Pada 9 November 2004, di Amman, Yordania, lahir deklarasi bersejarah bernama Risalah Amman. Diprakarsai Raja Abdullah II, risalah ini disampaikan dalam khutbah Ramadan oleh Syekh Izz-Eddine Al-Tamimi, bertujuan mempromosikan toleransi dan persatuan umat Islam. Di tengah ketegangan global pasca-9/11, risalah ini menegaskan nilai kasih sayang dan koeksistensi Islam. Pada Juli 2005, 200 ulama dari 50 negara merumuskan tiga poin fatwa: pengakuan mazhab Islam, larangan takfir, dan syarat ketat penerbitan fatwa. Didukung luas, Risalah Amman menjadi simbol moderasi, meski efektivitasnya dalam meredam ekstremisme masih diperdebatkan hingga kini.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.













Discussion about this post