• Latest
Discount 19% Dari Trump, Banyak Memuji Prabowo

Discount 19% Dari Trump, Banyak Memuji Prabowo

Juli 17, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Discount 19% Dari Trump, Banyak Memuji Prabowo

Redaksiby Redaksi
Juli 17, 2025
Reading Time: 3 mins read
Discount 19% Dari Trump, Banyak Memuji Prabowo
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Banyak memuji kesuksesan delegasi dagang Prabowo minta discount ke Donald Trump. Hasilnya, dari 32 persen turun jadi 19 persen. Barang dari Amerika, nol tarif. Sukses? Entahlah, tapi ramai memuji Prabowo. Mari kita ungkap lagi kisah negeri kita yang mencoba “melawan” negara super power sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Inilah kisah cinta sepihak paling menyayat hati dalam sejarah perdagangan internasional. Indonesia, negara yang selama 61 bulan berturut-turut mencatat surplus dagang dengan Amerika Serikat, sejak Mei 2020 sampai Mei 2025, akhirnya harus menerima hadiah yang mengejutkan, tarif impor sebesar 19%. Hadiah ini, tentu saja, diberikan dengan senyum manis oleh Donald Trump. Senyum yang kira-kira berarti, “Kamu terlalu untung, jadi izinkan aku menyeimbangkan semesta… dengan hukuman.”

Ya, pada 2024 saja, Indonesia surplus sebesar US$17,9 miliar dari perdagangan barang dengan AS. Sebuah rekor yang bikin bangga, sekaligus bikin gemetar, karena di dunia dagang internasional, kalau you terlalu sukses, sampeyan dicurigai. Apalagi kalau ikam bukan sekutu NATO. Apalagi kalau akang ekspor terlalu banyak minyak sawit, bahan bakar mineral, dan baja, sementara panjenengan cuma impor jagung dan mesin dari Amerika.

Surplus ini membuat Indonesia terlihat seperti murid pintar yang terlalu sering dapat ranking satu, sampai akhirnya guru, dalam hal ini Presiden Trump, memutuskan untuk mengacak-ngacak lembar jawaban ujian. Sejak 1980-an, Indonesia memang langganan diintervensi, kuota tekstil, tuduhan dumping, pencabutan fasilitas GSP, dan sekarang… diskon tarif dari 32% ke 19% yang lebih mirip potongan kuku dari potongan harga.

Menteri Airlangga Hartarto pun tampil di layar kaca dengan senyum yang ambigu. Bersama juru bicara Haryo Limanseto, mereka menjelaskan bahwa ini adalah hasil negosiasi. Bahwa kita berhasil mencegah bencana. Bahwa tarif 32% telah diubah menjadi tarif 19%. Bahwa kita seharusnya bersyukur. Karena lebih baik jatuh dari sepeda daripada ditabrak truk trailer.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Tapi tunggu dulu. “Diskon” ini tidak gratis. Sebagai gantinya, Indonesia harus membeli energi dari AS senilai US$15 miliar. Ditambah produk pertanian sebesar US$4,5 miliar. Dan ya, 50 pesawat Boeing, termasuk seri 777. Boeing, yang kadang lebih banyak recall-nya dari berita cerai selebriti.

Kita juga membebaskan barang AS dari segala tarif dan hambatan. Apple dan Microsoft tak lagi diwajibkan memenuhi aturan TKDN. Sepuluh komoditas impor kita longgarkan. Produk AS diberi status Most Favored Nation, dengan tarif hanya 0–5%.

Apa yang kita dapat? Kesempatan mengekspor minyak sawit dan sandal jepit tanpa dibakar tarif 32%. Peluang kerja sama strategis di bidang mineral dan teknologi, yang mungkin akan terwujud… jika dunia tidak kiamat duluan.

Tapi realitasnya, industri dalam negeri bersiap dihantam. Barang Amerika masuk tanpa hambatan. Pasar lokal terancam dikuasai mereka. Kita mungkin tetap ekspor, tapi dengan posisi jongkok.

Inilah paradoksnya, kita surplus, lalu kita dihukum. Kita unggul, lalu kita dituduh nakal. Kita terlalu menang, dan karena itu kita diminta membayar lebih. Dunia dagang tak suka pemenang diam. Dunia dagang hanya suka pemenang yang tunduk.

So, tarif 19% ini bukan sekadar angka. Ini adalah hukuman yang dibungkus dengan stiker diskon. Sebuah pesan dari Trump kepada Indonesia, “Kau terlalu pintar, sekarang belajarlah jadi bodoh yang patuh.”

Beginilah kisah ekonomi global. Kita tidak benar-benar bernegosiasi. Kita hanya menunggu untuk tidak ditinggal. Kita tidak sedang berdagang. Kita sedang menjual kedaulatan, dibungkus dengan pita bernama “hubungan strategis.” Silakan sebut ini kemenangan diplomasi. Atau kalau mau jujur, ini cinta sepihak yang disponsori neraca perdagangan.

Lalu kita pengopi di warkop? Tetap ngopi tanpa gula. Pendukung Prabowo semakin cinta. “Apa yang diputuskan Prabowo tentu untuk kebaikan rakyatnya.” Inilah negeri saya, negeri ente, negeri kita, wak.

ADVERTISEMENT

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Anak Negeri Tak Kenal Negerinya - Ulasan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com