POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

“Balon Durhaka” Sampai SK PPPK Ditahan Bupati

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
July 16, 2025
“Balon Durhaka” Sampai SK PPPK Ditahan Bupati
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Ini hanya adegan remeh-temeh. Boleh di-skip. Cerita ringan di mana seorang bupati tersinggung atau merajok gara-gara pelepasan balon. Rasa mau ketawa lihat videonya. Sambil menunggu Timnas melawan Brunei pukul 20.00 malam ini, mari kita ungkap adegan super absurd se-nusantara ini. Tentu, siapkan kopi tanpa gulanya, wak!

Pada 14 Juli 2025, langit Batang Hari yang biasanya cuma menyaksikan awan lewat dan drone ilegal terbang rendah, tiba-tiba menjadi saksi bisu peristiwa yang mengguncang akar seremonial bangsa. Balon terbang sebelum waktunya. Kejadian ini bukan sekadar insiden biasa, tapi tragedi nasional berskala karnaval yang menggagalkan satu dari sekian banyak agenda formal, pelantikan ribuan pegawai PPPK di Taman Tapa Malenggang Aek Meliuk, Jambi. Sebuah tempat yang namanya saja sudah terdengar seperti mantera untuk menahan hujan.

Segala hal telah dipersiapkan dengan maksimal. Pegawai berdandan rapi, berdiri seperti barisan semangka di swalayan, balon-balon warna-warni dibagi seperti janji-janji kampanye, kamera sudah siap membidik dengan mode potret 0.5x, dan yang paling penting, sang Bupati Muhammad Fadhil Arief hadir langsung, dengan tatapan karismatik dan ekspresi ‘mari kita abadikan momen bersejarah ini’.

Namun, sejarah memilih jalur yang berbeda.

Tatkala sang MC, yang mungkin lulusan ilmu aba-aba kelas sore, berteriak, “Ayo siap-siap foto bersamaaa…!” seketika itu pula tangan-tangan para pegawai melepas balon, seolah-olah aba-aba itu adalah perintah resmi dari langit. Balon-balon pun naik, mengangkasa, menari di udara dengan gembira, membentuk formasi absurd yang membuat semua kepala mendongak, bukan karena kagum, tapi karena kaget setengah sadar, loh, belum waktunya, bang!

Di detik itulah, ekspresi Bupati Fadhil Arief berubah dari bangga menjadi bingung, lalu menjelma jadi kekecewaan akut. Mukanya seperti anak SD yang tahu bekalnya dimakan kucing. Acara yang seharusnya berlangsung heroik berubah menjadi chaos elegan. Para pegawai saling menatap, berharap bisa menjelaskan bahwa mereka hanya salah paham, bukan pemberontak konstitusi balon.

📚 Artikel Terkait

From Local Brand to Smart Entrepreneur

Selubung Kain Putih, Film Sineas Aceh Tayang Perdana di Bioskop Ibu Kota

Ka’bah, Titik Nol Persatuan Umat Islam: Membangun Good Page Islam Global

Sejarah Adalah Guru Kehidupan

Akibat insiden “Balon Durhaka” ini, penyerahan SK PPPK yang seharusnya dilakukan secara serentak dan sakral di lokasi, langsung dibatalkan. Iya, batal. Bubrah. Gugur sebelum berkembang.

“Lah, cuma pelepasan balon, kok merembet ke SK. Bupati kok baperan,” sindir netizen.

Namun jangan panik. Sebab, sang bupati menyampaikan klarifikasi penuh kedamaian. SK tetap dibagikan, tapi secara diam-diam, di kantor masing-masing, dengan protokol yang lebih steril dari ruangan vaksinasi.

Netizen tentu saja tidak diam. Meme bertebaran. Mulai dari balon yang dikasih caption “Saya lelah jadi simbol upacara”, hingga wajah bupati yang diedit sedang mengejar balon dengan jaring kupu-kupu. Yang tadinya niatnya bikin momen viral karena pelantikan massal, justru jadi viral karena balon kabur duluan. Sebuah pelajaran pahit bagi bangsa yang terlalu serius terhadap hal-hal remeh, dan remeh terhadap hal-hal serius.

Begitulah negeri ini. Di tengah kekacauan ekonomi, krisis lingkungan, dan harga cabai yang fluktuatif seperti status hubungan selebgram, justru kita disibukkan oleh momentum balon. Tapi dari insiden ini kita sadar satu hal, dalam hidup, jangan salah tafsir aba-aba. Bisa-bisa niat mau foto bersama, eh malah dibubarkan tanpa SK.

Dari insiden ini kita belajar bahwa hidup bukan tentang SK. Bukan juga soal balon. Tapi soal momentum. Kalau kau terlalu cepat, kau disalahkan. Kalau kau telat, kau ditinggal. Maka jadilah seperti balon, ringan, ceria, tapi patuh protokoler.

Untuk para pegawai PPPK, selamat atas pelantikannya. Semoga SK kalian tidak terbang juga, bersama harapan dan janji-janji masa depan. Jangan lupakan foto bersama. Karena di negeri ini, tanpa foto, nuan tidak pernah ada.
Percayalah, di negeri ini, balon pun bisa jadi biang kerok kegagalan sistem.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Amanah yang Berat

Perspektif Budaya Membaca dan Menulis di Indonesia

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00