• Latest
Mengenal Mang Ono, Dewa Kritik untuk KDM

Mengenal Mang Ono, Dewa Kritik untuk KDM

Mei 18, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mengenal Mang Ono, Dewa Kritik untuk KDM

Redaksiby Redaksi
Mei 18, 2025
Reading Time: 3 mins read
Mengenal Mang Ono, Dewa Kritik untuk KDM
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Saya sudah sering bahas KDM. Jawa Barat ya KDM. Namanya kian populer semenjak ia menerapkan gaya kepemimpinan “street justice.” Ada masalah, selesaikan di tempat, bukan dengan rapat.

Di tengah popularitas yang menjulang tinggi, KDM seperti dapat lawan sebanding. Dialah Ono Surono alias Mang Ono. Sambil seruput kopi tanpa gula, tak ada salahnya kita kenalan dengan pria asal Indramayu ini.

Mang Ono ini bukan pemain baru. Ia lahir di Indramayu tahun 1974, dibesarkan oleh angin pantura dan logika koperasi. Ia sekolah dari SDN Paoman sampai Trisakti, lalu entah kenapa lanjut lagi ke Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon di usia yang semestinya sudah cukup untuk berkata “sudah cukup.” Tapi tidak bagi Ono. Ilmu harus dikunyah terus, seperti politik yang tak pernah basi walau disimpan di freezer.

Kariernya panjang, dari DPRD Indramayu ke DPR RI, lalu terbang melintasi langit struktural sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Barat. Tapi karier tanpa konflik adalah nasi goreng tanpa kecap, dan di sinilah muncul KDM. Ketika Kang Dedi memangkas anggaran media dari Rp50 miliar jadi Rp3 miliar, Mang Ono langsung mengibarkan panji, “Wahai rakyat, ini bukan penghematan, ini pengeringan sumber air informasi!” Ia tak peduli KDM pakai logika medsos “Kan semua orang sudah main TikTok.” Bagi Ono, TikTok bukan jurnalisme, dan content creator bukan wartawan, kecuali kalau mereka lulus UKW dan pernah liputan di tengah banjir sambil kena setrum.

Saking seringnya mengkritik KDM, netizen mulai bertanya-tanya, apakah Mang Ono ini makan pagi dengan koran berisi kutipan Dedi Mulyadi? Apakah wallpaper HP-nya adalah wajah KDM yang sedang menertibkan PKL? Tak ada yang tahu. Tapi yang jelas, setiap kali KDM berbicara soal Jakarta, Mang Ono langsung muncul seperti notifikasi penting. “Mang, urus dulu Jabar, jangan nyenggol Ibukota. Cuma Batavia yang boleh gitu.” Ia bicara bukan hanya atas nama konstituen, tapi atas nama estetika bernegara yang katanya harus fokus, bukan multitasking sok tahu fiskal tetangga.

Tapi jangan salah sangka. Kritik Mang Ono bukan asal bunyi. Ia adalah Ketua Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra, organisasi yang lebih tua dari Koperasi Merah Putih. Ia paham soal struktur, anggaran, dan ekosistem, bahkan sebelum algoritma YouTube memahami perilaku manusia. Saat ia bilang “transparansi bisa lumpuh tanpa media,” itu bukan sambil lalu. Itu seperti ikan laut bilang lautnya keruh, percaya saja, dia tahu baunya.

Mang Ono paham satu hal penting: di era ini, yang mengkritik lebih dulu akan trending lebih dulu. Ia tidak hanya ingin Jawa Barat lebih baik; ia ingin jadi Top of Mind setiap kali publik Googling. “Siapa sih yang selalu nyentil KDM?” Maka muncullah dia, dengan aura sarkasme yang dibungkus dalam retorika tajam, menyelipkan filsafat dalam konferensi pers, dan sesekali menyisipkan satire sehalus aroma ikan asin di dapur nenek.

Baca Juga

8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
Nofri Qosdiansyah Sukses Menembus Panggung Global

Nofri Qosdiansyah Sukses Menembus Panggung Global

Maret 20, 2026
Bangga! Mahasiswa STP Riau Raih Juara 3 di Ajang Competition of Science and Mathematics Jenjang Perguruan Tingkat Nasional

Bangga! Mahasiswa STP Riau Raih Juara 3 di Ajang Competition of Science and Mathematics Jenjang Perguruan Tingkat Nasional

Februari 12, 2026

KDM pun bingung. Apapun yang ia lakukan, pasti akan dikomentari Mang Ono. Kalau KDM diam, Ono bicara. Kalau KDM bicara, Ono berteriak. Kalau KDM main TikTok, Ono bikin siaran pers. Hubungan ini sudah lebih kompleks dari cinta segitiga. Ini simbiosis mutualisme antara konten dan konten reaksi.

Itulah seni politik hari ini. Bukan soal siapa benar atau salah, tapi siapa yang lebih cepat muncul di layar ponsel rakyat. Di situlah Mang Ono unggul. Ia bukan sekadar politikus. Ia adalah tokoh meta, penjelajah gelombang publik opini, pawang anggaran dan narasi, serta kritikus utama gubernur yang sedang sibuk membuat Jabar Instagrammable.

Kalau maneh bertanya, siapa sebenarnya Mang Ono? Ia adalah bayang-bayang dalam cahaya ring light. Ia adalah tokoh utama dalam epos berjudul “Bayangan yang Mengintip KDM” episode terbaru dalam serial panjang demokrasi, di mana kamera tidak pernah mati, dan kritik adalah bentuk cinta paling sarkastik.

Apa maknanya? Tak semua orang suka sama kita. Ada yang memuja, tentu ada yang mencela. Satu kuncinya, bila itu kebenaran, lakukan. Jangan takut. Bila itu kopi tanpa gula, minum. Karena, bisa membuat otak selalu encer dan waras. Ups..

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Kini Senja Berusaha Menikmati Mentari

Kini Senja Berusaha Menikmati Mentari

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com