🔊
Dengarkan Artikel
Pada 9 November 2004, di Amman, Yordania, lahir deklarasi bersejarah bernama Risalah Amman. Diprakarsai Raja Abdullah II, risalah ini disampaikan dalam khutbah Ramadan oleh Syekh Izz-Eddine Al-Tamimi, bertujuan mempromosikan toleransi dan persatuan umat Islam. Di tengah ketegangan global pasca-9/11, risalah ini menegaskan nilai kasih sayang dan koeksistensi Islam. Pada Juli 2005, 200 ulama dari 50 negara merumuskan tiga poin fatwa: pengakuan mazhab Islam, larangan takfir, dan syarat ketat penerbitan fatwa. Didukung luas, Risalah Amman menjadi simbol moderasi, meski efektivitasnya dalam meredam ekstremisme masih diperdebatkan hingga kini.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📚 Artikel Terkait
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






