• Latest

Puisi-Puisi Nyakman Lamjame

Mei 21, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Nyakman Lamjame

Redaksiby Redaksi
Mei 21, 2025
Reading Time: 4 mins read
Tags: #Puisi
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

NYALA DI UJUNG RENCONG

(Syair Perang untuk Tanah yang Tak Pernah Tunduk)

Dengarlah wahai pewaris tanah,

Rencong bersinar di genggam darah,

Langit membara, bumi bersaksi,

Aceh berdiri, tak sudi dikerdilkan lagi.

Di balik kabut pegunungan tinggi,

Terdengar azan menggema sakti,

Laskar bangkit dari mimpi sunyi,

Menjaga tanah, menantang mati.

Musuh datang bak gelombang badai,

Dengan besi, kapal, dan nyali serigala,

Namun kami, anak rempah dan doa,

Tak gentar meski dunia menelaah.

Nyala menyala di ujung rencong,

Membelah gelap, menyayat congkak,

Setiap hunus adalah janji,

Setiap tusuk adalah ikrar suci.

Bukan sekadar tanah yang kami bela,

Tapi marwah, tapi ruh pusaka,

Dari Darussalam hingga Istanbul,

Kami bersyair dalam takdir yang tunggul.

Wahai sejarah, catat yang benar,

Kami bukan kisah yang mudah dilupa,

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026

Nyala kami terus menyala,

Di ujung rencong — dan di dada bangsa.

Aceh, 20 Mei 2025

NYALA TANPA API

Dalam hening yang membeku,

Terbakar nyala tanpa api,

Jejak tanpa tapak,

Suara tanpa gema.

Ia bukan sang penguasa,

Tapi gelombang yang mengguncang samudra,

Dalam diamnya dunia bergetar-

tanpa sosok, tanpa nama, abadi.

Pantai Utara Aceh, 16 Mei 2025

SESUDAH CAHAYA

Tatkala nur merunduk dibalik hijab gelap,

Langit terbungkus sepi bagai kain kafan,

Bintang-bintang memudar, sunyi berbisik lembut,

Menyulam do’a dalam denting malam kelam,

ADVERTISEMENT

Bayang hilang dari tubuhnya sendiri,

Langkah-langkah menyusur lorong sunyi tak bertuan,

Gumam angin mengelus dinding hati yang rapuh,

Membawa rahasia lama, sirr yang tersembunyi dalam diam.

Gelap bukan musuh bagi sinar yang sejati,

Melainkan pusara rahmat bagi jiwa yang merindu,

Tempat rindu dan do’a bersimpuh dalam sepi,

Menanti Tajalli-Nya hadir dalam sunyinya.

Aku pun terdiam, membisik tanpa suara,

Meresapi yang melampaui kata,

Sesudah cahaya, bukanlah tiada,

Melainkan awal cinta yang kembali pada-Nya.

Serambi Mekkah, 15 Mei 2025

BENANG SUTRA DI SENJA SERAMBI

Di balik tabir senja serambi,

Terpatri gema samudra waktu,

Seutaa tali benang sutra rindu,

Menyulam cerita dari akar abu.

Embun pagi mengusap pelupuk,

Menyibak kabut sejarah lama,

Dari rongga tanah yang tertutup,

Tumbuh nyala api di antara rama.

Layar terbentang bayang menari,

Dalam diam berbicara sunyi,

Rasa dan ragam bertaut harmoni,

Menglirkan jiwa pada bumi.

Bunga kecil di pekarangan dunia,

Mekar di tengah badai dan duka,

Pucuk harapan, akar budaya,

Menyatu dalam langkah yang tak terlupa.

Kota Tua, 15 Mei 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 261x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 252x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Menulis Kreatif: Merangkai Kata, Menyulut Makna

Menghukum atau Mendidik? Menimbang Ulang Relevansi Hukuman Menulis Ratusan Kali di Era AI

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com