• Latest
Puisi-Puisi Oka Swastika Mahendra

Puisi-Puisi Oka Swastika Mahendra

Mei 22, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Oka Swastika Mahendra

Redaksiby Redaksi
Mei 22, 2025
Reading Time: 14 mins read
Puisi-Puisi Oka Swastika Mahendra
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

KEBUDAYAAN PERANG

Budhi dan daya

Kata nurani

Fikiran manusiawi

Apakah sampai

Pada ketegaan

Genosida kehidupan

Jika demikian

Anda bukan

Ciptaan Tuhan

Dari mana? 

Rasanya kalian

Keturunan setan

Cipta membentuk

Karsa berkendak

Rasa memerindah

Kehidupan damai

Tanpa resah

Jika tiba tiba

Negara mencaplok negara

Tentara membentak anak anak

Membungkam supaya diam

Tembok hunian diruntuhkan

Anda bukan dari Tuhan

Mungkin alien planet Iblis

Nyatanya Anda bengis

Jika perjanjian

Berkali diingkari

Olehmu sendiri

Lantas dimana

Arti damai

Isu pelanggaran

Mensahkan pembalasan

Lebih kejam

Padahal tentaramu sendiri

Memang bernaluri

Praktekan strategi

Percobaan ngeri

Senjata terbaru

Dagangan kematian

Memang inilah

Marwah hidupmu

Kemakmuran setan

Haus terus menerus

Meminum darah

Makhluk Tuhan

Kalah berjatuhan

Silahkan bangga

Keberhasilan uji coba

Karena belum waktunya

Tuhan bertindak

Lehermu dicekik-Nya

Ditarik miring

Masukkan tungku

Api menyala

Nyawa kalian

Tetap abadi

Tidak mati mati

Di atas tungku

Api Abadi

Kebudayaan perang

Lucifer menantang

Eksistensi Tuhan

Iman kemakhlukan

Digenting goyangkan

Orang-orang berkepentingan

Mulai berwacana

Berwajah bersih

Meski hatinya kelabu

Pemimpin menjadi bijaksana

Oposan menari nari

Menyusup berbagai lini

Rakyat bingung

Menunggu gong

Berbunyi dengung

Siapa saja

Paling nyaring

Banyak pengikut

Meski giginya

Tajam bertaring

Inilah dunia

Makin tua

Oka Swastika Mahendra

Mimpi keluar bumi

Negara, Bali  21 Mei 2025

JIKA

Jika mungkin 

Aku mohon

Dunia terbuka

Negara bernama sama

Semua sudut

Milik bersama

Tanpa batas

Tanpa dinding

Cinta dan kasih sayang

Hanya satu satunya

Mengalir bebas

Tanpa cela

Aku rindu

Semua bersatu

Harmoni keselarasan

Tanpa perbedaan

Tanpa saling mencela

Penyembahan bernama

Kesetiaan kehidupan

Jika mungkin 

Aku mohon

Agama dan budaya

Bukan perintang

Menjadi penghalang

Bagi cinta dan kasih sayang

Jika mungkin

 Sangat mohon

Dunia tanpa kekerasan

Tanpa peperangan

Tanpa darah

Hanya cinta dan kasih sayang

Jika mungkin aku mohon

Manusia saling

Mengerti

Menghargai

Mencintai

Dalam keselarasan dan harmoni

Jika mungkin 

Tuhan bersedia

Isi dunia

ADVERTISEMENT

Menjadi surga

Di mana cinta dan kasih sayang

Mengalir bebas

Tanpa cela

Mohon ini 

Mungkin mimpi

Tidak akan pernah

Terwujud sepenuhnya

Tetapi setidaknya

Kita bisa berusaha Menciptakan dunia

Nir sengsara

Bebas culas

Harmoni saja

Penuh cinta

Oka Swastika Mahendra

Mimpi sebelum matahari terbit

Negara, Bali, 21 Mei 2025

*PERSETAN PERDAMAIAN*

_jika oleh serigala berbulu domba_

Palestina siapa peduli!

Persetan perdamaian

Jika yang menjabat tangan

Masih menggenggam bayonet

Bom di belakang punggung

Jika yang tersenyum 

Pada meja perundingan

Baru saja 

Kejam membakar 

Rumah seorang ibu

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026

Bergaya manusiawi

Menyisakan mainan anaknya

Terkubur di bawah tembok beton.

Badebah

Apa artinya “gencatan senjata”

Jika bau mesiu tetap bersiaga

Karena jeda hanyalah waktu

Untuk tetap kembali

Mengisi ulang peluru kebencian

Jangan khotbahi kami

Tentang cinta

Rasa kemanusiaan

Tentang dialog

Jika mikrofon internasional

Hanya berpihak pada penjajah

Tampak gagah

Duduk di kursi konferensi

Adalah makelar

Aktor berdasi

Penjual tanah leluhur kami

Demi tepuk tangan dunia

“Perdamaian” kata kalian

Ah badebah

Sementara desa kami 

Kalian jadikan peta investasi

Kalian beri pilihan

Anak-anak kami

Untuk mati, mengungsi, atau lupa sejarahnya

Aku sangsi

Ingkar berkali kali

Maka kini

Jangan tawarkan kesepakatan

Yang selalu ditulis dengan tinta kolonial

Engkau tandatangani dengan darah kami

_Ah gombal_

Kami sudah hafal

Setiap surat perjanjian

Adalah perang baru dengan wajah diplomasi

Serigala berbulu domba

Datang membawa janji dan persenjataan

Mengajak duduk di meja bundar

Sementara tanah kami

Kalian potong potong

Menjadi kotak-kotak penjara

Keadilan tak pernah tumbuh

Jika akar kompromi busuk

Damai tak akan lahir

Dari rahim penindasan yang terus dibiarkan

Jadi, persetan perdamaian

jika itu berarti diam,

jika itu berarti lupa,

jika itu berarti kami harus berdamai

dengan luka yang tak pernah diobati.

Kami tidak butuh perdamaian

Yang menjadikan kami budak

Di negeri kami sendiri.

Kami ingin kemerdekaan

Bukan belas kasihan

Oka Swastika Mahendra

Mimpi dini hari

Negara, Bali 21 Mei 2025

ANAK-ANAK PALESTINA

Belajar merasa

Tentang kemanusiaan

Siapa yang mencintai 

Anak anak terlunta

Tanah air Palestina

Saat malam 

Mereka terlelap

Kedalam liang

Hangat meringkuk

Dalam pelukan ibu 

Tak lebih dari batu nisan

Ketika langit 

Bukan pelangi

Melainkan logam 

Panas yang melesat

Dari dendam

Mereka tertidur 

Dalam doa 

Mulut tersendat

Mata terbuka

Makin dinihari

Tak lagi sempat 

Menutup cerita

Ketika tergempur

Di antara reruntuhan

Boneka kehilangan nama

Sekolah berubah

Menjadi puing 

Pelajaran luka

Siapa lagi

Bersedia beri

Saputangan kasih

Mengusap air mata

Makin habis

Tak sempat jatuh?

Karena hujan pun takut 

Menimpa tubuh-tubuh kecil itu

Dunia menatap sedih

Sambil menggulung layar

Mengganti kanal

Bum bum bum

Lalu diam

Apakah cinta

Telah lupa

Jalan ke Gaza?

Kita semua

Harus bertanya

Apakah belas kasih

Kini buta arah

Tersesat di lorong diplomasi

Sampai sekarang

Masih berdebu

Namun lihatlah

Anak anak ini

Dari jari kecil 

Meraba puing-puing

Lahir secercah cahaya

Bukan harapan murahan

Tetapi keberanian abadinya

Tidak bisa dihancurkan

Anak-anak itu

Sangat murni

Mereka tidak alpa

Masih setia

Menyebut nama Tuhan

Lidahnya tidak gentar 

Meski berdarah

Mereka tetap

Masih bermain

Bukan karena 

Perang itu hilang

Tapi karena jiwa mereka terlalu hidup

Menolak dikubur oleh kebencian

Siapa mencintai?

Anak-anak Palestina

Mungkin bukan kita

Karna hanya menulis puisi.

Tapi semoga 

Kata-kata ini 

Menjadi saksi

Bahwa pernah ada

Suara kecil

Sedang mencoba

Menamai luka

Anak anak Palestina

Dengan cinta

Oka Swastika Mahendra

Mimpi tengah malam

Negara, Bali 21 Mei 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Pembangunan Destinasi Wisata Harus Sejalan Dengan Pembinaan Tuan Rumah, Agar Selalu Ramah

Pembangunan Destinasi Wisata Harus Sejalan Dengan Pembinaan Tuan Rumah, Agar Selalu Ramah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com