mulus.

Dari dalam mobil tampak seorang lelaki yang dikenalnya tersenyum seolah memberikan kode tertentu.

Mbak Lola pun tersenyum. Ada rasa bahagia yang mengalir dalam sekujur tubuhnya yang mulai menua. Keduanya pun menembus malam yang pekat dengan kepekatan jiwa yang berselimutkan syahwati.

Wajah cantik Mbak Lola tampak lusuh. Tak ada lagi guratan kebahagian yang selama ini menjadi ciri khasnya sebagai seorang wanita.

Tak ada lagi. hanya sebuah penyesalan yang kini muncrat dalam aliran nuraninya yang kelam.

Setidaknya, usai pulang dari Puskesmas tadi pagi, wanita setengah tua itu dilanda perang batin yang amat menggurita dalam jiwanya.

Bagiamana tidak. Vonis dirinya mengidap penyakit HIV membuatnya terkulai.

“Berdasarkan pengecekan sample darah dari laboratorium kami, Ibu mengidap penyakit HIV,” terang Dokter Puskesmas.

Mbak Lola pun terkaget-kaget mendengar penjelasan dokter. Jantungnya hampir copot. Kakinya gemeteran. Hampir copot dari engsel pergelangan kakinya.

” Ha ! Betul Dokter? Apa tidak salah?,” tanya Mbak Lola dengan nada setengah berteriak diliputi wajah setengah tidak percaya atas penjelasan dokter.
” Tidak Bu. Kami tidak salah. Itu hasil test dari laboratorium,” ujar sang Dokter.

Wanita setengah baya itu hanya bisa menatapi hari dengan rasa berdosa yang tak terperikakan.

Rasa berdosa kepada suaminya yang dibiarkannya bak seonggok patung hiasan rumah. Rasa bersalah atas segala perbuatannya. Dan rasa bersalah kepada semua penghuni Kampung yang telah dibohonginya bertahun-tahun.

Kini bersama doa-doa yang terus digemakannya dengan airmata dosa menjadi diorama kehidupan Mbak Lola yang baru.

Sebuah kehidupan babak kedua yang dijalaninya menuju waktu ajal tiba. Sebelum Izrail tiba.

Sementara di kejauhan terdengar syair lagu lawas yang disenandungkan dengan indah oleh Kiki Maria yang berjudul karma.

Karma..
Karma…

t’lah menimpa hidupmu…
Uh.. karma.. karma…
haruskah dipercaya ?
karma.. karma…
Mestikah diterima ?

Karma…
Mungkin…

Toboali, awal Juli 2025.

Iyek Aghnia adalah nama pena dari Rusmin Sopian.
Penulis adalah Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca ( GPMB) Bangka Selatan.

Cerpennya termuat di media massa lokal Bangka Belitung dan luar Bangka Belitung.

Saat ini berkehidupan di Toboali Bangka Selatan bersama istri dan dua putrinya yang cantik dan kakek satu orang cucu yang bernama Nayyara Aghnia Yuna.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Discount 19% Dari Trump, Banyak Memuji Prabowo

Discount 19% Dari Trump, Banyak Memuji Prabowo

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00