• Latest
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at

Teungku Chik Jakfar Lamjabat; Ulama, Pendidik dan Pendiri Dayah Jeurela

Mei 11, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Teungku Chik Jakfar Lamjabat; Ulama, Pendidik dan Pendiri Dayah Jeurela

Nurkhalis Muchtarby Nurkhalis Muchtar
Mei 11, 2025
Reading Time: 3 mins read
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc.M.A

Beliau lahir dari keturunan ulama dan pemimpin masyarakat Suka Makmur Aceh Besar. Ayahnya adalah Teungku Haji Muhammad yang merupakan pendiri Dayah Lambirah, sebuah dayah maju yang banyak dikunjungi oleh para penuntut ilmu pada masanya. 

Teungku Muhammad Jakfar lahir pada tahun 1872, beliau lebih tua sekitar 5 tahun dari ulama dan bangsawan Aceh Tuwanku Raja Kemala yang lahir 1877. Semenjak kecil Teungku Muhammad Jakfar dikenal sebagai seorang anak yang mencintai ilmu pengetahuan. Ia dan abangnya Teungku Muhammad Abbas sama-sama memiliki kesungguhan dalam belajar dan menuntut ilmu hingga mengantarkan keduanya menjadi ulama besar dan Teungku Chik. 

Setelah belajar di Dayah yang dibangun ayahnya di Lambirah, Teungku Muhammad Jakfar muda kemudian belajar di beberapa dayah yang lain baik di Aceh Besar, maupun daerah lainnya sebelum beliau berangkat ke Mekkah. Di antara dayah yang pernah beliau singgahi dan belajar di sana ialah Dayah Teungku Chik Selimuem, Dayah Teungku Chik Lamgugob, Dayah Teungku Chik Tanoh Abee dan Dayah Teungku Chik Tanoh Mirah. 

Di Dayah Teungku Chik Tanoh Abee, beliau dan abangnya Teungku Muhammad Abbas belajar kepada seorang ulama besar pimpinan Dayah Tanoh Abee yaitu Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee yang merupakan ulama lulusan Mekkah.

Beberapa tahun Teungku Muhammad Jakfar belajar di berbagai Dayah kepada para ulama besar telah mengantarkan beliau menjadi seorang ulama yang mendalam ilmunya. Namun Teungku Muhammad Jakfar merasa ilmunya masih sedikit dan dangkal, sehingga mengantarkan beliau untuk belajar ke Mekkah. Beliau berangkat ke Mekkah pada tahun 1906, dan dua tahun sebelumnya Tuwanku Raja Keumala berangkat di tahun 1904 dan beliau pulang tahun 1910, sedangkan Tuwanku Raja Keumala pulang di tahun 1908. Dapat dipastikan keduanya berjumpa.

Pada tahun 1906 beliau mulai belajar kepada para ulama kota Mekkah, di antara yang paling masyhur pada masa itu adalah Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, ulama Padang yang pernah menjadi Khatib, Imam dan Mufti Mazhab Syafi’i di Mesjidil Haram. Pada tahun 1906 ada beberapa ulama lain yang belajar di Mekkah seperti Syekh Karim Amrullah ayahnya Buya Hamka dan ulama besar Medan, Mufti Kerajaan Deli Syekh Hasan Maksum.

Setelah beberapa tahun di Mekkah menimba ilmu kepada para ulama di Mekkah, pulanglah beliau di tahun 1910. Dan semenjak tiba di Aceh, beliau telah pun menjadi seorang Teungku Chik yang memiliki ilmu yang luas. Mulailah Teungku Chik Muhammad Jakfar membangun lembaga pendidikannya di Jeureula pada tahun 1912. 

Adapun abangnya Teungku Chik Muhammad Abbas melanjutkan kepemimpinan Dayah Lambirah yang telah dibangun oleh ayah mereka yaitu Teungku Chik Muhammad Lambirah. Teungku Chik Muhammad Jakfar beliau terkadang disebut dengan Teungku Chik di Jeurela karena dayah yang dibangunnya di Jeureula, kadang pula disebut dengan Teungku Chik di Lamjabat karena beliau menikah ke Lamjabat Banda Aceh, dan nama yang terakhir ini lebih identik dan melekat.

Semenjak berdiri Dayah Jeurela, maka datanglah para santri dari berbagai tempat untuk belajar dari beliau. Di antara muridnya yang kemudian dikenal sebagai ulama di Aceh dan menjadi tokoh pembaharu pendidikan adalah Teungku Abdul Wahab Seulimum, yang belajar kepada Teungku Chik Lamjabat selama 12 tahun, bahkan Teungku Abdul Wahab telah diangkat sebagai asisten dari teungku chik, yang dianggap telah mampu mendirikan dayahnya sendiri. Sedangkan abang dari Teungku Chik Lamjabat yaitu Teungku Chik Muhammad Abbas dikenal dengan Teungku Chik Lambirah, dan salah satu muridnya yang juga menjadi ulama dan tokoh pendidikan Aceh Besar adalah Teungku Syekh Ibrahim Lamnga dikenal dengan sebutan Ayahanda.

Baca Juga

IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026

Setelah dua puluh tahun didirikan sekitar tahun 1932, terjadi perubahan sistem pembelajaran di Dayah Jeureula, mulai di bangun sistem kelas dan adanya pembelajaran umum. Sebagaimana hal yang dimaklumi bahwa sekembalinya Tuwanku Raja Keumala dari Mekkah pada tahun 1908, maka Aceh secara umum mengalihkan melawan penjajahan Belanda dengan mulai mengembalikan semangat pendidikan yang terhenti ketika berkecamuknya perang, walaupun perang terus berlangsung, namun pada periode ini beberapa ulama kembali membangun Dayah yang telah lama mereka tinggalkan karena peperangan, termasuk munculnya lembaga pendidikan baru yang dibangun oleh para ulama yang baru menyelesaikan pendidikan mereka baik di Mekkah maupun di Yan Keudah Malaysia. 

Beberapa ulama yang mendirikan lembaga pendidikan adalah Teungku Haji Jakfar Lamjabat tahun 1912, Teungku Haji Hasan Kruengkalee tahun 1916, Teungku Muhammad Saleh Lambhuk tahun 1916, Teungku Muhammad Ali Lampisang tahun 1921, Teungku Haji Hasballah Indrapuri 1922, Teungku Syekh Mahmud Lhoknga atau Abu Syech Mud tahun 1928 dan para ulama lainnya. 

Teungku Chik Lamjabat juga merupakan ulama yang menandatangani seruan jihad untuk mepertahankan Indonesia bersama dengan tiga ulama lainnya yaitu Teungku Haji Hasan Kruengkalee, Teungku Haji Ahmad Hasballah Indrapuri dan Teungku Muhammad Daud Beureueh. Maka setelah kiprah yang besar, wafatlah Teungku Chik Muhammad Lamjabat di tahun 1953.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Dokter, Dukun dan AI

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com