POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Puisi Esai

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
July 4, 2025
Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Puisi Esai
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro

Di era layar yang senantiasa menyala, kita hidup di persimpangan antara logika mesin dan getar nurani.
Di sanalah Koding, Kecerdasan Artifisial (KA), dan Puisi Esai saling bersua, merenda harmoni yang tak terbayangkan, yakni perpaduan nalar yang kaku dan rasa yang merdu.

Koding tak lagi sebatas kumpulan instruksi; ia adalah bahasa zaman, membangun jembatan antara ide dan realitas digital.
Dari baris demi baris kode, tercipta aplikasi, gim, hingga sistem yang memahami kita lebih dari diri sendiri.

KA pun hadir sebagai sahabat tak kasat mata, membantu kita merangkai kata, menganalisis data, dan menyusun narasi hanya dalam sekejap.
Namun, secanggih apa pun, KA tetap tak mampu sepenuhnya menggantikan kelembutan hati yang merasakan luka, cinta, dan keraguan.

Di tengah derasnya arus algoritma, Puisi Esai datang sebagai napas.
Ia menjadi ruang jeda untuk bertanya, merenung, dan menyulam rasa ke dalam wacana.

Denny JA, sang penggagas Puisi Esai, memberi kita teladan bahwa inovasi tak hanya tentang teknologi, melainkan juga keberanian menggabungkan keindahan puisi dengan refleksi mendalam.
Melalui karya seperti “Yang Menggigil dalam Arus Sejarah” (2025), ia menuntun kita menyelami tragedi global dan dampaknya pada nurani dunia.

Bait dan narasi berpadu, mengajak kita tak sekadar membaca sejarah, tetapi turut menggigil oleh luka kemanusiaan yang tercipta.
Karya ini menyalakan empati, memanggil kesadaran kita untuk tak hanya menjadi saksi, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan.

📚 Artikel Terkait

Sekda Harapkan Dokter Kecil Jadi Kader Kesehatan dan Kebersihan di Sekolah

Anak Merpati Belajar Terbang

Mimpi di Atas Kertas

Akulah Momo Kelana

Puisi Esai adalah inovasi sastra, yang bisa menjembatani fakta dan rasa, menghidupkan data lewat kata, dan mengajarkan bahwa berpikir kritis pun dapat puitis.
Di zaman digital, genre ini bahkan dapat tumbuh lebih luas, dengan bantuan KA menyusun data, memetakan tema, hingga mempermudah riset.

Namun, tetap ada satu ruang yang tak terjangkau mesin, seperti keikhlasan hati, keberanian menggugat, dan getaran batin saat menulis kata pertama.
Hanya manusia yang dapat merasakan getir sejarah, merenda harapan dari duka, dan menyulap peristiwa menjadi hikmah.

Koding membuka gerbang teknologi; KA mempercepat langkah kita melintasinya.
Tetapi puisi esai menjadi pengingat, bahwa tanpa rasa, pencapaian sebesar apa pun hanya kosong tak bernyawa.

Di balik deretan angka dan statistik, selalu ada air mata, doa, dan cinta.
Puisi Esai menenun narasi itu, mengajak kita melihat sisi lain dari data, yakni sisi yang manusiawi dan penuh makna.

Inspirasi Denny JA mengajarkan bahwa inovasi sejati adalah ketika keberanian, ide, dan rasa saling menggenggam.
Ia mencipta ruang dialog, tempat kata menjadi saksi, dan rasa menjadi penuntun arah.

Di masa depan, bukan mustahil puisi esai akan terus lahir dari kolaborasi manusia dan KA.
Tetapi denyut kehidupan dalam karya itu tetap berasal dari batin yang pernah jatuh, bangkit, dan bermimpi lagi.

Koding, KA, dan Puisi Esai bukan jalan yang terpisah, melainkan sulaman yang saling melengkapi.
Koding sebagai alat, KA sebagai sahabat inovasi, dan Puisi Esai sebagai nyawa kemanusiaan yang abadi.

Kita, generasi digital, ditantang bukan hanya mencipta teknologi, tetapi juga menjaga kepekaan rasa dan keberanian bertanya.
Agar teknologi tak hanya membangun gedung-gedung tinggi, tetapi juga menguatkan jembatan hati sesama manusia.

Di era serba algoritma, jangan pernah lupa merenung, menulis, dan merasakan.
Sebab hanya dengan rasa, kita tetap menjadi manusia yang utuh, manusia yang mampu memaknai, menginspirasi, dan mengubah dunia. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Balita Pencari Nafkah: Antara Kemiskinan dan Kesiapan Menjadi Orang Tua

Balita Pencari Nafkah: Antara Kemiskinan dan Kesiapan Menjadi Orang Tua

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00