POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sejarah Adalah Guru Kehidupan

RedaksiOleh Redaksi
July 2, 2025
Sejarah Adalah Guru Kehidupan
🔊

Dengarkan Artikel

Sebuah Catatan Kecil Dari Kegiatan Belajar Bedah Buku Karya Nezar Patria

Oleh Cut Ani Darniati, SH

Berdomisili di Pidie Jaya

Pada hari Selasa tanggal 01 Juli 2025, bertempat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pidie Jaya  dilaksanakan bedah buku tahap dua berjudul “Sejarah Mati di Kampung Kami”.

Dalam acara bedah buku yang diselenggarakan oleh  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan itu menghadirkan Tabrani Yunis sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta  yang  terdiri dari berbagai kalangan. Ada guru, mahasiswa, dan juga siswa SMP. 

Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman tentang bedah buku kepada para peserta dari berbagai persfektif tentang buku tersebut.

Tabrani Yunis yang juga sering menjadi motivator dalam berbagai pelatihan, mengawali kegiatan itu  dengan memotivasi para peserta. Sebagai media, para peserta diperdengarkan sebuah podcast darı Potretonline.com, dengan judul Mulai darı Nol. Sebuah podcast yang menarik yang memberikan pemahaman dan membangkitkan kesadaran peserta untuk memulai  memulai dan melakukan kembali kebiasaan- kebiasaan yang baik dan positif,  walau harus memulai darı nol, 

Dalam audio percakapan itu, mengangkat pemikiran seorang filsuf, Aristoteles yang menceritakan tentang “tidak ada kata terlambat untuk memulai dari 0”.

Pandangan pertama Aristoteles yang disebutkan ialah Saya Tahu, Saya Tidak Tahu, yang bermakna seseorang tahu bahwa dirinya itu tidak tahu, disebabkan adanya kekurangan kesadaran diri sendiri untuk bangkit dalam menggali potensi yang dimiliki ataupun bakat yang terpendam.

Pandangan kedua dari Aristoteles tentang habit (kebiasaan). Habit sebagai kunci utama dalam pembentukan karakter dan pencapaian keunggulan moral. Aristoteles berpendapat bahwa kebajikan bukanlah bawaan lahir, melainkan hasil dari kebiasaan yang baik yang dilatih dan diulang-ulang.

Maknanya, tindakan baik yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter yang baik dan pada akhirnya mengarah pada kehidupan yang bermakna.

📚 Artikel Terkait

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh di Era Digital

GSI Aceh Melaju ke 16 Besar Nasional

GADIS YANG RENDAH HATI

Gelapnya Malam

Pandangan ketiga ialah tujuan dan mengatasi tekad (akrasi), habit yang baik melalui pembiasaan pada akhirnya akan mengarah pada kebahagiaan, dan kehidupan yang baik adalah kehidupan yang penuh dengan kebahagiaaan. 

Ada hal sangat menarik pula dalam kegiatan ini, Narasumber memberikan pengalaman langsung bagi para peserta untuk melakukan atau mempraktikan bedah artikel secara perorangan. Para peserta memilih masing-masing satu artikel dari Potretonline.com, lalu melakukan bedah artikel. 

Saya memilih satu tulisan yang berjudul “Aceh Pasti Merdeka” untuk saya baca dan kemudian saya bedah. Alasan saya memilih tulisan tersebut, karena pertama saya tertarik pada judul dan juga tema

yang diangkat, dan tema tersebut sedang hangat diperbincangkan di publik setelah terjadinya kontoversial sengketa empat pulau kepemilikan Aceh.

Sesi terakhir adalah sesi bedah buku, yang membedah buku seorang penulis yang namanya sudah sangat dikenal publik. Selanjutnya, masuk ke acara inti yaitu bedah buku “Sejarah Mati Kampung Kami” Tahun terbit 2023.

Narasumber, Tabrani Yunis menyebutkan beberapa alasan mengapa buku tersebut menarik untuk dibedah. Sebelumnya, beliau menjelaskan terlebih dahulu apa itu pengertian dari bedah buku. Pengertian bedah buku ialah kegiatan diskusi yang membahas isi, pesan dan latar belakang penulisan. 

Setelah menjelaskan pengertian, kemudian narasumber menjelaskan alasan tertarik dengan buku tersebut. Ada beberapa alasan mengapa memutuskan untuk membedah buku tersebut.

Yang pertama melihat profil penulis. Sedikit saya uraikan tentang penulis buku “Sejarah Mati Kampung Kami”. Beliau bernama Nezar Patria, lahir pada tanggal 5 Oktober 1970, seorang wartawan, aktivis, penyair dan pencatat sejarah. Dan buku tersebut menarik untuk dibedah karena isi bukunya, dimana terdapat 29 essay karya jurnalistik dengan tebal buku sebanyak 204 halaman.

Serta tema utamanya yang dıangkat, mentangkut masalah  konflik bersenjata dan tragedi tsunami. Menariknya buku tersebut juga tentang tokoh yang diangkat dalam buku. Mulai dari tokoh kecil dari masyarakat biasa, seperti supir bus dan lain-lain, hingga tokoh pergerakan seperti Hasan Tiro yang diulas dengan sangat rinci. Begitu juga halnya tokoh Nasional yang bergerak di bidang jurnalistik seperti GunawanMuhammad, Pram, Bre dan lain-lain.

Dari segi gaya penulisan, buku tersebut yang disajikan secara efektif, personal, puitis, dan tidak berat, gaya bahasanya mengalir serta menggabungkan narasi besar dengan pengalaman sehari-hari yang kaya akan data. Dan banyak kutipan menarik yang disajikan di dalam buku yang salah satunya

“Sejarah adalah Guru Kehidupan”, dimana kutipan itu mempunyai arti dan makna yang mendalam. Ungkapan “Sejarah adalah Guru Kehidupan” (Historia Mgistra Vitae) yang dicetuskan oleh Filsuf Romawi, Cicero, menunjukkan bahwa sejarah memilki peran penting dalam memberikan pelajaran dan wawasan untuk kehidupan. Sejarah bukan hanya kumpulan peristiwa masalalu, tapi juga sumber pelajaran yang berharga untuk memahami diri sendiri, masyarakat dan dunia.

Kesimpulannya, buku dengan judul “Sejarah Mati di Kampung Kami” mengajak pembaca untuk menyelami dunia dengan cara efektif. Secara keseluruhan, buku tersebut memberi kesan positif, dan pembaca juga mendapat pemahaman pengetahuan serta pelajaran berharga dari penulis.

Tentunya, terakhir kami ucapkan kepada bapak Tabrani Yunis selaku Narasumber, yang telah memberikan kami ilmu dan juga pengalaman baru yang sangat luar biasa mengenai bedah buku yang dilakukan. Harapannya semoga ke depan makin banyak dari masyarakat yang sadar dan pentingnya akan membaca, apalagi mengenai sejarah, karena sejarah merupakan sumber pembelajaran yang berharga untuk kehidupan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Seragam yang Tak Pernah Baru

Seragam yang Tak Pernah Baru

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00