• Latest
Salem’s City Seal Controversy: Between Historical Legacy and Modern Sensitivities

Aceh dan Salem: Jejak Sejarah Dagang yang Terancam Terhapus

Juli 16, 2025
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
IMG_0532

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Aceh dan Salem: Jejak Sejarah Dagang yang Terancam Terhapus

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si by Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
Juli 16, 2025
in #Sumbangan Aceh, Aceh, Amerika, Artikel, Kerajaan Aceh, Sejarah
Reading Time: 4 mins read
0
Salem’s City Seal Controversy: Between Historical Legacy and Modern Sensitivities
602
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh.

Pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19, Kesultanan Aceh berdiri sebagai salah satu kekuatan dagang paling berpengaruh di Asia Tenggara. Kaya akan hasil bumi seperti lada dan kapur barus, Aceh menjadi magnet bagi para pedagang dari seluruh dunia—termasuk dari Kota Salem, Massachusetts, Amerika Serikat. Hubungan dagang yang berlangsung lintas samudra ini, pernah diabadikan dalam lambang resmi Kota Salem. Namun kini, sejarah itu menghadapi ancaman penghapusan melalui gerakan penggantian logo kota, dengan alasan sensitivitas rasial yang oleh banyak pihak dianggap keliru.

Aceh dalam Sejarah Maritim Dunia

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Letak strategis Aceh di ujung utara Pulau Sumatra menjadikannya pintu gerbang perdagangan di Samudra Hindia. Menurut Daniel Perret, posisi geografis Aceh berperan besar dalam menjadikannya pusat pertemuan budaya dan ekonomi sejak era kuno hingga modern (Perret, 2011). Sejak abad ke-17, Aceh telah menjadi eksportir utama lada, dan secara aktif menjalin hubungan dagang dengan bangsa Eropa dan Amerika.

Mehmet Özay mencatat bahwa perkembangan ekonomi Aceh sangat dipengaruhi oleh komunitas pesisir dan pelabuhan-pelabuhan Islam seperti Kuala Batee dan Trumon, yang berfungsi sebagai simpul penting dalam perdagangan lada (Özay, 2012; Inayatillah et al., 2024). Kedua kawasan ini bukan hanya pelabuhan dagang, melainkan juga pusat diplomasi dan pertukaran budaya.

Salem dan Lada Aceh: Kemitraan Trans-Samudra

Setelah merdeka dari Inggris, para pedagang Salem mencari pasar baru yang bebas dari monopoli kolonial. Pada tahun 1797, Kapten Jonathan Carnes berlayar ke Sumatra dengan kapal Rajah, dan kembali membawa lada liar senilai lebih dari $125.000—setara sekitar $1,5 juta saat ini. Perjalanan ini menandai awal dominasi Salem dalam perdagangan lada, dengan lebih dari 179 kapal Amerika tercatat berkunjung ke Aceh antara tahun 1654 hingga 1846 (Feener, 2021).

Logo Kota Salem yang dibuat oleh George Peabody pada 1839 tidak menampilkan kota itu sendiri, melainkan menggambarkan seorang bangsawan Aceh dengan pakaian gombrong tradisional dan payung, berdiri di bawah pohon palem, dengan latar kapal dagang. Tulisan Latin Divitis Indiae usque sinum (“Hingga pelabuhan terkaya di Timur”) mempertegas visi global dan penghormatan Salem terhadap Aceh.

Meski sebagian besar hubungan dagang berlangsung damai, ketegangan sempat terjadi. Pada 1831, kapal Friendship milik Amerika diserang di Kuala Batee, yang memicu intervensi militer AS melalui kapal USS Potomac. Meski peristiwa ini keras, hubungan dagang dan diplomatik antara Aceh dan Salem tetap berlanjut. Tokoh Aceh bernama Po Adam disebut berperan penting dalam melindungi pedagang Salem dari ancaman lokal (Feener, 2021; Inayatillah et al., 2024).

Menurut Anthony Reid, kemunduran Aceh di abad ke-19 bukanlah akibat kelemahan internal, melainkan tekanan dari kolonialisme dan perubahan dinamika perdagangan global (Reid, 2016). Namun warisan maritim Aceh tetap hidup di ingatan budaya kota-kota seperti Salem.

Ancaman Penghapusan Sejarah atas Nama Sensitivitas

Pada tahun 2025, muncul gerakan untuk mengganti logo Kota Salem dengan alasan dianggap rasis. Sebagian pihak mengklaim bahwa gambar tersebut mengandung stereotip Asia yang tidak pantas. Namun banyak sejarawan dan akademisi seperti Prof. Michael Feener, Dr. Reza Idria, dan Prof. Cut Dewi membantah tuduhan tersebut, dengan menegaskan bahwa figur dalam logo adalah tokoh Aceh yang menggambarkan hubungan perdagangan yang saling menghormati, bukan kolonialisme.

Reid (2020) mengingatkan bahwa sejarah Aceh sangat kompleks, melibatkan hubungan dengan India, Cina, dan dunia Barat. Mereduksi ikon sejarah menjadi isu ras semata justru menghapus kekayaan sejarah diplomasi dan perdagangan yang telah berlangsung berabad-abad.

Hubungan dagang antara Aceh dan Salem bukan sekadar catatan kaki sejarah, melainkan simbol dari kemungkinan perdagangan global yang damai di tengah era imperialisme. Logo Kota Salem—jika dipahami dalam konteks sejarahnya—bukanlah simbol diskriminatif, melainkan penghargaan terhadap keberanian maritim dan persahabatan lintas budaya. Menghapusnya berarti menghapus kisah penting yang membentuk identitas Salem sekaligus mengaburkan peran Aceh dalam sejarah dunia.

Daftar Pustaka

Dadek, Ahmad. Meulaboh dalam lintas sejarah Aceh. Bappeda Aceh Barat, 2013.

Feener, R. Michael. “Salem to Sumatra (dan Jalur Improvisasi Lainnya).” Dalam Fieldwork and the Self: Changing Research Styles in Southeast Asia, Springer Singapore, 2021: 91–101.  

Inayatillah, Inayatillah, dkk. “Peran strategis kerajaan Islam di Aceh abad ke-18 dan ke-19: Studi kasus perdagangan di Kuala Batee dan Trumon.” Journal of Al-Tamaddun 19.1 (2024): 311–334.  

ADVERTISEMENT

Özay, Mehmet. “Dasar sejarah perkembangan sosial-ekonomi Aceh (1511–1904).” Journal of History Culture and Art Research 1.2 (2012): 55–70.  

Perret, Daniel. “Aceh sebagai ladang studi sejarah kuno.” Mapping the Acehnese past (2011): 25–38.  

Reid, Anthony John S. “Mengapa Aceh kehilangan kemerdekaannya di abad ke-19?” Heritage of Nusantara 5.2 (2016): 161–182.  

Reid, Anthony. “Dimensi India dalam sejarah Aceh dan Sumatra.” Journal of Maritime Studies and National Integration 4.2 (2020): 64–72.  

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 309x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 272x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 235x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 222x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 180x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare241Tweet151
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541
#Cerpen

Rina

Maret 29, 2026
Next Post
KISAH CINTAKU

KISAH CINTAKU

HABA Mangat

Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com