• Latest
Menembus Sunyi, Menyalakan Cita

Catatan Seorang Guru Bakti untuk Mas Menteri

Juli 5, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Catatan Seorang Guru Bakti untuk Mas Menteri

Redaksiby Redaksi
Juli 5, 2025
in #Kisah Inspiratif. #Guru inspiratif, Artikel, Kisah Hidup, Kisah Nyata
Reading Time: 2 mins read
Menembus Sunyi, Menyalakan Cita
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh RAHAYULISNA, S. Pd

Guru SD NEGERI 11 BANDAR BARU, Pidie Jaya, Aceh

Saya mengajar di sebuah desa, jauh di balik bukit. Jauh dari keramaian . Saya adalah seorang guru bakti—julukan yang disematkan pada kami yang mengabdi dengan tulus, pahlawan tanpa pamrih, meski digaji tak seberapa. Setiap pagi, saya menyalakan motor tua says yang mesinnya sering terbatuk, lalu menempuh jalan pegunungan yang tidak rata.

Di tengah perjalanan, saya sering bertanya dalam hati:”Masih kuat sampai kapan?” Bukan hanya tubuh saya yang lelah, tapi juga harapan saya juga. Karena bertahun-tahun menjadi guru bakti,  saya seperti hidup dalam ruang tunggu yang tak pernah ada panggilan, tak ada honor tetap. 

Kadang sebulan, kadang dua bulan baru datang. Dan jika datang pun, tak jarang hanya cukup untuk membeli minyak motor.  Namun saya bertahan dan tetap pergi mengajar. Bukan karena tak punya pilihan, tetapi karena yang saya hadapi setiap hari bukan angka-angka,tapi wajah-wajah kecil yang penuh harapan. 

Anak-anak yang masih percaya bahwa sekolah bisa mengubah masa depan mereka dan saya ingin menjadi bagian dari jalan menuju masa depan mereka.

Satu hal yang selalu menjadi mimpi bagi saya adalah PPG(Pendidikan Profesi Guru). Di situ ada harapan untuk diakui sebagai pendidik sejati dan mendapatkan tunjangan. Tapi dari tahun ke tahun, nama kami para guru bakti seperti tak pernah dianggap. 

Syaratnya terlalu banyak, aksesnya terlalu jauh, dan peluangnya begitu sempit. Karena lebih diutamakan untuk PNS. Namun semua itu berubah di tahun 2024. Di tengah lesunya harapan, tiba-tiba saya menerima kabar baik dan kali ini bukan sekadar angin lalu. PPG dibuka kembali dengan kebijakan baru. Tidak serumit dulu. Tidak seberat dulu. Dan untuk pertama kalinya, guru bakti seperti saya dipanggil juga dan semua biayanya gratis. Kesempatan itu datang dengan wajah baru berkat kebijakan dari Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan saat itu.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

Air mata bahagia tak terasa mengalir di pipi saat melihat di aplikasi PMM saya menjadi salah satu peserta PPGnya. Dan semua kegiatannya PPG dilakukan secara daring selama kurang lebih 3 bulan. Sehingga saya tidak perlu meninggalkan keluarga untuk mengikuti kegiatan PPG ini. Saya mengikuti semua prosesnya. Memang tidak mudah, saya belajar di malam hari, menyelesaikan tugas di sela waktu mengajar, dan tetap hadir untuk murid-murid saya setiap pagi. 

Tapi di setiap langkah, semangat saya tumbuh. Karena saya tahu, kali ini perjuangan saya tidak akan berakhir sia-sia dan sertifikasi menanti di depan mata. 

Dan benar. Di akhir perjuangan itu, Saya menerima kabar kelulusan. Sertifikat pendidik itu kini ada di tangan saya. Bukan hanya selembar kertas. Tapi sebuah pengakuan yang selama ini hanya bisa saya lihat dari jauh. Bukti bahwa perjuangan saya selama ini tidak sia-sia.

Mas Menteri, terima kasih. Engkau mungkin tak sempat bertemu kami satu per satu. Tapi kebijakanmu menyentuh kami sampai ke desa-desa yang tak pernah masuk peta. Di akhir masa baktimu, engkau membuka pintu besar bagi ribuan guru yang selama ini diam-diam mengabdi

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
What is Scholasticide?

Public Statement on the Destruction of the “Jeju Tree” in Banda Aceh

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com