• Latest

Duel Seru, Ara vs Fahri, Siapa Juara Rumah Rakyat?

Juli 6, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Duel Seru, Ara vs Fahri, Siapa Juara Rumah Rakyat?

Redaksiby Redaksi
Juli 6, 2025
Reading Time: 3 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Kita tinggalkan dulu cerita sang menteri, Maman Abdurrahman yang lagi sibuk membela istrinya. Dua anak buah Prabowo ini lain lagi tabiatnya. Satu kementerian, malah sibuk berantem argumen, macam rebutan tulang. Simak narasinya sambil seruput kopi tanpa gula agar otak selalu encer dan waras, wak!

Selamat datang di pertarungan paling dinanti tahun ini! Langsung dari Stadion Kabinet Indonesia Maju, inilah laga paling panas, paling mendebarkan, paling absurd dalam sejarah tata kelola negara. “Maruarar ‘Si Petarung Rakyat’ Sirait vs Fahri ‘Si Pemberontak Mikrofon’ Hamzah”! Bukan sekadar debat kebijakan, ini perang semesta wacana, duel epik yang bikin rumah rakyat goyang sebelum fondasinya sempat dicor!

Di sudut merah, berdiri tegap dengan gaya khas Gerindra, sang menteri yang terkenal idealis, Ara! Misinya, rumah subsidi minimalis di lahan urban nan sempit, cukup 18 meter persegi! Bagi Ara, yang penting rakyat punya atap, meskipun sempit, yang penting bisa rebahan dan nyimpen galon.

Namun, di sudut biru, penuh semangat revolusioner dan buku UU di tangan, muncul wakil menteri dari Partai Gelora, Fahri Hamzah! Tak terima konsep “rumah kerupuk”, ia melempar hook keras, “UU No. 1 Tahun 2011 bilang rumah subsidi minimal 36 meter persegi! Jangan kau ubah undang-undang jadi status WhatsApp, Lae!”

Gemuruh penonton mengguncang langit DPR. Netizen Gen Z melempar komentar brutal. “Rumah 18 meter itu tempat Barbie tinggal, bukan manusia!” Bahkan muncul istilah baru, Subsi-DIE, rumah subsidi yang lebih kecil dari garasi motor Pak RT.

Pertarungan masuk ronde dua. Ara melayangkan uppercut kebangsaan. “Kita cukup pakai dana dalam negeri! BPI Danantara cukup! Jangan utang ke asing!” Tapi Fahri menghindar lincah, membalas dengan jab tajam. “Lae, kita bisa dapet Rp16 triliun setahun dari World Bank dan ADB! Kenapa nolak rejeki internasional? Ini bukan kedaulatan, ini kejumudan!”

Stadion makin panas. Ring berubah jadi ruang sidang. Presiden mulai panik, pengembang perumahan mulai gigit kuku. Program 3 Juta Rumah per Tahun, janji suci Prabowo-Gibran, kini terancam berubah jadi 3 Juta Drama Tiap Pekan.

Ronde tiga. Fahri melepas kombinasi. “Ayo bikin Omnibus Law Perumahan, kita konsolidasi semua regulasi!” Ara balas dengan tendangan filosofis, “Jangan jadikan hukum sebagai celana panjang yang bisa dipotong sesuka hati!”

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Keringat mengucur, nadi debat makin kencang. Di luar ring, masyarakat bingung, “Ini kementerian kerja atau sinetron prime time?” Sementara itu, backlog perumahan tetap menggantung di angka 12,7 juta unit. Rakyat kecil, MBR, milenial, Gen Z, yang hanya ingin rumah sederhana dengan pintu tak berbagi sama WC, kini jadi korban dari ego para petarung elite.

Investor? Lari ke Malaysia. Pengembang? Lebih memilih buka warung ayam geprek. Masyarakat? Masih tinggal di kosan petak beraroma mie instan.

Ketika bel terakhir berbunyi, tidak ada pemenang. Hanya bangkai kebijakan yang tergeletak di tengah ring. Mikrofon patah, draft kebijakan berserakan, dan rakyat hanya bisa tepuk tangan sambil menangis dalam diam.

“Pertarungan ini bukan soal siapa menang,” bisik seorang tukang bangunan, “tapi soal siapa yang ingat bahwa rumah itu bukan panggung adu domba, tapi tempat berteduh dari ributnya dunia.”

Jika rumah rakyat adalah filosofi luhur kemanusiaan, maka kalian berdua adalah penjaga gerbangnya. Tapi tolong, jangan jadi dua bocah rebutan Lego, apalagi di tengah banjir harapan rakyat miskin kota yang cuma mau, atap, tembok, dan kamar mandi yang bisa ditutup pintunya. Jangan sampai rumah rakyat berubah jadi rumah sakit, bukan karena sakit badan, tapi karena sakit hati melihat tingkah kalian.

Sayangnya, di Kementerian Perumahan hari ini, justru rumah itulah yang tak lagi punya atap.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Bangkitnya Semangat Oleh Sang Penyemangat

Aku dan Kegelapan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com