• Latest
What is Scholasticide?

Benarkah Teungku Muhammad Daud Beureueh yang “Menyerahkan” Aceh Kepada Republik Indonesia?

Juni 22, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Benarkah Teungku Muhammad Daud Beureueh yang “Menyerahkan” Aceh Kepada Republik Indonesia?

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Siby Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
Juni 22, 2025
Reading Time: 2 mins read
What is Scholasticide?
606
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Klaim bahwa Teungku Muhammad Daud Beureueh “menyerahkan” Aceh kepada Indonesia adalah penyederhanaan sejarah yang tidak akurat dan cenderung menyesatkan. Faktanya, keputusan-keputusan besar yang diambil oleh Daud Beureueh—termasuk dukungan terhadap Republik Indonesia—selalu melalui musyawarah bersama para ulama dan tokoh masyarakat Aceh.


Pada masa awal kemerdekaan, Aceh adalah salah satu daerah yang paling cepat menyatakan dukungan terhadap Republik. Daud Beureueh, sebagai pemimpin PUSA dan Gubernur Militer Aceh, Langkat, dan Tanah Karo, memainkan peran penting dalam menggalang dukungan rakyat Aceh untuk Republik Indonesia. Bahkan, rakyat Aceh menyumbangkan emas dan dana untuk membeli pesawat Seulawah RI-001 sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kemerdekaan.

Musyawarah Ulama sebagai Dasar Keputusan


Daud Beureueh tidak bertindak sebagai otoritas tunggal. Ia dikenal sebagai pemimpin kolektif yang selalu melibatkan para ulama dalam pengambilan keputusan strategis. Dalam berbagai sumber, termasuk dokumen sejarah dan kesaksian sezaman, disebutkan bahwa keputusan untuk mendukung Republik Indonesia diambil melalui rapat-rapat besar ulama dan tokoh masyarakat Aceh. Bahkan ketika ia kecewa terhadap pemerintah pusat dan memimpin pemberontakan DI/TII, keputusan itu pun lahir dari proses kolektif, bukan tindakan sepihak.


Klaim bahwa Daud Beureueh “menyerahkan” Aceh muncul dari narasi politik tertentu yang ingin menegaskan bahwa Aceh kehilangan kedaulatannya karena keputusan satu orang. Padahal, sejarah menunjukkan bahwa dukungan Aceh terhadap Republik adalah hasil konsensus luas, bukan paksaan atau pengkhianatan.

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026

Jadi, bukan hanya tidak benar bahwa Daud Beureueh menyerahkan Aceh sendirian—justru ia adalah simbol dari semangat kolektif rakyat Aceh yang ingin merdeka bersama Republik, dengan syarat bahwa nilai-nilai Islam dan otonomi daerah dihormati. Kalau mau, bisa bantu telusuri dokumen atau momen-momen musyawarah penting yang melibatkan ulama Aceh saat itu. Mari kita lihat kembali ke sejarah dimana ada beberapa momen penting musyawarah ulama Aceh yang menjadi dasar legitimasi keputusan Teungku Muhammad Daud Beureueh dalam mendukung Republik Indonesia.

(1) Maklumat Ulama Aceh, 15 Oktober 1945
Ini adalah tonggak penting. Dalam maklumat ini, sejumlah ulama besar Aceh —termasuk Abu Hasan Krueng Kalee, Abu Ja’far Shiddiq Lamjabat, Abu Ahmad Hasballah Indrapuri, dan Teungku Daud Beureueh— menyatakan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah jihad fi sabilillah, kelanjutan dari perjuangan Teungku Chik di Tiro. Ini bukan keputusan pribadi, tapi hasil konsensus ulama Aceh.

(2) Musyawarah Besar di Masjid Tiro, 17 November 1945
Dalam musyawarah ini, ulama dan tokoh masyarakat mengangkat Teungku Umar Tiro sebagai Panglima Barisan Mujahidin. Ini menunjukkan bahwa struktur militer rakyat Aceh dibentuk atas dasar keputusan kolektif, bukan instruksi sepihak.

(3) Musyawarah Besar Pembentukan Barisan Hizbullah di Banda Aceh, 23 November 1945
Dipimpin langsung oleh Teungku Daud Beureueh, barisan ini dibentuk setelah musyawarah besar di Masjid Raya Baiturrahman. Ini memperkuat bahwa langkah-langkah strategis PUSA selalu melalui proses musyawarah dan legitimasi sosial.

Klaim bahwa Daud Beureueh “menyerahkan” Aceh kepada Indonesia secara sepihak tidak berdasar. Ia justru menjadi pelaksana keputusan kolektif para ulama dan tokoh masyarakat Aceh yang melihat Republik sebagai wadah perjuangan Islam dan kemerdekaan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Uang, Perang dan Damai - Review Artikel

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com